Rumusan Diskusi Strategi Teknologi Menghadapi Musim Kemarau 2013

Diskusi strategi teknologi menghadapi musim kemarau 2013 bertujuan untuk menyusun strategi adaptasi musim kemarau 2013 mendukung peningkatan produktivitas dan mutu tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri. Diskusi dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dihadiri oleh sekitar 153 peserta, yaitu para pemangku kebijakan, peneliti, dosen, penyuluh, pelaku usaha, petani, dan praktisi dalam komoditas tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri, serta berbagai kalangan yang bergerak dalam agro industri.
Dalam bidang pertanian, analisis iklim berguna untuk menentukan waktu tanam dan aplikasi teknik budidaya yang tepat, yang keduanya sangat berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas produksi, serta efisiensi biaya produksi. Analisis iklim oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghasilkan prakiraan awal musim kemarau 2013 di sebagian besar wilayah Indonesia sebanyak 283 zona musim (83%) akan terjadi pada bulan April, Mei dan Juni. Awal musim kemarau di 47 zona musim (87%) di Sumatera diperkirakan pada Mei dan Juni; 143 zona musim (95%) di Jawa pada April, Mei dan Juni; 8 zona musim (53%) di Bali dan 34 zona musim (77%) di Nusa Tenggara pada April, 36 zona musim (86%) di Sulawesi pada Juni, Juli, Agustus dan 4 zona musim (67%) di Papua pada Mei. Prakiraan MK 2013 wilayah pengembangan tebu di Indonesia dikemukakan pada Lampiran Tabel 1-4(nurin).....(selengkapnya)

infografis

Terbitan

© 2015 Balittas. All Rights Reserved.