PELATIHAN AKSELERASI ADOPSI BENIH UNGGUL TEBU DAN TEHNIK PERBENIHANNYA BAGI PENANGKAR DAN PETUGAS LAPANG.

Pelatihan bertujuan untuk memperkenalkan dan mempercepat adopsi beberapa varietas unggul tebu kepada para penangkar dan petugas lapang. Pelatihan diikuti oleh para petani penangkar benih tebu dan petugas lapang yang berasal dari Bojonegoro; Muktiharjo Kab. Pati; Asembagus Kab. Situbondo, Pasirian Kab. Lumajang dan Kangploso Kab. Malang dengan peserta sebanyak 24 orang Gambar 1. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 10 samapi 12 Juni 2013 di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Malang dengan mengadakan studi banding di Pusat Penelitian Gula PTPN X Jengkol Kab. Kediri.

Gambar 1. Para peserta pelatihan di Balittas dari petani penangkar benih tebu dan petugas lapang. Gambar 2. Pengambilan mata tunas budchips dengan alat mesin.

Banyak materi yang telah disampaikan dan mendapatkan respon yang baik dari para peserta meliputi: penentuan persyaratan bibit sumber, pengambilan bibit tebu dari kebun induk, klentek, pengambilan mata tunas buschips menggunakan alat mesin Gambar 2.

Bibit budchips sebelum dikecambahkan telebih dahulu diperlakukan dengan alat Hot Water Treatman (HWT) suhu 50-51 0C selama 30 menit dan perlakuan fungisida dan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Perlakuan tersebut bertujuan untuk mempercepat keseragaman pertumbuhan tunas awal agar terbebas dari infeksi hama dan penyakit yang berpotensi menyebar kelapang.

Gambar 3. a) perlakuan budchips dengan Hot Water Treatmen (HWT) Gambar 3. b) Perlakuan budchips dengan fungisida dan ZPT

Persiapan bedengan perkecambahan dengan memilih tempat yang ideal untuk lahan pembibitan harus terbuka aerasi baik dan dekat dengan sumber air. Pengenalan berbagai ukuran tray, komposisi media tray, cara pengisian media, cara tanam pindah dari bedengan perkecambahan ke media tray. Tehnik operasional pemeliharaan bibit tebu budchips untuk mengendalikan pertumbuhan dan membentuk mata tunas yang sehat dan seragam serta menekan agar tidak terjadi anakan pada bibit diperlakukan penangkasan (Clipping), perlakuan cekaman air Gambar 4.

Pertumbuhan bibit budchips yang terkendali apabila pada saat tanam terdapat sisa bibit maka bibit budchip tersebut masih mampu dipertahankan sampai musim tanam tahun berikuitnya.

Penanganan limbah budchip berupa tebu yang masih muda yang selama ini menjadi masalah tersendiri karena kadar gulanya rendah belum layak diproses menjadi gula. Limbah budchip tersebut sekarang sudah tertangani dengan baik menggunakan alat pencacah berupa chopper mampu menghancurkan tebu sisa budchips berserta serasah lainnya untuk di hancurkan membentuk serbuk kecil untuk dipersiapkan sebagai bahan pakan ternak atau kompos.(Edi Purlani.)

 

infografis

Terbitan

© 2015 Balittas. All Rights Reserved.