Keragaman Genetik Koleksi Plasma Nutfah Jarak Pagar

Jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu sumber biodiesel yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Karakteristik tanaman tersebut antara lain dapat memproduksi buah dan bijinya memiliki kandungan minyak 30–40% (w/w) dan dapat ditransformasi menjadi minyak biodiesel, minyaknya memiliki kandungan racun, menyebabkan minyaknya tidak bisa dikonsumsi sehingga tidak berkompetisi dengan minyak untuk pangan, perbanyakan dapat dicapai dengan biji atau stek.

Pertanaman jarak pagar di Indonesia masih pada tahap awal, perkembangannya belum terdomestikasi (dibudidayakan), bahan tanaman dengan kualitas unggul belum tersedia. Diperlukan kegiatan penelitian khususnya pemuliaan tanaman untuk menghasilkan bahan tanaman dengan sifat unggul agar dapat menghasilkan koleksi plasma nutfah dengan keragaman genetik yang tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Tantri Dyah Ayu Anggreni, SP., MSc., sebagai pembicara pada acara Seminar Lingkup Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dilaksanakan pada hari Selasa (18/10/16), dengan judul presentasi “Analisa Keragaman Genetik pada Koleksi Plasma Nutfah Jarak Pagar dari Beberapa Pulau di Indonesia”.

Ibu Tantri menyampaikan bahwa, tujuan penelitian Analisa Keragaman Genetik pada Koleksi Plasma Nutfah Jarak Pagar dari Beberapa Pulau di Indonesia adalah (1) untuk menganalisa keragaman genetik dan struktur populasi dari koleksi jarak pagar Indonesia yang berasal dari 6 pulau menggunakan single nucleotide polymorphisms (SNPs) yang dihasilkan dari metode genotyping-by-sequencing (GBS), (2) untuk mendeteksi hubungan kekerabatan di dalam koleksi Indonesia dan antara koleksi Indonesia dengan koleksi dari negara lain di Asia.

Hasil dari penelitian yang dilakukan menghasilkan kesimpulan (1) rendahnya keragaman genetik diantara koleksi Indonesia mungkin disebabkan hanya dua sampai empat aksesi yang diintroduksikan ke Indonesia dan didistribusikan ke daerah lain melalui aktivitas manusia, (2) metode perbanyakan yang umumnya menggunakan stek (vegetatif) mungkin mencegah peningkatan keragaman genetik di antara aksesi, (3) koleksi jarak pagar Indonesia yang diuji memiliki keragaman dan diferensiasi genetik yang rendah, mungkin disebabkan oleh keragaman genetik yang sempit dari plasma nutfah yang diintroduksikan, (4) karakteristik geografi sebagai negara kepulauan tidak membentuk pola diferensiasi genetik diantara koleksi, namun lebih merefleksikan keragaman dari plasma nutfah yang diintroduksikan. (5) perlu usaha peningkatan keragaman genetik , dengan cara :

  1. persilangan dengan aksesi dari negara lain, khusunya dari Meksiko.
  2.  persilangan dengan spesies lain dalam genus Jatropha.(isni)

infografis

Terbitan

© 2015 Balittas. All Rights Reserved.