Hama Penggerek Batang Tanaman Tebu

Penggerek batang tebu merupakan kelompok hama yang menyerang batang. Penggerek batang tebu yang menyerang di Indonesia terdiri atas 6 spesies ya-itu penggerek batang bergaris Chilo saccharipagus Bojer, penggerek batang berkilat Chilo auricilius Dudgeon, penggerek batang abu-abu Tetramoera schistaceana Snellen, penggerek batang kuning Chilo infuscatellus Snellen, penggerek batang jambon Sesamia inferens Walker, dan penggerek batang raksasa Phragmataecia castaneae Hubner.

Keberadaan penggerek batang dijumpai mulai tanaman tebu berumur 1,5–2 bulan. Faktor yang mempengaruhi populasi dan tingkat serangan peng-gerek batang tidak berbeda dengan penggerek pucuk yaitu faktor umur ta-naman, varietas, lingkungan, dan perilaku pengelolaan tanaman. Intensitas serangan penggerek batang di perkebunan tebu rakyat pada umumnya relatif rendah. Nurindah et al. (2013) dan Sunarto et al. (2015) melaporkan bahwa intensitas terbesar penggerek batang di Malang dan Situbondo tidak lebih dari 5% (pada gambar dibawah). Hal tersebut terjadi karena faktor mortalitas biotik mampu menekan populasi kompleks penggerek (Sunarto et al. 2015). Kondisi keseimbangan alami tersebut perlu dipertahankan dengan cara melaksanakan budi daya tanaman tebu yang ramah lingkungan.

Serangan penggerek pada suatu pertanaman tebu dapat disebabkan oleh lebih satu spesies. Karakter serangan masing-masing spesies agak sulit dibe-dakan, kerusakan yang timbul pada daun akibat ulat hama penggerek yang baru menetas dari telur yang terletak di daun. Selanjutnya ulat akan menggerek batang sesuai dengan pertambahan umurnya. Setiap jenis ulat penggerek akan meninggalkan bekas-bekas serangan sesuai dengan cara hidupnya masing-masing. Oleh sebab itu, bekas serangan yang ada sering kali merupakan tanda yang khas dan dapat dijadikan pedoman untuk mengenal penggerek yang bersangkutan. Pada umumnya kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang tidak dirasakan oleh kebanyakan petani. Secara fisik kerusakan tanaman tidak nampak dan tanaman tetap terlihat tumbuh normal. Hal ini sangat berbeda dengan gejala serangan penggerek pucuk dan uret yang secara fisik kerusakannya nampak.

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0947396
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
6669
8214
14883
74992
225017
72466
947396

Your IP: 3.88.220.93
2019-06-17 17:58:11
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.