Tembakau Asepan Boyolali

Tembakau asepan adalah tembakau lokal VO, berbentuk kerosok, dan diproses secara dark fire cured (DFC). Kerosok tembakau asepan digunakan sebagai bahan baku tembakau shag dalam negeri dan ekspor dengan jumlah kebutuhan masing-masing sebesar 5.000 dan 2.000 ton per tahun. Di pasar dunia, tembakau asepan dari Indonesia masih menduduki urutan ketiga setelah AS dan Malawi. Di Jawa Tengah, areal pengembangannya tersebar di tiga kabupaten, yaitu Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Di antara ketiga kabupaten tersebut, Boyolali merupakan daerah potensial penghasil tembakau asepan dengan mutu tinggi. Permasalahan yang dihadapi petani tembakau asepan adalah adanya variasi produksi dan mutu dari tahun ke tahun, sehingga kebutuhan akan produksi dan mutu yang diinginkan oleh konsumen (eksportir dan pabrik rokok) tidak dapat dipenuhi. Salah satu penyebab adanya variasi tersebut adalah penggunaan varietas lokal berupa populasi tanaman yang masih sangat beragam (tidak murni). Varietas lokal yang umum ditanam petani tembakau asepan dan diminati oleh konsumen adalah Grompol Jatim. Pemurnian dan pengujian daya hasil varietas lokal Grompol Jatim telah dilakukan pada tahun 1992 dan 1993. Pada tahun 1996 galur yang telah murni tersebut mulai ditanam dalam skala luas menggantikan varietas lokal yang ada. Galur Grompol Jatim dilepas dengan nama Grompol Jatim 1 berdasarkan SK Mentan No: 131/Kpts/SR.120/2/2007. Saat ini penggunaan Grompol Jatim 1 mencapai areal seluas 1.000 ha, tersebar di Kabupaten Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Varietas tersebut tidak hanya digunakan oleh petani tetapi juga dikembangkan dan digunakan oleh eksportir tembakau, yaitu PT Pandu Sata Utama dan PT Indonesia Dwi Sembilan sampai sekarang. Produktivitas Grompol Jatim 1 di tingkat petani berkisar antara 1,6–2,7 ton kerosok/ha (tergantung pengelolaan lahan oleh petani) atau senilai Rp 26.185.000,00/ha.

  Karakteristik Gompol 1 Jatim
Bentuk daun : Lonjong
Ujung daun : Meruncing
Tepi daun : Rata
Permukaan daun : Bergelombang dan berlipit di pangkal daun
Phylotaxi : 3/8, putar kekanan
Indeks daun : 0,65
Jumlah daun : 30-36
Produksi (t kerosok/h) : 2,9-3,2
Indeks mutu : 78-84
Kadar nikotin : 2,5-4 %
Ketahanan terhadap
- TMV : tahan
- CMV : tahan


Artikel Terbaru

Bronesia 1

12 Desember 2018

Kanesia 22

27 Agustus 2018

Kanesia 21

26 Agustus 2018

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini231
Pengunjung Bulan Ini18200
Total Kunjungan667971
Statistik created: 2018-12-15T03:31:28+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.