Hello. Write your message here. Link text here

Arrow up
Arrow down
×

Pemberitahuan

Please enter your Disqus subdomain in order to use the 'Disqus Comments (for Joomla)' plugin. If you don't have a Disqus account, register for one here

Produksi dan mutu tembakau sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh diantaranya adalah iklim, teknik budi daya dan pasca panen. Teknik budi daya yang tepat dapat memaksimalkan produksi dan mutu tembakau yang dihasilkan. Secara umum, teknik budi daya yang diterapkan petani masih sangat bervariasi dan belum menerapkan teknik budi daya yang tepat. Sebagai contoh, sebagian petani belum menerapkan guludan tinggi, pemupukan secara tepat, baik tepat jenis, dosis, waktu dan cara pemberian, serta pangkas, sehingga hasilnya masih belum maksimal. Dengan pemahaman teknik budi daya yang tepat diharapkan mampu memperbaiki teknik budi daya tembakau yang diterapkan oleh petani.

Akselerasi penggunaan benih unggul tebu dengan Pembibitan bud chip terus digalakkan pada tingkat penangkar Kebun Benih Datar (KBD) dan petani pengembang untuk memenuhi permintaan bibit dalam mendukung program bongkar ratoon dan tanam tebu baru (plan cin). Penggunaan bahan tanam tebu bud chip merupakan penerapan teknologi budidaya tebu dalam upaya pencapaian program swasembada gula nasional.

Pembibitan tebu budchips merupakan langkah maju pada penerapan program bongkar ratoon yang sering mendapat kesulitan memenuhi kebutuhan bibit bersertifikat yang diperoleh dari Kebun Bibit Datar ( KBD). Penggunaan benih unggul tebu bud chips dalam 1 hektar kebun Bibit Datar ( KBD) menghasilkan benih 50-60 ton setara 350.000- 420.000 mata tunas budchips. Kebutuhan bibit budchips dalam satu hektar pertanaman baru plane cin diperlukan 12000-18000 batang bibit setara 2-2,5 ton bagal. Sehingga dalam 1 ha luasan kebun bibit datar (KBD) mampu memenuhi kebutuhan areal tanam baru ( plane cin) mencapai 29 - 35 ha. Pembuatan kebun bibit datar memerlukan biaya besar dengan penggunaan bibit tebu bud chips ini lebih evisien dan mampu menekan luas areal Kebun Bibit Datar ( KBD) mencapai 75-80%.

Jarak Pagar untuk Bahan Bakar Nabati

Beberapa dekade terakhir ini, masalah keterbatasan cadangan energi fosil sebagai bahan bakar minyak (BBM) dan kepedulian terhadap lingkungan hidup mulai menjadi perhatian di seluruh dunia. Hal ini karena BBM berasal dari sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Ketersediaannya semakin berkurang dan harga minyak dunia yang semakin meningkat, sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM justru semakin meningkat.

Salah satu tanaman yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif terbarukan (bahan bakar nabati) adalah jarak pagar dengan memanfaatkan kandungan minyak dari biji. Biji jarak pagar mengandung rendemen minyak nabati sebesar 35 sampai 45 persen. Minyak tersebut dapat diproses menjadi minyak biodiesel (pengganti solar) dan minyak bakar (pengganti minyak tanah).

Jarak pagar (Jatropha curcas L) banyak tumbuh di daerah tropis, meskipun sebenarnya merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah. Di Indonesia, tanaman ini sudah sejak lama dikenal sebagai obat herbal, bahan bakar (obor), dan pagar hidup di pekarangan atau pembatas lahan.

Gula Merah Tebu untuk Kesejahteraan Petani

Pada umumnya tebu diolah menjadi gula kristal putih. Pabrik gula merupakan harapan utama para petani untuk menjual hasil panen tebu.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, angka sementara produksi tebu menurut status penguasaan pada 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 58,67 persen merupakan perkebunan rakyat.

Sayangnya, ketergantungan petani tebu kepada pabrik gula tidak dibarengi dengan harga tebu yang sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani. Selain itu, kondisi ini diperparah apabila pembelian tebu yang dilakukan pabrik gula tidak langsung dibayarkan.

Salah satu pemecahan masalah tersebut yang dapat ditawarkan adalah mendorong petani untuk mengolah hasil panen tebu menjadi gula merah tebu. Di samping itu, petani tebu juga dapat menjual hasil panen langsung ke pengrajin gula merah tebu. Kedua skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani tebu kepada pabrik gula.

Tags: ,

Subkategori

Pencarian

Sosial media

Video

  <

infografis

banner

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso Km 4 , Kotak Pos 199, Kabupaten Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

16995406
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
19153
0
45782
57482
55191
16570961
16995406

Your IP: 44.201.96.43
2022-07-06 00:23:50
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.