Penyakit Kerupuk/ Keriting

Oleh : Titiek Yulianti

Penyakit kerupuk ini banyak menyerang tanaman tembakau di daerah Tropik, terutama di awal musim kemarau.

Gejala

Gejala pada tanaman tembakau biasanya diawali dari bentuk daun yang mengkerut dan berubah bentuk (Gambar 1). Pada permukaan bawah daun terlihat pertulangan daun menebal dan berwarna hijau tua (Gambar 2). Pada stadia generatif, bentuk bakal bunga, dan bunga sedikit menyimpang dan terpelintir, sementara bentuk buahnya menjadi tidak normal. Jika dicabut, akan terlihat sistem perakaran mengecil. Batang akan terlihat lebih pendek dan berbentuk Roset. Keseluruhan tanaman akan terlihat kerdil

 

 Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh tobacco leaf curl virus (TLCV) dari keluarga Geminiviridae, genus Begomovirus yang tidak memiliki amplop (selubung). TLCV termasuk kelompok gemini virus karena zarah virus berbentuk isometrik kembar masing-masing berukuran antara 25–30 mm (Gambar 3).

 

  

Penularan

TLCV tidak dapat ditularkan secara mekanis melalui sentuhan, penggosokan cairan daun sakit atau melalui benih tanaman sakit, tetapi ditularkan oleh vektor kutu putih Bemisia tabaci (Gambar 4.) secara persisten. Ada juga yang menyebutkan tungau Polyphagotarsonemus latus, dan Thrips Scirtothrips dorsalis.

B. tabaci mampu menularkan virus setelah 30 menit akuisisi. Virus mampu bertahan dalam tubuh vektor 12–17 hari atau bahkan selama sisa hidup serangga tersebut. Namun belum ada laporan virus ini berkembang biak dalam tubuh vektor atau ditularkan jika kutu berganti kulit; ataupun melalui keturunannya. Virus ditularkan melalui penyambungan batang sakit dengan batang yang sehat.

Inang Lain

Cabe, tomat, Leunca, pepaya, crotalaria, kecubung, wijen, babandotan, kembang kertas, patikan kebo, sidaguri, rumput minjangan, dan sawi langit (Gambar 5).

Faktor yang Berpengaruh terhadap Perkembangan Penyakit 

  1. Meningkatnya populasi B. tabaci terutama pada awal musim kemarau.
  2. Bibit/tanaman muda lebih rentan dibandingkan tanaman tua
  3. Pemupukan N yang berlebihan.
  4. Meningkatkan dosis Pupuk P dan K akan mengurangi keparahan penyakit  

Pengendalian

  1.  Mengendalikan serangga vektor, misalnya dengan asefat atau imidakloprit 2x (saat tanam dan 45 hari setelah tanam).
  2.  Menanam bunga matahari atau jarak kepyar sebagai pagar pembatas di sekitar bedengan untuk mencegah B. tabaci.
  3.  Menggunakan tanaman resisten

Database :

Sosial media

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Buletin

Prosiding

Leaflet

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini553
Pengunjung Bulan Ini12315
Total Kunjungan443616
Statistik created: 2018-06-23T18:58:09+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.