Temu Lapang Penerapan Paket Teknologi Budidaya dan Pengolahan Hasil Kapas

Temu Lapang Penerapan Paket Teknologi Budidaya dan Pengolahan Hasil Kapas Untuk Mendukung Industri Tenun Tradisional NTT Di Sumba Barat Daya Balittas

Kegiatan temu lapang kapas dilaksanakan pada tanggal, 9 Agustus 2018 di Desa Hameli Ate Kec. Kodi Utara Kab. Sumba Barat Daya (SBD). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai dan Peneliti Balittas, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kab. SBD, Perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. SBD, perangkat pemerintahan Desa Hameli Ate, tokoh adat, para petani kapas dan penenun kain. Kegiatan temu lapang diawali dengan sambutan Dinas Pertanian yang diwakili oleh Kabid Perkebunan yang menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah menyambut baik pengembangan kapas di NTT khususnya di Kab. SBD. Tanaman kapas yang dikembangkan Balittas dengan tiga jenis varietas yaitu Kanesia 17, Kanesia 18 dan Kanesia 19 dapat membantu kelancaran industri kain tenun terutama dalam memperoleh bahan baku serat kapas. Produksi hasil kapas yang diperoleh saat ini cukup tinggi dan memiliki kualitas serat yang baik dibandingkan dengan kapas lokal yang dimiliki oleh warga setempat. Kerjasama dengan Balittas diharapkan dapat terus berlanjut dalam mengembangkan tanaman kapas di Kab. SBD.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa Balittas telah menghasilkan varietas unggul kapas berserat warna putih sebanyak 23 varietas dengan berbagai keunggulan seerti produksi tinggi, toleran kekeringan dan tahan terhadap gangguan hama. Pada tahun 2018 ini, Balittas juga telah melepas 3 varietas unggul kapas dengan warna serat cokelat yang diberi nama Bronesia 1, Bronesia 2 dan Bronesia 3. Keunggulan penggunaan serat warna cokelat dapat mengurangi input pengeluaran untuk pewarnaan kain sehingga warna yang dihasilkan lebih alami dan dapat meningkatkan nilai jual kain tenun. Pengembangan tanaman kapas perlu didukung dengan tersedianya mesin pemisah biji dan serat untuk memudahkan dalam memproduksi bahan baku serat kapas. Oleh karena itu, perlu bantuan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam menyediakan sarana pendukung untuk memproduksi bahan baku salah satunya yaitu pengadaan mesin pemisah biji dan serat kapas.

Pada kegiatan temu lapang tersebut dilaksanakan juga panen perdana tanaman kapas di Desa Hameli Ate yang dilakukan oleh beberapa perwakilan diantaranya oleh Kepala Balittas, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Perangakat desa Hameli Ate. Secara simbolis Balittas juga menyerahkan contoh serat kapas serat putih (Kanesia 19) kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan contoh serat warna cokelat (Bronesia 3) kepada Dinas Pertanian Kab. SBD. Teknik pemintalan benang secara tradisional juga dipraktekkan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan serat kapas warna putih dan serat warna cokelat. Penenun kain di Desa Hameli Ate juga menunjukkan cara menenun kain dengan metode yang masih tradisional. Pelaksanaan temu lapang tersebut diharapkan dapat memacu pengembangan tanaman kapas dan membangun hubungan kerjasama dengan pihak terkait guna mend)ukung industri tenun tradisional rakyat khususnya di Kab. Sumba Barat Daya, NTT. (M. Taufiq)

Artikel Terbaru

Bronesia 1

12 Desember 2018

Kanesia 22

27 Agustus 2018

Kanesia 21

26 Agustus 2018

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini235
Pengunjung Bulan Ini18204
Total Kunjungan667975
Statistik created: 2018-12-15T03:31:28+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.