PERAN PGPR

 

 

PERAN PGPR DALAM MENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN KENAF TERHADAP NEMATODA PURU AKAR

Malang Kristiana Sri Wijayanti, SP, MP., menyampaikan materi seminar dengan judul Peran Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne incognita) pada acara Seminar Rutin yang dilaksanakan pada hari Kamis (14/04/2016) di Balittas. Materi tersebut adalah Thesis pada Program Pasca Sarjana (S2) di Universitas Brawijaya.

Ibu Kristiana menyampaikan bahwa, kenaf sebagai tanaman penghasil serat terbesar ketiga setelah kapas dan yute. Serat kenaf dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas, door trim mobil, paper bag, dan bahan pemenuhan industri lain. Dalam pengembangannya, kenaf dapat terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) nematoda Meloidogyne sp. Serangan nematoda pada tanaman kenaf dapat menurunkan produksi 20−60%.

Salah satu upaya pegendalian serangan nematoda tersebut adalah dengan menggunakan PGPR, yaitu bakteri yang hidupnya di sekitar daerah perakaran, hidupnya berkoloni dan berperan sangat menguntungkan bagi tanaman. PGPR berperan secara langsung menyediakan dan memfasilitasi penyerapan unsur hara dalam tanah serta mensintesis berbagai fitohormon pemacu tumbuh, sedangkan peran secara tidak langsung berkaitan dengan kemampuan menekan aktivitas patogen dengan cara menghasilkan berbagai senyawa/metabolit seperti antibiotik, asam salisilat (SA), asam jasmonat (JA), fenole, dan etilen (ET).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Ibu Kristiana menyampaikan kesimpulan penelitiannya sebagai berikut:

  1. PGPR P. fluorescens menghasilkan penekanan telur nematoda yang terbaik sebesar 86,39% dan penekanan intensitas penyakit sebesar 71,95% bila dibandingkan kontrol,
  2. Cara aplikasi PGPR dengan perendaman benih berpengaruh dalam menekan intensitas penyakit 9,02% lebih baik dibandingkan aplikasi tanpa perendaman benih,
  3.  Aplikasi dengan cara perendaman benih dengan P. fluorescens memberikan penekanan jumlah juvenil nematoda di tanah yang terbaik sebesar 90,56% dibandingkan kontrol, dan
  4. P. fluorescens secara tunggal yang diaplikasikan dengan perendaman benih memiliki kemampuan menginduksi ketahanan tanaman yang paling baik pada tanaman kenaf. 

(Isni)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini589
Pengunjung Bulan Ini38687
Total Kunjungan581756
Statistik created: 2018-10-22T07:22:11+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.