Seminar Bulanan 2016

 

 

PENGAWASAN RENDEMEN TEBU DI JAWA TIMUR
TAHUN GILING 2014 DAN 2015

Malang  - Prof. Dr. Subiyakto menjadi pembicara pada Seminar Lingkup Balittas dengan topik Hasil Pengawasan Rendemen Tebu di Jawa Timur dan Sistem Perbaikan Perbenihan Tebu. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (06/06/16) di Aula Jatropha dan dihadiri oleh para peneliti dan teknisi Balittas. Seminar dibuka oleh Kepala Balittas, Ibu Ir. Emy Sulistyowati., MAg., PhD.

Dalam presentasinya, Prof. Subiyakto menyampaikan bahwa pengawasan rendemen tebu di Jawa Timur ini dimaksudkan untuk membangun transparansi dan saling percaya antara petani tebu dan pabrik gila (PG) dalam penentuan rendemen. Sasarannya adalah kegiatan pendampingan/pengawalan analisis rendemen tebu petani di 31 pabrik gula di Jawa Timur. Pengawasan rendemen tebu dilakukan pada tahun giling 2014 dan 2015.

Beliau menyampaikan ada tiga tujuan pengawasan rendemen tebu di Jawa Timur ini, yaitu: 

  • Untuk memahami dan mengetahui alur proses pengolahan tebu mulai dari tebang sampai menjadi gula dan simpul-simpul kritis penyebab rendemen tidak optimal,
  • mengkaji kelancaran proses dan simpul kritis pengolahan tebu di PG, dan
  • mengkaji korelasi potensi rendemen, rendemen sementara dan rendemen efektif.

Kesimpulan dari hasil pelaksanaan pengawasan tersebut adalah sebagai berikut, 

  1. alur proses pengolahan tebu sampai menjadi gula dimulai dari tebang, muat, angkut, dan giling. Masing-masing tahap proses mempunyai permasalahan sendiri-sendiri,
  2. varietas BL (Bululawang) merupakan varietas yang disukai oleh petani dan mendominasi PG di Jawa Timur,
  3. realisasi produksi pada tahun 2015 terjadi peningkatan dari 71,73 ton/ha menjadi sebesar 85,30 ton/ha atau meningkat 13,57 ton/ha (18,91%), tetapi terjadi penurunan nilai trash 1,23%, terjadi peningkatan brix depan PG/brix meja 0,22%, terjadi peningkatan pol 0,83%, peningkatan kadar nira tebu (KNT) 1,23%, peningkatan nilai nira perahan pertama (NNPP) 0,94, peningkatan rendemen potensial (RP) 0,78, peningkatan rendemen sementara (RS) 0,72, peningkatan rendemen efektif (RE) dari 7,45 menjadi 8,26 atau 0,81% dan peningkatan hablur dari 5,38 ton/ha menjadi 7,05 ton/ha atau peningkatan 1,67 ton/ha (31,04%).
  4. tebu di Jawa Timur tidak terlalu kotor dengan rata-rata nilai trash 4,26%, di bawah ketentuan ≤5%,
  5. pengangkutan tebu dari kebun sampai halaman PG memerlukan waktu yang tidak terlalu lama, rata-rata 1,54 jam. Hal ini menunjukkkan bahwa jalan produksi di Jawa Timur sudah baik,
  6. lama tunda giling PG di Jawa Timur rata-rata 13,80 jam, di atas ketentuan lama tunda giling (≤12 jam),
  7. hampir semua PG di Jawa Timur mematok faktor rendemen (FR) 0,68, kecuali PG Krebet Baru (0,69−0,71). PG Jatiroto mematok FR 0,59–0,65. Hal ini berarti sebagian besar PG di Jawa Timur belum mematok FR sesuai Perda.
  8. kajian korelasi RP, RS, dan RE menunjukkan bahwa variasi RE 67−93% ditentukan faktor RS dan 7−23% ditentukan oleh faktor lain. Berbeda dengan hasil perhitungan korelasi 2014, variasi RE 55% ditentukan oleh faktor RS dan 45% ditentukan oleh faktor lain.
  9. PG Tjoekir dan PG Ngadirejo dalam tiga tahap pengamatan mencapai produksi hablur di atas target perda (>8 ton/ha).

(Isni)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1360
Pengunjung Bulan Ini26444
Total Kunjungan626252
Statistik created: 2018-11-17T16:44:44+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.