National Workshop and FGD, Adaptation to Climate Change

Workshop Nasional dan FGD (Focus Group Discussion) Adaptasi Perubahan Iklim diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian pada tanggal 9-10 Nopember 2011 di Bandung dengan tema Pengembangan dan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna Untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian.

Workshop Nasional dan FGD (Focus Group Discussion) Adaptasi Perubahan Iklim diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian pada tanggal 9-10 Nopember 2011 di Bandung dengan tema Pengembangan dan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna Untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian. Tujuan dari workshop adalah mengkomunikasikan dan mensosialisasikan informasi/teknologi hasil penelitian maupun kearifan lokal berupa teknologi tepat guna yang terkait perubahan iklim yang dihasilkan oleh lembaga penelitian atau perguruan tinggi, maupun oleh pihak swasta, LSM dan masyarakat.

Untuk mengantisipasi perubahan iklim di sektor pertanian diperlukan:

  1. Analisis dan delineasi wilayah terkait dengan kerentanan dan dampak di sektor pertanian.
  2. Penyusunan roadmap strategi sektor pertanian menghadapi perubahan iklim.

Strategi dan kebijakan penanggulangan dampak perubahan iklim pada sektor pertanian :

  1. Menempatkan program aksi adaptasi pada sub-sektor tanaman pangan sebagai prioritas utama dalam rangka melestarikan dan memantapkan ketahanan pangan nasional.
  2. Program aksi mitigasi pada sub-sektor perkebunan melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
  3. Upaya mitigasi tidak boleh mengabaikan sasaran empat sukses pembangunan pertanian.

Beberapa Rencana Aksi Nasional- Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) yang menjadi tupoksi Kementan adalah:

  1. Optimalisasi lahan. 
  2. Penerapan teknologi budidaya tanaman. 
  3. Pemanfaatan pupuk organik dan bio-pestisida. 
  4. Pengembangan areal perkebunan (sawit, karet, kakao) di lahan tidak berhutan/lahan terlantar/lahan terdegradasi/Areal penggunaan lain (APL) 
  5. Pemanfaatan kotoran/urine ternak dan limbah pertanian untuk biogas. 
  6. Pengelolaan lahan gambut untuk pertanian berkelanjutan 
  7. Pengembangan pengelolaan lahan pertanian di lahan gambut terlantar/terdegradasi untuk mendukung sub sektor perkebunan, peternakan, dan hortikultura. 
  8. Penelitian dan pengembangan teknologi rendah emisi, metodologi MRV sektor pertanian (non gambut dan gambut). (prima).

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1451
Pengunjung Bulan Ini37639
Total Kunjungan580708
Statistik created: 2018-10-21T18:19:06+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.