Biochar Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Bertekstur Pasir

Malang – Seminar Lingkup Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dilaksanakan pada hari Selasa (18/10/16) dengan pembicara Bapak Dr. Ir. Budi Hariyono, MP. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Jatropha dengan peserta Peneliti dan Teknisi lingkup Balittas. Seminar dibuka oleh Plh. Kepala Balittas, Ir. Moch. Machfud, MP.

Judul seminar yang disampaikan Bapak Budi Hariyono adalah Biochar untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Bertekstur Pasir dan Pengaruhnya Pada Tebu. Beliau menyampaikan bahwa dalam mendukung target swasembada gula dapat dilakukan dengan peningkatan produktivitas dan rendemen (intensifikasi), perluasan areal (ekstensifikasi), dan upaya off-farm yang mendukung.

Untuk perluasan areal, Indonesia mempunyai potensi lahan berpasir seluas 67.883 km2. Namun tanah berpasir ini memiliki kekurangan yaitu kualitas rendah, daya pegang air rendah, KTK rendah, kesuburan rendah, dan pencucian N. Menurut beliau, teknologi Biochar dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas lahan tersebut. Biochar berasal dari kata biomass (biomassa) dan charcoal (arang). Biochar adalah arang yang dihasilkan dari materi tanaman dan disimpan dalam tanah sebagai suatu cara menghilangkan karbondioksida dari atmosfer (Oxford Dictionary 2013).

Dalam presentasinya beliau menjelaskan bahwa serasah tebu dapat dikonversi menjadi biochar dengan cara sederhana, dengan karakter yang baik. Biochar serasah tebu dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah untuk memperbaiki kualitas tanah berpasir dan lebih stabil. Alternatif pengelolaan limbah serasah tebu untuk dijadikan biochar dengan cara yang mudah. Diharapkan panen batang tebu lebih baik sehingga tebu yang dibawa ke pabrik gula bersih dari serasah. Dengan memanfaatkan limbah serasah tebu, maka energi dari perkebunan tebu akan kembali ke lahan tebu. Biochar dapat digunakan sebagai alternatif pengelolaan tebu yang dikembangkan di lahan kering berpasir yang berproduksi lebih baik dan berkelanjutan, dan dapat menjadi sumbangan iptek.

Dari hasil kegiatan penelitian tentang biochar dilaksanakan oleh Bapak Budi Haryono, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

  1. Serasah tebu dapat dikonversi menjadi biochar dengan teknik sederhana dan dapat dilakukan langsung di lahan tebu. Karakteristik kimia biochar serasah setara dengan yang dibuat dengan vacuum pyrolysis. Teknik drum kiln lebih mudah dilaksanakan dengan hasil dan karakter biochar yang baik.
  2. Aplikasi biochar dan bahan pembenah tanah lainnya dapat memperbaiki kualitas tanah bertekstur pasir. Sifat tanah yang diperbaiki yaitu, kemantapan agregat, porositas, berat isi, kadar air tanah, C dan ketersediaan hara. Pengaruh biochar setara dengan pupuk kandang dan bahan pembenah tanah lainnya. Maka limbah serasah tebu dapat diaplikasikan ke tanah berpasir dalam bentuk biochar. Limbah tebu lainnya (abu ketel dan blotong ) juga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah berpasir. Kombinasi biochar + pupuk kandang atau kompos menunjukkan sinergi positif. Perbaikan sifat tanah berpasir karena aplikasi biochar masih nampak pada tahun kedua.
  3. Perbaikan kualitas tanah yang terjadi akibat aplikasi biochar serasah tebu dan bahan pembenah tanah lainnya di tanah bertekstur pasir tidak nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tebu. Ini isebabkan adanya faktor pembatas C-organik dan N-total tanah yang sangat rendah dan KTK rendah.(isni)

Artikel Terbaru

Bronesia 1

12 Desember 2018

Kanesia 22

27 Agustus 2018

Kanesia 21

26 Agustus 2018

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini232
Pengunjung Bulan Ini18201
Total Kunjungan667972
Statistik created: 2018-12-15T03:31:28+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.