Varietas Unggul Baru Tembakau Temanggung Untuk Lahan Lincat

Varietas-Tembakau-Temanggung-Kemloko4-kemloko5-kemloko6-Agribun

Tembakau temanggung merupakan bahan baku penting untuk rokok kretek, karena berperan sebagai sumber pemberi rasa dan aroma yang khas dengan komposisi dalam racikan berkisar antara 14 – 22%. Sumbangan tembakau temanggung terhadap total pendapatan petani sekitar 70 - 80 %. Beberapa industri rokok sangat membutuhkan tembakau Temanggung sebagai bahan racikan penting untuk rokok kretek. Masalah utama yang dihadapi petani tembakau di daerah Temanggung adalah endemik komplek penyakit nematoda Meloidogyne spp, bakteri Ralstonia solanacearum, dan cendawan Phythopthora nicotianae. Lahan endemik ini lazim disebut dengan istilah lokal sebagai lahan “Lincat”. Kondisi ini menyebabkan produktivitas rata-rata tembakau temanggung hanya 0,580 ton/ha, dari potensi produksi yang dapat mencapai 1 ton/ha. Untuk mengatasi hal tersebut telah dirakit varietas yang sesuai untuk lahan Lincat. Pada tahun 2002 varietas Kemloko 1 dan Kemloko 2 telah disilangkan dengan tetua donor tahan terhadap penyakit P. nicotianae,Meloidogyne spp, dan Ralstonia solanacearum. Pada tahun 2014 telah diperoleh 8 galur yang tahan terhadap 3 macam penyakit tersebut. Hasil uji daya adaptasi tahun 2015 dan tahun 2016 diperoleh 3 varietas unggul baru, yaitu :

  1. Kemloko 4 Agribun hasil persilangan antara varietas Kemloko 2 dengan Prancak 95. Galur ini tahan terhadap penyakit layu bakteri (R. solanacearum), nematoda puru akar (Meloidogyne spp) dan penyakit lanas (P. nicotianae). Hasil rajangan kering galur ini meningkat 16,21- 29,43 % dibanding Kemloko 3. Indek tanaman meningkat 10,83- 29,52 % dibanding Kemloko 3. Galur ini direkomendasikan untuk dikembangkan pada lahan tegal.
  2. Kemloko 5 Agribun hasil persilangan antara varietas Kemloko 1 dengan varietas K 399. Galur ini tahan terhadap penyakit layu bakteri (R. solanacearum), nematoda puru akar (Meloidogyne spp) dan penyakit lanas (P. nicotianae). Hasil rajangan kering galur ini meningkat 11,45 – 13,17 % dibanding Kemloko 3. Indek tanaman meningkat 14,07 - 16,45 % dibanding Kemloko 3. Galur ini direkomendasikan untuk dikembangkan pada lahan di lereng gunung Sumbing.
  3. Kemloko 6 Agribun hasil persilangan antara varietas Kemloko 2 dengan varietas K 399. Galur ini tahan terhadap penyakit layu bakteri (R. solanacearum), nematoda puru akar (Meloidogyne spp) dan Penyakit lanas (P. nicotianae). Hasil rajangan kering galur ini meningkat 14,46- 48,90 % dibanding Kemloko 3. Indek tanaman meningkat 9,74 – 15,79 % dibanding Kemloko 3. Galur ini direkomendasikan untuk dikembangkan pada lahan di lereng gunung Sindoro.


Deskripsi Tembakau Temanggung Varietas Kemloko


Baca Juga :

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0024158
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
4735
7032
23253
31
23502
291
24158

Your IP: 54.90.86.231
2019-04-26 14:57:33
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.