Judul Kerjasama Deskripsi Singkat Keterangan
Konsultasi dan inisisasi kerjasama non-riset untuk pengembangan rami PT Hempco yang bermitra dengan investor dari Kanada berencana untuk mengembangkan rami di Kabupaten Garut. Inisiasi kerjasama yang dilakukan meliputi survei kesesuaian lahan di Kabupaten Garut untuk pengembangan rami, dilanjutkan dengan penyediaan benih dan pendampingan budidaya rami. Konsultasi dilaksanakan pada 25 Januari 2019 pukul 13.00 - 15.00.
Pendampingan petani rosela herbal Pendampingan budidaya rosela herbal varietas Roselindo-2 dilaksanakan oleh peneliti Balittas (Dr. Marjani) sebagai nara sumber. Kegiatan pendampingan ini merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama antara Balittas dengan PT Furusato Indonesia Mandiri. Pendampingan budidaya rosela herbal di Nganjuk
Narasumber survey kesesuaian lahan untuk pengembangan abaka di Kepulauan Riau Survey kesuaian lahan untuk pengembangan abaka dilakukan peneliti Balittas (Dr. Marjani dan Ir. Budi Santoso, MP). Kegiatan ini merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama riset antara Balittas dan PT SBS. Survey dilaksanakan pada 18-22 Februari 2019.
Konsultasi mahasiswa S3 Teknik Mesin Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS) Mahasiswa S3 (Martinus, MT) akan melaksanakan penelitian untuk desertasinya dengan membuat canvas rem kereta api dari komposit serat alam. Konsultasi dilakukan unuk memperoleh informasi tenang serat alam yang sesuai untuk pembuatan produk tersebut. Konsultasi dilaksanakan pada 26 Febuari 2019 pukul 10.00 - 12.00.
Konsutasi pengusaha CV Sagara Cotton Indonesia CV SCI menerima previlage untuk pengembangan kapas di 3 kabupaten di Sulsel, yaitu Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Konsultasi dilakukan untuk pembangunan benih kapas secara mandiri mendukung pengembangan kapas yang akan dilaksanakan seluas 1.300 ha. Konsultasi dilaksanakan pada 26 Febuari 2019 pukul 13.00 - 14.30
Konsultasi tim dari Kabupaten Jabung Timur, Jambi tentang potensi pengembangan abaka. Tim yang berkunjung untuk konsultasi dipimpin oleh Bupati Jabung Timur dengan anggota tim terdiri atas kepala dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta tim protokoler kabupaten. Konsultasi yang dilakukan adalah tentang potensi pengembangan abaka di Kabupaten Jabung Timur. Konsultasi dilaksanakan pada 28 Febuari 2019
Konsultasi dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Sumba Barat Daya tentang pengembangan kapas Pejabat yang berkunjung adalah Kasubdit Perkebunan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Sumba Barat Daya. Konsultasi yang dilakukan adalah terkait pengembangan kapas mendukung industri tenun tradisional SBD yang berpusat di Kecamatan Kodi Utara. Konsultasi dilaksanakan pada 6 Maret 2019. Hasil konsultasi: akan dilakukan diseminasi varietas unggul kapas Kaneisa 19 dan varietas kapas serat warna coklat Bronesia 3 beserta teknik budidayanya untuk mendukung industri tenun tradisional SBD.
Konsultasi dari Direktur PT. Kreasi Bangsa Mandiri, Jakarta tentang pengembangan tanaman kenaf di Aceh. Pejabat yang berkunjung adalah T. Musri. MD, Direktur PT. Kreasi Bangsa Mandiri, Jakarta. Konsultasi yang dilakukan terkait dengan rencana PT. Kreasi Bangsa Mandiri untuk memanfaatkan dana bantuan desa untuk pengembangan kenaf di Aceh. Diinformasikan bahwa PT Kreasi Bangsa Mandiri telah mempunyai teknologi proses reting berbasis enzim yang efektif, sehingga dalam produksi serat kenaf tidak diperlukan lahan untuk perendaman batang kenaf (proses retting konvensional). Konsultasi dilaksanakan pada 22 Maret 2019. Hasil konsultasi: Inisiasi kerjasama non-riset ini akan ditindaklanjuti dengan penyediaan benih unggul varietas Kenafindo 1 dan pendampingan budidaya kenaf dari Balittas untuk petani kooperator dari PT. Kreasi Bangsa Mandiri.
Konsultasi dari Sulbar Kreatif Forum (SKF) tentang rencana pengembangan kenaf di Sulawesi Barat. Konsultasi dilakukan melalui email dan surat menyurat oleh Muh. Mihram R (Koordinator SKF Provinsi Sulawesi Barat). SKF akan mengembangkan kenaf di dua lokasi: Desa Alu dan Saragian, Kecamatan Allu (12 ha); Desa Tubbi, Kec. Tubbi Taramanu, Kabupaen Polewali Mandar. Konsultasi melalui email dan surat pada 18 Maret dan 22 Maret 2019. Hasil konsultasi: (1) Balittas menyediakan benih kenaf varietas Kenafindo 1 dari UPBS Balittas sebanyak 11-15 kg/ha. (2) Balittas akan mengirimkan modul-modul budi daya dan pengolahan kenaf hingga menjadi serat. (3) Balittas akan menugaskan seorang peneliti sebagai nara sumber pada acara workshop dan penanaman kenaf sebagai bagian dari acara peringatan Hari Bumi 2019 pada 20-22 April 2019.

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat


Nama PUI: Pusat Unggulan Iptek Tanaman Serat
Lembaga Induk: Kementerian Pertanian
Provinsi: Jawa Timur
Website: http://balittas.litbang.pertanian.go.id
Alamat: Jl. Raya Karangploso Km 4. Malang

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) merupakan Balai Penelitian Nasional yang berkedudukan di Malang, dan merupakan salah satu UPT Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.  Balittas didirikan berdasarkan SK Menteri Pertanian No 613 Kpts/OT.210/S/1984. Berdasarkan SK Mentan nomor 5398/Kpts/KP.330/12/2011 tanggal 30 Desember 2011 Balittas mempunyai mandat penelitian dan pengembangan tanaman yang dikelompokkan sebagai komoditas perkebunan, yaitu tanaman serat, yang terdiri atas serat buah (kapas dan kapuk), serat batang (kenaf, yute, rami, rosela, linum, abaka) dan serat daun (sisal dan mendong); pemanis (tebu, stevia, dan bit gula); tembakau; dan minyak industri (jarak kepyar, jarak pagar, wijen, bunga matahari, dan kemiri minyak).

Dalam melaksanakan penelitian tanaman serat, Balittas didukung dengan laboratorium yang telah terakreditasi berdasarkan ISO 17025:2005 untuk laboratorium Pengujian Benih dan beberapa laboratorium lain yang sedang dipersiapkan untuk terakreditasi, yaitu laboratorium: Bioteknologi, Kultur Jaringan, Bioprosesing, Entomologi, Fitopatologi, Patologi Serangga, dan Toksikologi Serangga.  Kegiatan penelitian lapang didukung oleh 5 kebun percobaan yang masing-masing mewakili agroekologi berbeda, serta 5 rumah kaca yang dapat difungsikan sesuai dengan kebutuhan penelitan.  Penyelenggaraan manajemen Balittas dilaksanakan berdasarkan ISO SMM 9001:2008.  Diseminasi hasil penelitian Balittas dilaksanakan melalui publikasi dalam Buletin Tananam Tembakau, Serat, dan Minyak Industri yang pengelolaanya telah terakreditasi LIPI No 700/AU/P2MI-LIPI/10/2015, Prosiding Seminar Nasional, Monograf, buku, leaflet dan brosur.  Selain itu diseminasi hasil penelitian juga dilakukan melalui gelar teknologi, pameran produk teknologi, dan temu lapang dengan petani dan stakeholder.  Diseminasi hasil pelepasan varietas unggul didukung oleh Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) yang pengelolaannya berdasarkan SMM ISO 9000:2015.

Motto Balittas adalah Terdepan dalam inovasi dan pelayanan (Leading in innovation and services) dan visi Balittas adalah “Menjadi institusi handal berkelas dunia sebagai penyedia inovasi teknologi tepat guna tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri”, Sedangkan misi Balittas adalah:

Menghasilkan dan merakit teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas, mutu, dan daya saing tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri. Meningkatkan kerja sama dan diseminasi hasil penelitian. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan sarana pendukung. Memberikan saran kebijakan teknologi dalam agribisnis tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri.

Dengan demikian, maka fungsi Balittas sebagai lembaga penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau dan minyak industri adalah

Melaksanakan penelitian genetika, pemuliaan, perbenihan, dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri; Melaksanakan penelitian morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi, dan fitopatologi tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri; Melaksanakan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri; Melaksanakan penelitian penanganan hasil tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri; Memberikan pelayanan teknik penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri; Menyiapkan kerja sama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri; Melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Sampai dengan tahun 2015 Balittas telah menghasilkan lebih dari 70 varietas unggul, yang telah dilengkapi dengan paket budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.  Varietas unggul tanaman serat yang telah dilepas diantaranya adalah

Kapas: Kanesia 10, Kanesia 11, Kanesia 12, Kanesia 13, Kanesia 14, Kanesia 15, AgrI Kanesia 16, AgrI Kanesia 17, AgrI Kanesia 18, AgrI Kanesia 19, dan AgrI Kanesia 20 (pelepasan varietas pada tahun 2010-2014) Kapuk: MH 1, MH 2, MH 3, MH 4, Togo B, dan LC31 Kenaf: KR9, KR11, KR12, KR14, dan KR15 (pelepasan varietas pada tahun 2001-2007). Rami: Ramindo 1 Rosela herbal: Roselindo 1, Roselindo 2, Roselindo 3, dan Roselindo 4.

Paket budidaya tanaman serat yang dihasilkan adalah paket pengendalian hama secara terpadu (PHT) pada kapas yang menekankan pada pengendalian hayati. 

Hasil penelitian berupa produk untuk menunjang budidaya tanaman serat diantaranya adalah biopestisida, pupuk hayati, dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk pengolahan tanah maupun alsintan untuk kegiatan pasca panen.

Balittas juga menyediakan layanan jasa berupa  Layanan Konsultasi Teknologi, Penyediaan Benih Sumber, Pengujian Laboratorium, dan Perpustakaan.

 

Ruang Lingkup Riset Tanaman Serat

Pengembangan tanaman serat dilakukan untuk mendukung industri tekstil dan industri besar lainnya. Pencanangan International Year of Natural Fibres 2009 (IYNF 2009) telah memunculkan kembali peran serat alam yang menunjukkan pentingnya tanaman serat untuk dikembangkan lebih intensif.  Balittas telah menghasilkan banyak teknologi tanaman serat, diantaranya adalah varietas-varietas unggul dan teknologi budidaya tanaman serat yang efisien dan ramah lingkungan.  Hilirisasi produk hasil penelitian berupa produksi benih sumber tanaman serat dan advokasi dalam sistem perbenihan tanaman serat untuk pengembangan komoditas.  Hasil litbang Balittas telah mendapat pengakuan ilmiah (scientific recognition) dan pengakuan dampak (impact recognition).  Oleh karena itu, Balittas mempunyai posisi yang strategis untuk dikembangkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Tanaman Serat.  Pengembangan PUI tersebut diharapkan akan menguatkan kelembagaan riset melalui peningkatan kompetensi SDM, SDG, sarana dan prasarana untuk kegiatan litbang, peningkatan diseminasi hasil penelitian, dan jejaring kerjasama litbang.  Pencapaian target program tersebut di atas dilakukan dengan (1) mengoptimalkan kompetensi SDM, SDG,  sarana dan prasarana penelitian; (2) mengoptimalkan penggunaan anggaran litbang tanaman serat secara efektif dan efisien; (3)  meningkatkan efisiensi tata kelola unit kerja; (4) mengoptimalkan pelaksanaan program kerjasama litbang dengan stakeholders; (5) mengaplikasikan sistem informasi dalam semua kegiatan; dan (6) meningkatkan sistem diseminasi multichannel untuk mempercepat adopsi hasil penelitian serta membuka peluang kerjasama dengan stakeholders.

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
5650280
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
3255
7866
31903
62060
93963
2506329
5650280

Your IP: 3.234.214.113
2019-12-11 09:35:43
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.