Pendampingan Pembenihan Tebu Kerinci

 

Pemerintah cq. Kementerian Pertanian telah mencanangkan tahun 2018 sebagai “Tahun benih”. Bapak Menteri Pertanian, Dr. Ir. Amran Sulaiman menyatakan hal ini dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional Tahun 2017 di Jakarta. Bila pada tahun-tahun sebelumnya fokus pembenihan ditujukan pada tanaman pangan khususnya padi dan Jagung, maka kedepan pada tahun 2018 dialihkan untuk komoditas hortikultura dan perkebunan. Tanaman perkebunan yang mendapatkan alokasi benih adalah kopi, kakao, lada, cengkeh, pala dan tebu. Lebih lanjut, dinyatakan oleh bapak Menteri bahwa tahun 2018 tidak ada lagi pengadaan benih tetapi diubah menjadi produksi benih unggul yang dibagikan secara gratis pada masyarakat. Dalam upaya menyediakan benih unggul tebu yang akan dibagikan pada masyarakat petani dan pengrajin gula merah di wilayah dataran tinggi Propinsi Jambi, BPTP Jambi ditugasi oleh Badan Litbang Pertanian untuk memproduksi 425.000 benih unggul tebu varietas POJ 2878 Agribun Kerinci. Varietas ini dilepas oleh pemerintah melalui SK. Mentan No: 110/Kpts./Kb.010/2/2017.

Pembenihan tebu varietas POJ 2878 Agribun Kerinci dilakukan di desa Siulak Kecil Hilir, Kec. Siulak, Kab. Kerinci. Karena keterbatasan lahan yang mengelompok, pembenihan dilakukan di dua lokasi. Lokasi 1 di dusun Siluak Kecil seluas satu hektar (310.000 benih) dan Lokasi 2 di dusun Tebat Gedang seluas 0,5 hektar (155.000 benih). Penanaman benih dilakukan secara bertahap mulai tanggal 22 September sampai dengan pertengahan Oktober 2017. Kelas benih yang digunakan adalah KTG, dengan target luaran sebanyak 425.000 benih tumbuh. Pada saat peneliti Balittas melakukan kunjungan, pertumbuhan benih tidak merata karena sebagian baru berumur kurang lebih 2 minggu. Oleh karena itu, agar target luaran terpenuhi disarankan penanggung jawab melakukan penghitungan total benih tumbuh secara cermat pada umur satu bulan setelah tanam. Apabila pada umur satu bulan benih belum tumbuh dapat dipastikan benih tersebut mati sehingga perlu disulam. Penyulaman sebaiknya menggunakan bagal bermata satu yang dideder terlebih dahulu. Selain itu, pemeliharaan tanaman pembenihan supaya diperhatikan antara lain pemupukan dan penyiangan gulma jangan sampai terlambat.(Dr. Bambang Heliyanto dan Dr. Rully Dyah Purwati )

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1333
Pengunjung Bulan Ini22618
Total Kunjungan622426
Statistik created: 2018-11-15T20:31:56+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.