Tebu Masa Lalu, Sekarang, dan akan Datang

Kamis 2 Februari 2012 di Balittas dilakukan seminar rutin bulanan mengenai komoditas mandat terbaru Balittas, yaitu tebu. Topik seminar “Tebu masa lalu, sekarang dan akan datang”. Pembicara tunggal Dr. Untung Murdiyatmo, seorang pakar tebu dan gula dengan moderator Prof. Dr. Subiyakto. Seminar dibuka oleh Kepala Balittas Ir. Mastur, MSi, PhD. Dalam pembukaannya Kepala Balittas menekankan strategi dalam penanganan mandat baru tebu dengan 2 cara, yaitu penelitian dasar yang intensif-aplikatif dan diseminasi efektif-efisien.
Dalam pemaparan awal, Dr. Untung Murdiyanto menyampaikan maslah sejarah perjalanan tebu di Indonesia mengalami pasang surut dalam pencapaian target produksi dan kadar rendemen tebu. Beberapa varietas unggul tebu Indonesia sebelum tahun 1970 adalah POY 2878, 2016, 3076, PS 41 dan PS 3016, rendemen yang dapat dicapai berkisar 10-13%. Puncak produktivitas tertinggi dicapai pada tahun 1970 sebesar 12 ton gula/ha. Saat itu petani sangat familier dengan istilah “Tebu thek” yang memiliki karakter tebu mudah patah, kulit luarnya lunak, dan rasanya sangat manis. Pada tahun 1975, pemerintah mengeluarkan Inpres Nomer 9 yang berisi penanaman tebu tidak dilakukan sendiri oleh pabrik gula namun diserahkan kepada petani untuk dikelola di atas tanahnya sendiri yang sering disebut program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI). Kepemilikan lahan petani yang relatif kecil (rata-rata 0,3 ha) dan kurang memperhatikan budidaya yang benar mengakibatkan rendemen rendah (dibawah 7%) dan sangat sulit mencapai rendemen 8%. Puncak dampak kebijakan TRI dapat dirasakan pada tahun 1985, dimana produktivitas tebu turun drastis menjadi 6 ton gula/ha. Sejak saat itu hingga sekarang produktivitas tebu sangat sulit dicapai angka 7 ton gula/ha.
Gambaran tebu di Brazil dan Kolombia jauh berbeda dengan tebu di Indonesia. Rata-rata kepemilikan lahan pertanian tebu setiap petani mencapai 100 ha, dengan produksi nacional tebu mencapai 500 juta ton/thn yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan gula, etanol, dan bioelectricity. Sistem pertanian tebu di Brazil sangat efisien, dimana limbah termanfaatkan semua baik dari daun dan bagas sebagai bioelectricity, dan tidak dihasilkan tetes tebu karena telah diproses lanjutan sebagai gula kristalisasi ke-2 atau digunakan untuk produksi etanol. Pemenuhan energi nasional berbasis tebu bisa mencapai 18%, sehingga 95% mobil di Brazil telah di produksi dengan kompatibilitas bahan bakar bioetanol. Disamping itu 40 ton/ha biomassa dari tanaman tebu kembali ke lahan. Sedangkan pertebuan di Kolombia, produktivitas tebu pada tahun 1972 mencapai 7 ton gula/ha. Dengan penelitian yang intensif dan dukungan dana mencapai 100 milyar/tahun, produktivitas tebu tahun 2010 menjadi 13 ton gula/ha. Penelitian meliputi domain varietas dan agronomi, dimana titik tekan utama pada penelitian site specific agricultura. Kolombia mampu menyamai produksi gula di Indonesia dengan luasan lahan hanya 205.000 ha dan 13 pabrik gula, sehingga Kolombia saat ini menjadi raja tebu dunia dengan tingkat produktivitas tebu tertinggi di dunia. Ada hal menarik dibalik kesuksesan pertebuan di Kolombia dimana varietas POY 2878 berasal dari Pasuruan, Indonesia, ternyata dijadikan tetua persilangan di CENICANIA (sebuah pusat riset tebu Kolombia) untuk mendapatkan varietas ungul rendemen 13-16% dan 12-14 batang dalam satu rumpun.
Hasil seminar banyak memberikan wawasan baru dan inspirasi penelitian bagi para peneliti Balittas dalam mengemban mandat baru komoditas tebu dari Badan Litbang Kementerian Pertanian. Dengan semangat baru dan motivasi tinggi, seluruh peneliti Balittas optimis dapat mengemban amanah dengan baik dalam memecahkan seluruh permasalahan tanaman tebu di Indonesia (Ahmad Dhiaul Khuluq dan Supriyadi).

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini590
Pengunjung Bulan Ini38688
Total Kunjungan581757
Statistik created: 2018-10-22T07:22:11+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.