Jarak Pagar

  • Jatropha Curcas for Biofuels

    In recent decades, the problem of limited fossil energy reserves as fuel oil (BBM) and environmental awareness began to become a worldwide concern. This is because BBM comes from non-renewable natural resources. Its availability is decreasing and world oil prices are increasing, while the people's need for fuel is increasing.

    One of the plants that can be used as a renewable alternative energy source (biofuel) is jatropha curcas by utilizing the oil content of the seeds. Jatropha seeds contain vegetable oil yields of 35 to 45 percent. The oil can be processed into biodiesel oil (diesel substitute) and fuel oil (kerosene substitute).

    Jatropha curcas L grows in tropical regions, although it is actually a native plant from Central America. In Indonesia, this plant has long been known as herbal medicine, fuel (torch), and living fences in the yard or barrier of land.

    At the time of Japanese occupation in Indonesia, when they ran out of fuel, our people were told to make diesel oil from jatropha curcas. Then, the oil is used to move their war machines.

    Selection of Jatropha curcas as a producer of biodiesel because jatropha plant could not compete with crop-producing plants for planting. In addition, the jatropha adaptability in the field is also good. By making the jatropha as a biodiesel, it can reduce pollution to the environment while reducing dependence on fuel (Krisnamurthi, 2006; Prastowo, 2007; Effendi and Karmawati, 2009).

    Some of the advantages of biodiesel, among others, biodiesel has a higher number of combustion quality compared to diesel fuel in the market; biodiesel is an oxygen fuel so that its use will reduce CO and black soot emissions on the exhaust gases or more environmentally friendly; has a high flash point which at the highest temperature can cause biodiesel vapor to ignite so that this biodiesel is safer from fire hazard; does not contain sulfur and benzene which are carcinogenic and can be deciphered naturally so that it is environmentally friendly; in terms of engine lubrication, biodiesel is better than diesel fuel so the use of biodiesel can extend engine life.

    To support the development of Jatropha curcas as a source of biofuels, researchers from Balittas have assembled new varieties of Jatropha curcas and released in 2017, namely Jet 1 Agribun and Jet 2 Agribun along with its supporting technology. Jet 1 Agribun varieties have a potential outcome of 1.09 tons to a maximum of 2.33 tons per hectare with oil content of 37.44 percent and moderate to drought stress. While Jet 2 Agribun varieties have a potential outcome of 1.08 tons to a maximum of 2.64 per hectare with oil content of 35.80 percent and moderate to drought stress.

    Both varieties are expected to be utilized for development programs in dry eastern Indonesia region especially in areas that have not reached by electricity. With high productivity will accelerate the availability of jatropha seeds as biofuel material for the power generation machinery.

    The development of both varieties can be encouraged by dissemination in the form of demonstration plots, especially in jatropha development areas. The socialization that jatropha curcas can be intercropped with other crops and the use of jatropha curcas for products other than biofuels will be an additional income for farmers who develop Jatropha.

    In addition, it needs support from the government to determine the economic price for jatropha seeds value for farmers and jatropha oil as a source of biofuel for businessmen. In addition, it needs a commitment from the government to use biofuel as an alternative to fuel oil (BBM).

    Aprilia Ridhawati

    The article has previously been published on republika.co.id

  • Jatropha Anthology

    An anthology about Jatropha can be published. The anthology contains 14 papers presented in scientific form : 1 research program, 4 from breeding, 4 from ecophysiology, 2 from pests and diseases, 2 from post-harvest, and 1 from social economy. The publication of this anthology is expected to increase the knowledge of stake holders engaged in jatropha plant, directly or indirectly, among others : farmers, growers, managers / entrepreneurs, related agencies, universities and researchers, as well as policy makers.

  • Jarak Pagar untuk Bahan Bakar Nabati

    Beberapa dekade terakhir ini, masalah keterbatasan cadangan energi fosil sebagai bahan bakar minyak (BBM) dan kepedulian terhadap lingkungan hidup mulai menjadi perhatian di seluruh dunia. Hal ini karena BBM berasal dari sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Ketersediaannya semakin berkurang dan harga minyak dunia yang semakin meningkat, sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM justru semakin meningkat.

    Salah satu tanaman yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif terbarukan (bahan bakar nabati) adalah jarak pagar dengan memanfaatkan kandungan minyak dari biji. Biji jarak pagar mengandung rendemen minyak nabati sebesar 35 sampai 45 persen. Minyak tersebut dapat diproses menjadi minyak biodiesel (pengganti solar) dan minyak bakar (pengganti minyak tanah).

    Jarak pagar (Jatropha curcas L) banyak tumbuh di daerah tropis, meskipun sebenarnya merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah. Di Indonesia, tanaman ini sudah sejak lama dikenal sebagai obat herbal, bahan bakar (obor), dan pagar hidup di pekarangan atau pembatas lahan.

    Pada jaman penjajahan Jepang di Indonesia, ketika mereka kehabisan BBM, orang kita disuruh untuk membuat minyak diesel dari jarak pagar. Kemudian, minyak tersebut digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin perang mereka.

    Pemilihan jarak pagar sebagai penghasil biodiesel lantaran jarak tidak bersaing dengan tanaman penghasil tanaman untuk lahan penanaman. Selain itu, daya adaptasi jarak di lapang juga bagus. Dengan menjadikan jarak sebagai biodiesel, maka dapat mengurangi polusi pada lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada BBM (Krisnamurthi, 2006; Prastowo, 2007; Effendi dan Karmawati, 2009).

    Beberapa kelebihan dari biodiesel antara lain, biodiesel memiliki bilangan kualitas pembakaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan solar yang ada di pasaran; biodiesel merupakan bahan bakar beroksigen sehingga penggunaannya akan mengurangi emisi CO dan jelaga hitam pada gas buang atau lebih ramah lingkungan; memiliki titik kilat tinggi yang pada temperatur tertinggi dapat menyebabkan uap biodiesel dapat menyala sehingga biodiesel ini lebih aman dari bahaya kebakaran; tidak mengandung belerang dan benzena yang bersifat karsinogen serta dapat diuraikan secara alami sehingga ramah lingkungan; dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin.

    Untuk mendukung pengembangan jarak pagar sebagai sumber bahan bakar nabati, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat telah merakit varietas unggul baru jarak pagar dan sudah dilepas pada 2017, yaitu Jet 1 Agribun dan Jet 2 Agribun beserta teknologi pendukungnya. Varietas Jet 1 Agribun memiliki potensi hasil 1,09 ton sampai maksimum 2,33 ton per hektare dengan kadar minyak 37,44 persen dan moderat terhadap cekaman kekeringan. Sedangkan varietas Jet 2 Agribun memiliki potensi hasil 1,08 ton sampai maksimum 2,64 per hektare dengan kadar minyak 35,80 persen dan moderat terhadap cekaman kekeringan.

    Kedua varietas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk program pengembangan di daerah Indonesia Timur yang beriklim kering terutama di daerah yang belum terjangkau listrik. Dengan produktivitas yang tinggi akan mempercepat tersedianya biji jarak pagar sebagai bahan baku biofuel secara berkelanjutan untuk mesin pembangkit listrik.

    Pengembangan kedua varietas tersebut bisa didorong dengan melakukan diseminasi berupa demplot, terutama di daerah pengembangan jarak pagar. Sosialiasi bahwa jarak pagar bisa ditumpangsari dengan tanaman lain maupun pemanfaatan jarak pagar untuk produk selain bahan bakar nabati akan menjadi penghasilan tambahan bagi petani yang mengembangkan jarak pagar.

    Di samping itu, perlu dukungan dari pemerintah guna menentukan harga yang ekonomis untuk nilai jual biji jarak pagar bagi petani dan minyak biji jarak pagar sebagai sumber bahan bakar nabati bagi pengusaha. Selain itu, diperlukan komitmen dari pemerintah untuk menggunakan bahan bakar nabati sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM).

    Aprilia Ridhawati

    Artikel telah terbit sebelumnya di republika.co.id

  • IP-3M

    Tahun Pelepasan : 2009
    Karakteristik : Mulai berbunga pada ± 3 bulan setelah tanam (4 bulan setelah persemaian); 
    jumlah buah 2-12 buah/tandan; jumlah tandan 250 tandan/pohon; 
    jumlah buah per pohon lebih dari 600; 
    Potensi produksi 2.5 to 2.75 ton/ha/tahun (pada tahun pertama) dan 7.5 - 9.0 ton/ha/tahun (pada tahun ke empat); 
    32% Kandungan minyak. 

    cocok ditanam didaerah dengan iklim kering.
    Status : Komersial

  • IP-3M

    Release In : 2009
    Characteristic : Start flowering at ± 3 months after planting (four months after seeding); 
    number of fruits 2-12 fruits/panicle; number of panicles 250 panicles/plant; 
    the number of fruits per plant more than 600; 
    the potential yield 2.5 to 2.75 tonnes/ha/year (first year) and from 7.5 to 9.0 tons/ha/year (4th year); 
    32% oil content. 

    Suitable for dry climates.
    Stat : Commercial

  • IP-3A

    Agroekosistem : untuk daerah kering
    Deskripsi :
    1. Asal : Hasil seleksi rekuren pada populasi IP-2A
    2. Daun : Agaktebal, hijau tua, tulang daun menjari, agakmembulat, pinggir daun berlekuk dangkal, sedikitbergelombang, panjang/lebar daun 20/16 cm.
    3. Panjang tangkai daun : 18-23 cm.
    4. Berbungan dan panen : Persemaian 6 minggu, Mulaiberbunga 6 minggusetelah transplanting, Mulaipanen 13 minggusetelah transplanting.
    5. Jumlah malai/tanaman pada tahun I : rata-rata 50 malai
    6. Jumlah buah/malai : 10 (1-12)
    7. Jumlah buah/tanaman pada tahun I : 500-570 buah 
    8. Berat 1000 biji : 650 gram (pada kadar air 7%)
    9. Potensi produksi (kondisi optimal) : 2,0 - 2,5 ton/ha/tahun-1, 5,0 - 6,0 ton/ha/tahun-3, 8,0 - 8,5 ton/ha/tahun-4
    10. Kadar minyak : 35 % (denganoil-expeller 10 HP)
    11. Kesesuaian lahan : Lahan kering dataran rendah beriklim kering
  • IP-3A

    Agroecosystem : for dry areas
    Deskripsi :

    1. Origin : Recurrent selection results in IP-2A populations
    2. Leaves: Slightly thick, dark green, fingery leaf bones, slightly rounded, shallow curved leaf edge, slightly wavy, the length / width of leaves 20/16 cm.
    3. Petiole Length: 18-23 cm.
    4. Flowering and harvesting: Nursery 6 weeks, Start flowering 6 weeks after transplanting, Start harvest 13 weeks after transplanting.
    5. Branch/Plant Number in first year : 50 branch average
    6. Fruit/Branch Number : 10 (1-12)
    7. Fruit/Plant Number in first year : 500-570 fruit 
    8. 1000 Seed Weight : 650 gram (on moisture content 7%)
    9. Production Potential (optimal conditions) : 2,0 - 2,5 tons/ha/first year, 5,0 - 6,0 tons/ha/third year, 8,0 - 8,5 tons/ha/in 4th Year
    10. Oil Content : 35 % (with oil-expeller 10 HP)
    11. Suitability : lowlands with dry climate
  • IP-2M

    IP-2M    
    Komoditas : Jatropha curcas L.
    Tahun Pelepasan : 2008
    Karakteristik : Mulai berbunga pada ± 4 bulan setelah tanam (5 bulan setelah persemaian); 
    jumlah buah 2-12 buah/tandan; 
    jumlah buah 250 buah/pohon; 
    potensi produksi 1.7 - 2.0 ton/ha/tahun (pada tahun pertama) and 6.6 - 7.5 ton/ha/tahun (pada tahun ke empat); 
    31-32% kandungan minyak. Cocok ditanam pada lahan iklim kering.
    Status : Komersial
    Peneliti :  
    Instansi : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

  • IP-2M

    IP-2M    
    Commodity : Jatropha curcas L.
    Release In : 2008
    Characteristic : Start flowering at ± 4 months after planting (5 months after seeding); 
    number of fruits 2-12 fruits/panicle; 
    number of fruit 250 fruits/plant in the; 
    production potential 1.7 to 2.0 tons/ha/year (first year) and 6.6 to 7.5 tons/ha/year (4th year); 
    31-32% oil content. Suitable for dry climates.
    Stat : Commercial
    Researcher :  
    Institution : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

  • IP-2A

    IP-2A    
    Komoditas : Jatropha curcas L.
    Tahun Pelepasan : 2008
    Karakteristik : Penyemaian 1.5-2 bulan, mulai panen ±4 bulan setelah tanam, jumlah buah rata -rata 9 buah/tandan, jumlah tandan pada tahun pertama berkisar 45 tandan/pohon, jumlah total buah/pohon berkisar 400-450 buah, potensi produksi 1.9 ton/ha. Kandungan minyak is 34%, cocok untuk dikembangkan di dataran rendah dengan iklim kering.
    Status : Komersial
    Instansi : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

  • IP-2A

    IP-2A    
    Commodity : Jatropha curcas L.
    Release In : 2008
    Characteristic : Seedling period is 1.5-2 months, Start harvesting at ±4 months after planting, average number of fruits is 9 fruits/inflorescent, number of inflorescent in the first year is 45 inflorescent/plant, therefore total number of fruits/plant is 400-450 fruits, Production potency is 1.9 tones/ha. Oil content is 34%, suitable for development in low land with dry climate.
    Stat : Commercial
    Institution : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

  • Bunga Rampai Jarak Pagar

    Bunga Rampai mengenai Jarak Pagar dapat diterbitkan. Bunga Rampai memuat 14 makalah yang disajikan dalam bentuk ilmiah yaitu 1 program penelitian, 4 dari pemuliaan, 4 dari ekofisiologi, 2 dari hama dan penyakit, 2 dari pascapanen, serta 1 dari sosial ekonomi. Penerbitan bunga rampai ini diharapkan da-pat menambah pengetahuan stake holders yang berkecimpung dalam tanam-an jarak pagar baik langsung maupun tidak langsung antara lain: petani, pe-nyuluh, pengelola/pengusaha, dinas terkait, perguruan tinggi, dan para peneli-ti, serta pengambil kebijakan.

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1456
Pengunjung Bulan Ini37644
Total Kunjungan580713
Statistik created: 2018-10-21T18:25:09+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.