Hello. Write your message here. Link text here

Arrow up
Arrow down
×

Pemberitahuan

Please enter your Disqus subdomain in order to use the 'Disqus Comments (for Joomla)' plugin. If you don't have a Disqus account, register for one here

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) telah lama dibudidayakan di Indonesia untuk diambil daunnya. Pemanfaatan tembakau pada umumnya masih terbatas hanya sebagai bahan baku rokok, karena semakin meningkatnya permintaan rokok di Indonesia. Peningkatan jumlah perokok menyebabkan munculnya masalah lain yaitu peningkatan penderita penyakit akibat rokok, baik pada perokok aktif maupun pasif. Hal ini membuat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Aditif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (PP Tembakau), pada pasal 58 disebutkan bahwa perlu dilakukan upaya diversifikasi produk tembakau. Diversifikasi dimaksudkan agar penggunaan produk tembakau tidak membahayakan bagi kesehatan. Oleh karena itu, perlu menciptakan produk-produk dari tembakau yang bermanfaat dan memberikan nilai tambah bagi petani namun tetap aman bagi kesehatan.

Daun tembakau mengandung senyawa-senyawa kimia, mulai dari golongan asam, alkohol, aldehid, keton, alkaloid, asam amino, karbohidrat, ester dan terpenoid. Kandungan utama dari tembakau adalah alkaloid (nikotin). Tembakau memiliki aroma yang khas sehingga didalam tembakau terkandung senyawa-senyawa aromatis yang mudah menguap atau biasa disebut dengan minyak atsiri. Minyak atsiri tembakau dapat diekstrak dengan cara destilasi. Hasilnya adalah berupa minyak berwarna kuning kecoklatan dengan aroma tembakau yang khas dan menyengat.

Tags:

Oleh : Sulis Nur Hidayati dan Supriyadi

PENDAHULUAN

Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau rajangan di Jawa Tengah yang memiliki rasa sebagai lauk. Areal penanaman-nya meliputi lereng gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau. Potensi areal tembakau Temanggung sekitar 9.326 ha dengan produksi 9.496 ton. Hampir semua industri rokok keretek membutuhkan tembakau temanggung, namun demikian produksinya masih tergolong rendah yaitu hanya 0,5 ton per hektar. Oleh karena itu penerapan teknologi budi daya yang tepat perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi dan mutu tembakau temanggung.

Tembakau Temanggung sesuai ditanam di daerah dengan ketinggian 400 m dpl. sampai dengan 1.500 m dpl., curah hujan antara 2.200–3.100 mm/ tahun dengan 8–9 bulan basah dan 3–4 bulan kering. Tanah yang sesuai untuk tembakau adalah tanah yang gembur, remah, drainase baik, dan mudah mengikat air serta pH sekitar 5,5–6,5.

Tags:

Liputan6.com, Malang - Tembakau selama ini diidentikkan dengan rokok sebagai produk turunannya. Padahal, tanaman dengan aroma khas ini bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk lain yang ramah lingkungan dan tak mengancam kesehatan.

Misalnya, parfum beraroma tembakau dan pestisida nabati pembasmi hama tanaman tanpa kandungan nikotin. Kedua produk itu sudah diuji secara ilmiah, sebagai hasil penelitian di Balai Penelitian Tanaman Manis dan Serat (Balittas) Malang, Jawa Timur.

Peneliti tembakau di Balittas, Elda Nurnasari mengatakan, daun tembakau dari varietas apapun bisa diekstrak agar menghasilkan minyak atsiri sebagai bahan parfum aroma tembakau.

"Semua jenis tembakau bisa diekstrak, sepanjang itu bukan tembakau rusak yang sudah tak lagi beraroma," ucap Elda di Malang, Jumat, 3 Februari 2017....... selengkapnya......Liputan6.com

Tags:

Oleh : Titiek Yulianti

Penyakit kerupuk ini banyak menyerang tanaman tembakau di daerah Tropik, terutama di awal musim kemarau.

Gejala

Gejala pada tanaman tembakau biasanya diawali dari bentuk daun yang mengkerut dan berubah bentuk (Gambar 1). Pada permukaan bawah daun terlihat pertulangan daun menebal dan berwarna hijau tua (Gambar 2). Pada stadia generatif, bentuk bakal bunga, dan bunga sedikit menyimpang dan terpelintir, sementara bentuk buahnya menjadi tidak normal. Jika dicabut, akan terlihat sistem perakaran mengecil. Batang akan terlihat lebih pendek dan berbentuk Roset. Keseluruhan tanaman akan terlihat kerdil

 

 

 

 

oleh : Yoga Angangga Yogi dan Joko Hartono

Pendahuluan

Mutu tembakau temanggung dipengaruhi oleh kadar nikotin. Semakin tinggi mutu tembakau semakin tinggi kadar nikotinnya. Mutu tembakau juga dipengaruhi oleh posisi daun dan ketinggian tempat penanaman.

Ketinggian di atas 800 dpl berpotensi menghasilkan tembakau srinthil. Kondisi cuaca selama pertumbuhan, panen dan pascapanen yang optimal (Mei – Oktober) berpotensi menghasilkan tembakau srinthil lebih tinggi. Proses pengolahan tembakau srinthil temanggung ditunjukkan pada Gambar 1.

Kriterian Kemasakan Daun

Kriteria daun telah masak optimal dilihat dari wujud fisik, sebagai berikut :

  1. Daun atas dan daun pucuk berwarna kuning dengan bercak – bercak seperti mosaik..
  2. Kedudukan daun yang belum masak lebih tegak dibandingkan daun yang telah masak

    Tags:

Subkategori

Pencarian

Sosial media

Video

  <

infografis

banner

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso Km 4 , Kotak Pos 199, Kabupaten Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

16996860
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
20607
0
47236
57482
56645
16570961
16996860

Your IP: 44.201.96.43
2022-07-06 01:34:35
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.