wijen

  • Sumberrejo 4 (Sbr 4)

    Karakter Sbr 4
    Jenis : Wijen putih
    Habitus : Bercabang banyak
    Umur panen : 75-85 hari
    Jumlah ruang polong : 8
    Potensi produksi : 0,9-1.4 ton/ha
    Sesuai daya adaptasi : Monokultur/tumpangsari
    Adaptasi : Lahan sawah sesudah padi atau tembakau 
    Ketahanan terhadap : 
    - Phytophthora : Agak tahan
    - Fusarium : Tahan
    - Rizoctonia : Agak tahan
    - Sclerotium : Agak tahan
    - Tungau : Agak tahan

  • Sumberrejo 4 (Sbr 4)

    Sbr 4 Characteristic
    Type : Wijen sesame
    Habitus : has many branch
    Harvesting age : 75-85 day
    Number of pod space : 8
    Production Potential : 0,9-1.4 ton/ha
    Adaptation Suitability : Monokultur/intercropping
    Adaptation : fields after rice or tobacco 
    Resistance : 
    - Phytophthora : Resistant
    - Fusarium : Resistant
    - Rizoctonia : Resistant
    - Sclerotium : Resistant
    - Tungau : Resistant

  • Sumberrejo 3 (Sbr 3)

    Karakter Sbr 3
    Jenis : Wijen hitam kecokelatan
    Habitus : Bercabang banyak
    Umur panen : 85-101 hari
    Jumlah ruang polong : 4
    Potensi produksi : 0,9-1.3 ton/ha
    Sesuai daya adaptasi : Monokultur/tumpangsari
    Adaptasi : Lahan kering pada awal musim hujan 
    Ketahanan terhadap : 
    - Phytophthora : Agak tahan
    - Fusarium : Agak tahan
    - Sclerotium : Agak tahan
    - Tungau : Agak tahan

  • Sumberrejo 3 (Sbr 3)

    Sbr 3 Characteristic
    Type : Brownish black sesame
    Habitus : has many branch
    Harvest : 85-101 days
    Number of pod space : 4
    Production Potential : 0,9-1.3 ton/ha
    Adaptation Suitability : Monokultur/intercropping
    Adaptation : Dry land at the beginning of rainy season 
    Resistance : 
    - Phytophthora : Resistant
    - Fusarium : Resistant
    - Sclerotium : Resistant
    - Tungau : Resistant

  • Sumberrejo 2 (Sbr 2)

    Karakter Sbr 2
    Jenis : Wijen putih
    Habitus : Tidak bercabang
    Umur panen : 75-100 hari
    Jumlah ruang polong : 4
    Potensi produksi : 0,8-1,4 ton/ha
    Sesuai daya adaptasi : Monokultur/tumpangsari
    Adaptasi : Lahan kering di NTB, dan Sulsel
    Ketahanan terhadap : 

    Sclerotium : Tahan
    - Tungau : Agak tahan

  • Sumberrejo 2 (Sbr 2)

    Sbr 2 Characteristic
    Type : White Sesame
    Habitus : No branch
    Harvesting age : 75-100 day
    Number of pod space : 4
    Production Potential : 0,8-1,4 ton/ha
    Adaptation Suitability : Monokultur/intercropping
    Adaptation : Dry land in West Nusa Tenggara and South Sulawesi
    Resistance : 

    Sclerotium : Resistant
    - Tungau : Resistant

  • Sumberrejo 1 (Sbr 1)

     

    Karakter Sbr 1
    Jenis : Wijen putih
    Habitus : Bercabang banyak
    Umur panen : 90-110 hari
    Jumlah ruang polong : 8
    Potensi produksi : 1-1,6 ton/ha
    Sesuai daya adaptasi : Monokultur/tumpangsari
    Adaptasi : Lahan kering/sawah di Jatim, Jateng, NTB, dan Sulsel
    Ketahanan terhadap : 
    - Phytophthora : Agak tahan
    - Fusarium : Agak tahan
    - Rizoctonia : Agak tahan
    - Sclerotium : Agak tahan
    - Tungau : Agak tahan
  • Sumberrejo 1 (Sbr 1)

     

    Sbr 1 Characteristic
    Type : White Sesame
    Habitus : has many branches
    Harvesting time : 90-110 days
    Number of pod space : 8
    Production Potential : 1-1,6 ton/ha
    Adaptation suitability : Monokultur/Intercropping
    Adaptation : Dry land/rice field in East Java, Central Java, West Nusa Tenggara, and South Sulawesi
    Resistance : 
    - Phytophthora : Resistant
    - Fusarium : Resistant
    - Rizoctonia : Resistant
    - Sclerotium : Resistant
    - Tungau : Resistant
  • Sesame Development in Supporting Agroindustry

    PROCEEDINGS SEMINAR IN SESAME DEVELOPMENT IN SUPPORTING AGRO INDUSTRY .

    The seminar was held on November 9, 2006 in Jatropha Hall of Indonesian Sweetener and Fiber Crops Research Institute, Malang aims to solve the existing problems surrounding sesame agroindustry to refer to the development of sesame commodities, besides aiming to introduce sesame research result technology to minimize production gap and improve the quality of sesame at the farm level.
    The proceedings contain four papers, and eleven supporting papers presented in the form of posters. This Proceeding is expected to increase the insight of people who are involved in the agribusiness of sesame directly or indirectly among others : farmers, extension workers, managers, offices / related institutions, universities, entrepreneurs, and researchers.

  • Pengembangan Wijen Mendukung Agroindustri

    PROSIDING SEMINAR MEMACU PENGEMBANGAN WIJEN UNTUK MENDUKUNG AGROINDUSTRI.

    Seminar yang diselenggarakan pada tanggal 9 November 2006 di Aula Jatropha Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada diseputar agroindustri wijen untuk mengacu pengembangan komoditas wijen, selain bertujuan untuk memperkenalkan teknologi hasil penelitian wijen untuk memperkecil kesenjangan produksi dan meningkatkan mutu wijen ditingkat petani.
    Prosiding ini memuat empat makalah, dan sebelas makalah penunjang yang disajikan dalam bentuk poster. Prosiding ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat yang bekecimpung dalam usaha agribisnis wijen secara langsung maupun tidak langsung anatara lain: petani, penyuluh, pengelola, dinas/lembaga terkait, perguruan tinggi, pengusaha, dan peneliti.

  • Pengembangan Jarak dan Wijen Dalam Rangka Otoda

    Lokakarya yang diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2002 bertujuan mensosialisasikan hasil-hasil penelitian, mempercepat alih teknologi, menyamakan persepsi semua pihak yang terkait dengan tanaman jarak maupun wijen, dan secara bersama-sama menyusun strategi untuk masa mendatang. Prosiding ini berisi sembiIan makalah utama yang disajikan dalam lokakarya dan empat makalah penunjang yang diposterkan dalam pameran. Dengan diterbitkannya prosiding ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat perjarakan maupun perwijenan yang meliputi petani, penyuluh, pengrajin, pabrikan, dinas perkebunan, dan berbagai pihak yang terkait dengan tanaman jarak maupun wijen.

  • Jatropha and Sesame Development in Regional Autonomy Framework

    The workshop held on 16 October 2002 aims to disseminate research results, accelerate technology transfer, equate perceptions of all stakeholders related to jatropha and sesame, and jointly develop strategies for the future. This Proceedings contains the main papers presented in the workshop and four supporting poster papers in the exhibition. With the issuance of this proceeding is expected to increase the insight of Jatropha and Sesame community that includes farmers, extension workers, craftsmen, manufacturers, plantation agencies, and various parties associated with jatropha and sesame.

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1456
Pengunjung Bulan Ini37644
Total Kunjungan580713
Statistik created: 2018-10-21T18:25:09+07:00
UNITED STATES
US

Please publish modules in offcanvas position.