Prosesing Tembakau Srinthil Temanggung

oleh : Yoga Angangga Yogi dan Joko Hartono

Pendahuluan

Mutu tembakau temanggung dipengaruhi oleh kadar nikotin. Semakin tinggi mutu tembakau semakin tinggi kadar nikotinnya. Mutu tembakau juga dipengaruhi oleh posisi daun dan ketinggian tempat penanaman.

Ketinggian di atas 800 dpl berpotensi menghasilkan tembakau srinthil. Kondisi cuaca selama pertumbuhan, panen dan pascapanen yang optimal (Mei – Oktober) berpotensi menghasilkan tembakau srinthil lebih tinggi. Proses pengolahan tembakau srinthil temanggung ditunjukkan pada Gambar 1.

Kriterian Kemasakan Daun

Kriteria daun telah masak optimal dilihat dari wujud fisik, sebagai berikut :

  1. Daun atas dan daun pucuk berwarna kuning dengan bercak – bercak seperti mosaik..
  2. Kedudukan daun yang belum masak lebih tegak dibandingkan daun yang telah masak

Semakin subur tanah menyebabkan kandungan klorofil dalam daun lebih tinggi sehingga umur panen lebih lama.

Panen

Daun yang menghasilakan Srinthil pada umumnya adalah daun kesepuluh ke atas. Cara pemetikan dilakukan bertahap antara 5 – 7 kali dengan selang waktu 2 – 7 hari. Setiap pemetikan dipetik 2 – 3 lembar daun, sehingga daun yang berpotensi menjadi Srinthil adalah petikan ke-5 hingga ke-7. Waktu pemetikan antara pukul 09.00 sampai 11.00 atau antara pukul 16.00 – 18.00. Daun yang masih basah mudah memar, patah atau sobek. 

 Pemeraman

Pemeraman diawali dengan sortasi. Pemeraman bertujuan merubah warna daun dan menjadi media pertumbuhan mikroorganisme puthur kuning (Lihat Gambar 2). Pemeraman dilakukan dengan cara penggulungan. Setiap gulungan terdiri dari 15 sampai dengan 20 lembar daun dengan diameter 10 hingga 12 cm. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemeraman, antara lain:

  1.  Tempat pemeraman harus tertutup, bebas sinar matahari dan lampu yang dapat meningkatkan suhu.
  2. Lantai tempat pemeraman harus bersih dan kering serta diberi alas tikar atau gedeg.
  3. Daun tembakau yang telah diatur ditutup dengan tikar atau daun pisang.
  4. Pemeraman dengan daun berdiri lebih baik karena mengurangi himpitan antara daun.

Perajangan

Perajangan dilakukan dengan memasukkan gulungan daun tembakau pada alat perajang yang terbuat dari kayu (jongkorajang), kemudian dilakuan pengirisan menggunakan pisau yang besar (gobang). Semakin tinggi mutu Srinthil rajangan semakin lebar. 

Pengeringan

Sebelum dikeringkan daun tembakau diatur di atas rigen dengan ketebalan 2 hingga 3 cm. Penjemuran dilakuan selama 1 sampai dengan 2 hari. Selama penjemuran dilakukan pembalikkan 2 sampai dengan 3 kali. Tembakau Srinthil yang telah kering saat dipegang terasa kesat dan berminyak. Semakin tinggi mutu tembakau Srinthil memerlukan proses pengeringan dan pengembunan yang lebih lama. 

 Pengemasan

 Tembakau Srinthil dikemas dalam keranjang bambu dan beralaskan pelepah batang pisang kering. Kriteria pengemasan tembakau Srinthil sebagai berikut:

  1. Satu keranjang diisi tembakau Srinthil dengan mutu yang sama.
  2. Setiap keranjang mempunyai ukuran yang sama.  

 

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Database :

Sosial media

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1219
Pengunjung Bulan Ini29247
Total Kunjungan533394
Statistik created: 2018-09-24T17:44:38+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.