Malang - FGD atau Focus Group Discussion ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2018 yang bertempat di Hotel Harris Malang dengan menghadirkan 6 narasumber dengan Materi :

1. Dukungan Teknologi Perbenihan Tebu oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

2. Kebijakan Pembangunan Kebun Sumber Benih Tebu dan Evaluasi Pelaksanaannya oleh Direktorat Jenderal Perkebunan

3. Strategi Penyediaan Benih Tebu : Permasalahan dan Tantangan oleh Holding PTPN Gula

4. Harapan Petani Tebu terhadap Kebijakan Perbenihan Tebu oleh APTRI

5. SNI 7312 : 2008 Benih Tebu : Masihkah Relevan? oleh Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI)

6. Sertifikasi Benih Tebu : Permasalahan dan Tantangan oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan

 Telah menghasilkan Rumusan FGD sebagai berikut :

1. Focus Group Discussion (FGD) Perbenihan Tebu yang dilaksanakan di Hotel Harris pada hari ini tanggal 23 April 2018 bertujuan untuk mendapatkan solusi terkait dengan penyediaan benih tebu yang belum memenuhi persyaratan enam tepat: jumlah, mutu, waktu, sebaran, komposisi dan harga.

2. FGD ini dihadiri oleh 6 narasumber yaitu dari Direktorat Jenderal Perkebunan; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Holding PTPN Gula; Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan dan Perwakilan Petani Tebu. Peserta FGD sebanyak 100 orang, terdiri atas peneliti, praktisi perbenihan, perusahaan swasta dan BUMN, pengambil kebijakan, serta perwakilan petani tebu.

3. Benih unggul bermutu adalah garda terdepan yang menjamin keberhasilan  proses budidaya suatu tanaman, sangat dibutuhkan oleh masyarakat petani dan juga pemerintah untuk mendukung rencana swasembada tebu.  Tahun 2018, kebutuhan benih tebu bermutu yang dicanangkan oleh Ditjenbun sebanyak  313,08 juta mata; dengan rincian untuk program perluasan perkebunan tebu seluas 12.096 hektar (di 8 Provinsi, 27 kab/kota) dan program bongkar ratoon seluas 5.218 hektar (di 5 Provinsi, 27 kab/kota), belum terhitung benih tebu lokal spesifik lokasi.

4. Permasalahan perbenihan tebu saat ini sangat kompleks, baik internal maupun eksternal, teknis maupun non teknis, permasalahan on-farm maupun off-farm, maupun permasalahan di dalam lingkup Kementerian Pertanian maupun lintas kementerian dan departemen. Beberapa permasalahan yang mengemuka adalah terbatasnya ketersediaan sumber benih yang sehat dan bermutu dari varietas unggul untuk program perluasan maupun bongkar ratoon; sertifikasi mutu benih sering diabaikan sebagai akibat proses penjangan tidak berjalan (terputus), stabilitas produktivitas sejak PC hingga ratoon; preferensi petani terhadap varietas tertentu; SNI dan penjenjangan belum jelas, harga benih relatif mahal.

5. Oleh karena itu diperlukan strategi penyediaan benih melalui pemberdayaan dan dukungan teknologi perbenihan tebu dari puslit/balit untuk menghasilkan benih varietas unggul yang berkualitas; sinkronisasi varietas unggul baru harapan; introduksi benih; dan  pengembangan kebun benih. Perencanaan dan penyediaan benih bermutu dari varietas unggul yang adaptif kondisi lingkungan akan mendukung upaya peningkatan produktivitas tebu.

6. Dukungan Teknologi Perbenihan Tebu  yang tersedia saat ini antara lain adalah penyediaan benih tebu budchip dan kultur jaringan.  Keuntungan perbenihan tebu bentuk budchip: Perbanyakan benih lebih cepat, lebih seragam, lebih sehat, daya tumbuh di lapang lebih baik, ketersediaan tepat waktu, bahan benih lebih hemat, tanaman dari bud chips lebih seragam & serentak masak, dan  biaya pengadaan benih lebih murah

7. SNI 7312-2008 terkait perbenihan tebu dirasa masih relevan walupun memerlukan revisi melalui kesepakatan nasional.

8. Untuk menyelesaikan masalah benih tebu tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kordinasi dan konsolidasi antar instansi atau pihak terkait, seperti instansi dinas, litbang, BUMN gula, PG swata, KPTR dan pihak-pihak terkait lain. Perlu dibentuk tim teknis/Pokja, yang  diharapkan dapat memfasilitasi koordinasi antar stakeholder dan kementerian terkait,  pengawalan dan pengendalikan keberhasilan program pemerintah. 

9. Dukungan kebijakan yang strategis dan berkelanjutan oleh pemerintah juga sangat diperlukan untuk menjamin penyediaan tebu dengan enam tepat. 

 

Malang, 23 April 2018                               

Tim Perumus

 

- Dr. Bambang Heliyanto (Ketua)

- Dr. Emy Sulistyowati (Sekretaris)

- Dr. Titiek Yulianti (Anggota)

- Dr. Budi Hariyono (Anggota)

- Dr. M. Cholid (Anggota)

 

(Isa)

 

Malang - FGD atau Focus Group Discussion ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2018 (satu hari) yang bertempat di Hotel Harris Malang dengan menghadirkan 6 narasumber yaitu dari Direktorat Jenderal Perkebunan; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Holding PTPN Gula; Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI); Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan; dan Perwakilan Petani Tebu. Peserta sebanyak 150 orang yang terdiri atas peneliti, praktisi perbenihan, swasta, dan pengambil kebijakan, serta perwakilan petani tebu.

Magang/Bimbingan teknis akan dilaksanakan selama 4 hari yaitu tanggal 24–27 April 2018 dengan melibatkan narasumber dari Puslitbang Perkebunan, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan; Puslit Gula PTPN X Jengkol; dan Balittas. Peserta sebanyak 40 orang terdiri atas peneliti dan teknisi dari 14 BPTP daerah pengembangan tebu; teknisi dari Kebun Percobaan lingkup Balittas; serta dari instansi swasta. Acara FGD Perbenihan dan Magang Tebu ini dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang diwakili oleh Bapak Plt. Ka. Balittas Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Dalam sambutannya disampaikan bahwa acara ini sangat penting karena semua pihak baik secara individu maupun secara institusi yang terkait dengan perkebunan tebu sangat mengharapkan adanya penyediaan benih tebu yang cukup jumlah, mutu, waktu, sebaran, varietas dan harga yang terjangkau, selanjutnya disebut sebagai 6 (enam) tepat benih tebu. Tepat jumlah artinya saat dibutuhkan tersedia benih sesuai jumlah yang dibutuhkan. Tepat mutu artinya benih tebu yang bermutu dengan kemurnian dan kesehatan terjamin sesuai ketentuan sertifikasi. Tepat waktu artinya saat dibutuhkan tersedia benih yang sesuai dengan ketentuan umur benih. Tepat sebaran/lokasi artinya lokasi sumber benih harus berdekatan dengan lahan pengembangan tebu. Tepat komposisi/varietas artinya saat benih tebu dibutuhkan tersedia varietas sesuai komposisi tipe kemasakan (awal, tengah dan lambat) yang diinginkan oleh pabrik gula dan tepat harga artinya harga benih terjangkau oleh masyarakat petani tebu. FGD dan Magang Perbenihan Tebu ini bertujuan untuk mencari solusi dalam penyediaan benih tebu dengan enam tepat benih. Beliau mengharapkan agar diskusi dalam FGD dan Magang Perbenihan Tebu lebih diarahkan untuk mencapai tujuan enam tepat benih yang sampaikan sebelumnya. (Admin)

 

Malang - Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Jurusan Prodi Agribis melakukan kunjungan di BALITTAS pada tanggal 20 April 2018.. Sebanyak 28 mahasiswa dan 2 dosen pendamping mengikuti pemaparan tentang komoditas mandat Balittas. Peserta diterima oleh Plh. Ka. Balittas didampingi oleh peneliti senior bapak Ir. Joko Hartono. Harapan dari kunjungan ini para mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim jurusan prodi agribis diharapkan lebih mengenal komoditas mandat Balittas, sehingga kedepannya dapat menumbuhkan minat untuk mempelajari dan mendalami, serta berinovasi dengan komoditas tersebut untuk kemajuan bangsa.(Admin).

MAGANG PETUGAS BENIH TANAMAN DAN PETUGAS TEKNIS PERKEBUNAN DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN PROVINSI SUMATERA BARAT

Malang – Para Petugas Benih Tanaman (PBT) dan Petugan Teknis Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat mengikuti magang untuk meningkatkan kapabilitas, pengetahuan dan keterampilan para petugas dibidangnya masing-masing. Petugas yang mengikuti magang ini sebanyak 5 orang selama 3 hari mulai tanggal 18-20 April 2018. Materi yang dipelajari antara lain : 1) Pengenalan tanaman tembakau dan Tebu, 2) Teknik perbanyakan bibit tembakau dan tebu, 3) Pengendalian hama/penyakit pada tanaman tembakau dan tebu dan 4) Praktek lapang dan kunjungan lapang (Admin) 

 

 

Dompu - Bimbingan Teknis (BimTek) Pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) Tebu dilaksanakan oleh UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan (BBTB) Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB, di Desa Beringin Jaya, Kec. Pekat, Kab. Dompu, NTB, pada tanggal 5-6 April 2018. Kegiatan dilaksanakan di lokasi uji adaptasi varietas tebu yang merupakan kerjasama BBTP dan Balittas, yang berada di wilayah pengembangan tebu petani. Kegiatan diikuti oleh petugas teknis prov.NTB, petugas teknis Kab.Dompu, petugas pendamping perkebunan (TKP3/PLP), petani mitra KBD, dan pimpinan serta petugas teknis dari pabrik gula PT.Sukses Mantap Sejahtera (SMS).

Kegiatan bertujuan untuk: Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan petugas teknis provinsi/kabupaten, petugas lapangan dan petani untuk budidaya dan penyediaan benih tebu secara berjenjang maupun untuk produksi tebu giling. Program KBD th.2018 mencakup 125 ha dengan target pengembangan untuk 3000 ha KTG. Pimpinan/Direktur PT.SMS (Bpk.Yohans) sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini, dan berharap bertambahnya areal tebu di Kab.Dompu untuk memenuhi kapasitas pabrik yang membutuhkan areal tebu 15.000 ha, dimana baru mencapai 3.000 ha.

Sebagai acara inti dalam kegiatan BimTek ini Tim Balittas menyampaikan 3 materi: Pengenalan varietas tebu adaptif di wilayah pengembangan baru (Dr. Emy Sulistyowati); Teknik budidaya tebu untuk produksi benih dan tebu giling di lahan kering (Dr. Budi Hariyono); dan Hama dan penyakit tebu serta teknik perawatan benih tebu bebas penyakit (Dr. Titiek Yulianti). Dari diskusi dicapai kesepakatan pelaksanaan kebun benih sesuai persyaratan SNI, perlu upaya perbaikan kualitas lahan, dan penerapan teknik pengendalian hama penyakit tebu yang baik. Kegiatan Bimtek dilengkapi dengan praktik di lapangan calon KBD, yakni persiapan lahan, persiapan benih, dan teknik penanaman. (Budi Haryono).

Malang – Koordinasi Kontrak kerjasama antara Distan Kabupaten Temanggung dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dilaksanakan di Balittas pada tanggal 17 April 2018. Ruang lingkup kontrak kerjasama tentang Perbaikan Varietas Tembakau Lokal Temanggung dan Peningkatan Produktivitas dan Mutu Melalui Perbaikan Teknologi Budidaya. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Temanggung, Ketahanan Pangan  beserta stafnya, Pemkab Kabupaten Temanggung dan Balittas (bidang pemuliaan, Hama dan Pengelola kerjasama). Adanya usulan varietas Kemloko yang tahan kekeringan dan tahan basah dan  Hak PVT  (varietas Kemloko 4 Agribun, Kemloko 5 Agribun dan Kemloko 6 Agribun)) yang sudah dilepas ke  BPATP. Usulan Kemloko tahan basah dan kering bisa dilakukan dengan adanya mutasi gen, kegiatan ini termasuk dalam perencanaan tahun anggaran 2019. Dalam kegiatan kerjasama yang terencana ini  disepakati jangka waktu yang dibutuhkan 5 tahun dan jika masih ada kegiatan yang belum selesai maka diadakan perpanjangan kontrak kerjasama kembali (Supriyadi)

Mesin Pengambil Mata Tunas Benih Tebu pada tegakan tanaman (Bud Chips Tegakan) tampil pada Expo RNI Inovasi Awards yang merupakan event dua tahunan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Acara ini dilaksanakan pada tanggal 3-6 April 2018 di Royal Ballroom The Springs Clup Summarecon ICE BSD Tangerang Banten. RNI Award. RNI Award merupakan ajang penghargaan bagi karya-karya terbaik yang meliputi inovasi, karya seni, karyawan terbaik, serta kinerja perusahaan

 Expo RNI Innovasi Awards dibuka oleh Direktur Utama RNI Bp. Didik Prasetyo diikuti Direktur Pengembangan Usaha , Derektur Pengendalian Usaha, Direktur Keuangan dan SDM serta para pimpinan dan staf dari berbagai unit usaha RNI diberbagai daerah. Pembukaan dilanjutkan dengan peninjauan keliling oleh Direktur Utama RNI bersama jajarannya dengan meninjau stan expo dengan diberikan waktu masing-masing stan 3 menit untuk memberikan penjelasan dan tanggapan. Peserta Expo sebanyak 22 stan khusunya dari lingkup unit usaha RNI Group ditambah Balitbangtan/Balittas dan beberapa peserta dari swasta nasional.

Pada saat kunjungan di stand Balittas Direktur Utama RNI dan jajaranya sangat antusias menanggapi adanya mesin bud chips tegakan yang dipandang sebagai terobosan teknologi baru. Penggunaan teknologi Bud chips tegakan akan mendapat keuntungan ganda baik berupa mutu benih sangat baik, nilai benih, menghemat waktu dan tenaga kerja, hasil panen KTG dan terhindar dari melimpahnya limbah sisa batang tebu yang telah diambil benihnya. Penjelasan tentang mekanisme kerja, tingkat kemudahan dan mutu benih yang telah didapat serta nilai tambah hasil samping berupa hasil panen tebu giling yang dapat menjadi harapan bagi petani dan pengembang.

Pada peragaan operasional mesin Bud chips Tegakan mendapatkan apresiasi positif dari Direktur Utama RNI. Mesin Bud chips tegakan merupakan hal yang baru dan selama ini operasional pengambilan benih tebu Bud chips dengan cara ditebang dan baru diambil benih mata tunasnya 2-3 hari berikutnya. Sedangkan mesin Bud chips tegakan menganmbil benih mata tusas tebu pada posisi di tegakan tanaman sehingga benih yang didapat masih baru dan terhindar dari kerusakan mekanis akibat tebang angkut. Hal ini menjadikan mesin Bud chips tegakan mendapatkan tanggapan positif dengan prospek lebih baik dalam menunjang suksesnya perbenihan nasional. (Edi Purlani)

Malang- Balittas mendapatkan kunjungan dari staf pengajar dan mahasiswa program S2 Unversitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, pada tanggal 4 April 2018. Kunjungan dalam rangka pengembangan kompetensi dan peningkatan SDM dipimpin oleh Pembantu Dekan III, bidang kemahasiswaan, Dr. Abdul Harris, MSi. Dalam sambutannya beliau berharap staf pengajar dan mahasiswa UMI dapat menambah wawasan tentang tanaman pemanis, serat, dan minyak industri. Kedepannya mahasiswa UMI dapat diterima sebagai tenaga magang/PKL serta mengikuti penelitian di Balittas.

Sedangkan dari Balittas yang menerima adalah koordinator program, Dr. Moh Cholid. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan sangat mengapresiasi apabila ada mahasiswa yang dapat melaksanakan kegiatan PKL dan penelitian di Balittas. Dalam diskusi beberapa dosen menanyakan keberlanjutan penelitian kapas yang pada beberapa tahun yang lalu cukup berkembang di Sulawesi Selatan. Terhadap pertanyaan tersebut, Dr. Moh Cholid menyampaikan bahwa penelitian kapas masih tetap dilaksanakan, bahkan Balittas sudah diajukan untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek tanaman serat. Pada kesempatan tersebut kedua belah pihak bersepakat untuk melakukan kerjasama yang dipayungi dengan MOU. (Admin)

 

 

Malang – Pembahasan tindak lanjut hasil temuan Asesmen Akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Penengembangan (KNAPPP) dilaksanakan pada tanggal 4 April 2018. Kegiatan ini untuk menindaklanjuti Asesmen yang dilakukan oleh Tim Asesor dari Kementerian Ristek Dikti pada tanggal 28-29 Maret 2019. Ruang lingkup kegiatan penelitian yang diusulkan meliputi bidang kepakaran 1) Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan (Food Crops Horticulture and Estate Crops System); 2) System Usaha Pertanian (Farming System) dan 3) Teknologi Pasca Panen (Post Harvest Technology. Asesmen dilakukan dengan metoda wawancara dan klarifikasi data dengan para penanggung jawab kegiatan. Salah satu kesimpulan hasil asesmen dinyatakan bahwa Balittas telah memiliki, menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu Kelitbangan berdasarkan pedoman KNAPPP 02:2017, namun keefektifannya perlu terus ditingkatkan terus menerus dengan meminimalkan faktor yang mempengaruhi partisipasi personil pada sistem yang belum optimal. Hasil dari klarifikasi dan bukti yang tersedia, Tim Asesor merekomendasikan Balittas Malang ke KNAPPP untuk dipertimbangkan diberikan akreditasi untuk ruang lingkup :

  1. 08.02 : Food Crops Horticulture and Estate Crops System (Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan);
  2. 08.04: Farming System (Sitem Usaha Pertanian) dan
  3. 08.05: Post Harvest Technology (Teknologi Pasca Panen )

Rekomendasi 11 temuan minor yang menjadi temuan Tim Asesor dibahas oleh seluruh anggota Tim pengelola KNAPPP Balittas. Setiap item temuan dibahas secara detail sesuai dengan saran dan rekomendasi dari Tim Asesor dengan menunjuk penanggung jawab masing-masing item temuan. Batas waktu penyampaian bukti fisik disepakati pada tanggal 2 Mei 2018. (Admin).

Malang – Asesmen Akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Penengembangan (KNAPPP) telah dilaksanakan di Balittas sejak tanggal 28-29 Maret 2019 oleh Tim Asesor dari Kementerian Ristek Dikti. Ruang lingkup kegiatan penelitian yang diusulkan meliputi bidang kepakaran 1) Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan (Food Crops Horticulture and Estate Crops System); 2) System Usaha Pertanian (Farming System) dan 3) Teknologi Pasca Panen (Post Harvest Technology. Asesmen dilakukan dengan metoda wawancara dan klarifikasi data dengan para penanggung jawab kegiatan.

Salah satu kesimpulan hasil asesmen dinyatakan bahwa Balittas telah memiliki , menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu kelitbangan berdasarkan pedoman KNAPPP 02:2017, namun keefektifannya perlu terus ditingkatkan terus menerus dengan meminimalkan faktor yang mempengaruhi partisipasi personil pada sistem yang belum optimal. Hasil dari klarifikasi dan bukti yang tersedia, Tim Asesor merekomendasikan Balittas Malang ke KNAPPP untuk dipertimbangkan diberikan akreditasi untuk ruang lingkup :

  1. 08.02 : Food Crops Horticulture and Estate Crops System (Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan)
  2. 08.04: Farming System (Sitem Usaha Pertanian) dan
  3. 08.05: Post Harvest Technology (Teknologi Pasca Panen )

Rekomendasi 11 temuan minor yang harus segera diklarifikasi dan menunjukkan bukti otentik (fisik) yang disampaikan ke Tim Asesor. Batas waktu penyampaian bukti fisik disepakati pada acara penutupan Asesmen KNAPP tanggal 2 Mei 2018. (Admin)

Malang – Balittas menerima kunjungan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) COOP Indonesia pada hari Selasa, 25 April 2017. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama pengembangan rosela herbal dan pendampingan petani binaan LKP COOP Indonesia.

Bapak Herson Tendean selaku pimpinan LPK COOP Indonesia berdiskusi dengan Prof. Ir. Nurindah, PhD., Ketua Program Penelitian Tanaman Serat bersama dengan para peneliti tanaman serat, Ir. Untung Setyo Budi, dan Dr. Marjani. Diskusi tersebut membahas tentang lingkup kerjasama yang meliputi pelatihan teknik budidaya, pendampingan dan pengembangan rosela herbal, dan juga pemasarannya.

Bapak Herson Tendean menyampaikan bahwa untuk pengembangan rosela herbal tersebut benihnya harus berasal dari UPBS Balittas. Tentunya hal tersebut tentunya disetujui oleh Balittas, karena benih rosela dari UPBS Balittas merupakan benih bersertifikat yang mutunya sudah terjamin.

Pertemuan ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Bapak Herson Tendean bersama Mr. Kokubo dan Mrs. Keiko Ueci pada 6 Maret 2017 berkunjung ke Balittas untuk memperkenalkan perusahaan mereka dan memberikan informasi tentang potensi pemasaran rosela herbal di Jepang. Kepala Balittas, Ir. Emy Sulistyowati, MAg., PhD., menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Beliau menyampaikan bahwa Balittas siap untuk melaksanakan kerjasama tersebut. (Isni)

Malang – Rabu (19 April 2017) Balittas menerima kunjungan dari mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Peserta kunjungan terdiri dari 120 mahasiswa dan 4 dosen pendamping dengan pimpinan Dr. Ir. Bayu Nuswantoro. Beliau menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan wawasan pengetahuan mahasiswa tentang hasil-hasil penelitian tanaman perkebunan.

Mahasiswa dan para dosen disambut oleh Ir. Moch. Machfud, MP., Kasi. Jasa Penelitian di Aula Jatropha, Balittas. Turut hadir juga para Peneliti Balittas yaitu Bapak Heri Prabowo, MSc., peneliti di bidang Entomologi, Bapak Parnidi, MSi., dan Ibu Tantri Dyah Ayu A., MSc., peneliti bidang pemuliaan tanaman.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Heri Prabowo, menyampaikan materi tentang perakitan teknologi pengendalian hama penyakit ramah lingkungan seperti pestisida nabati dan entomopatogen. Selain itu beliau juga menyampaikan hasil penelitian tentang pengembangan diversifikasi tembakau non rokok untuk pestisida nabati yang bebas nikotin.

Bapak Parnidi dan Ibu Tantri menyampaikan tentang perakitan varietas produksi tinggi tahan hama penyakit, serta penyediaan benih unggulan komoditas perkebunan. Selain memberikan informasi, para peneliti juga mengajak mahasiswa untuk berdiskusi terkait materi yang disampaikan tadi. (Isni).

Malang – Hari Jum’at tanggal 21 April 2017, telah dilaksanakan Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Tahun 2017 di Bogor. Acara tersebut dihadiri oleh anggota TP2V Tanaman Perkebunan. Sidang dipimpin oleh Ketua Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V) Tanaman Perkebunan Ir. H. Muhammad Anas, M.Si. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung mengusulkan 3 calon varietas, Kabupaten NTB dan Pihak Swasta mengusulkan 3 varietas tembakau virginia hibrida, dan Kabupaten Tulungagung mengusulkan 2 varietas unggul lokal.

Hasil sidang Pelepasan Varietas khusus komoditas tembakau Tahun 2017 disetujui 7 (tujuh) varietas baru dari 8 (delapan) varietas yang diusulkan, dengan rincian sebagai berikut :

  1. Tembakau Temanggung (3 varietas)
    • Tembakau galur 0203/11/2/1, disetujui dilepas dengan nama Kemloko 4 Agribun, tipe varietas galur murni;
    • Tembakau galur 0202/07/1/2, disetujui dilepas dengan nama Kemloko 5 Agribun, tipe varietas galur murni;
    • Tembakau galur 0205/10/1/3B, disetujui dilepas dengan nama Kemloko 6 Agribun, tipe varietas galur murni.
  2. Tembakau Virginia Hibrida NTB (3 varietas)
    • Tembakau GL 26H, disetujui dilepas dengan nama GL 26H, tipe varietas hibrida.
    • Tembakau GF 318, disetujui dilepas dengan nama GF 318, tipe varietas hibrida.
    • Tembakau NC 471, disetujui dilepas dengan nama NC 471, tipe varietas hibrida
  3. Tembakau Tulung Agung (1 varietas).
    • Tembakau Gagang Sidi, disetujui dilepas dengan nama Gagang Sidi (cs).

 

 PENAMPILAN 7 VARIETAS TEMBAKAU YANG DISETUJUI

alt=""

Malang – Penanggung Jawab Program Penelitian Tanaman Serat, Prof. Ir. Nurindah, Ph D., menerima kunjungan kerja Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), Kementerian Perindustrian di ruang diskusi Boehmeria, Balittas pada hari Kamis, 20 April 2017. Bapak Ir. Yudi Cahyono, Kepala Bidang Sarana Riset dan Standarisasi BBPK selaku pimpinan rombongan BBPK hadir bersama Dr. Susi Sugesti, Dr. Rina, Dr. Krisna, dan Dr. Hendro.

Bapak Yudi Cahyono menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk mendiskusikan materi pulp non wood. BBPK juga ingin melihat contoh-contoh serat yang dimiliki oleh Balittas. Beliau melihat sarana dan prasarana Balittas sangat mendukung kegiatan penelitian tanaman serat.

Balittas yang diwakili oleh Prof. Nurindah menyambut baik kunjungan kerja tersebut. Diharapkan antara Balittas dengan BBPK dapat bersinergi dalam penelitian serat, sehingga di masa mendatang dapat menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri terutama di dalam negeri. (Isni)

 

PENETAPAN KAWASAN ILMIAH DAN KONSERVASI BALAI PENELITIAN TANAMAN PEMANIS DAN SERAT

Malang  - Jumat (22/04/16) Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Ir. Emy Sulistyowati, MAgr., PhD., meresmikan Kawasan Ilmiah dan Konservasi yang berlokasi di Kantor Balittas dan KP. Karangploso sebagai arboretum plasma nutfah tanaman langka, kawasan bebas sampah, dan konservasi burung.

Peresmian kawasan tersebut ditandai dengan penanaman pohon langka yaitu, kemundung atau sering disebut pohon menteng (Baccaurea racemosa (Reinw.) Muell. Arg.), buah mentega atau bisbul (Diospyros blancoi A. DC.,), jambu dersono (Syzygium malaccense), wuni atau buni (Antidesma bunius (L.) Spreng.), matoa (Pometia pinnata), dan rukem atau rukam (Flacourtia rukam).

Selain menanam pohon, acara peresmian ini juga ditandai dengan pelepasan burung secara simbolis oleh Kepala Balittas, Ketua KORPRI Unit Balittas, Dr. Ir. Muhammad. Cholid, MSc., dan Ketua Tim Edukasi Bersama (TEB) Malang, Drs. Wahyu Prihanta, MKes. Acara ini dihadiri oleh AnggotaTim TEB dan pegawai Balittas.

Dalam sambutannya, Ibu Emy mengajak kepada seluruh pegawai Balittas untuk ikut berpatisipasi mendukung program tersebut, salah satunya mewujudkan kawasan bebas sampah, terutama sampah plastik..

Pada hari yang sama, juga dilaksanakan peringatan Hari Kartini di Aula Jatropha. Acara ini disemarakkan oleh penampilan dari Red Rosel Band dan lomba menghias pudding khusus karyawan (Isni)

 

 

PERAN PGPR DALAM MENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN KENAF TERHADAP NEMATODA PURU AKAR

Malang Kristiana Sri Wijayanti, SP, MP., menyampaikan materi seminar dengan judul Peran Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne incognita) pada acara Seminar Rutin yang dilaksanakan pada hari Kamis (14/04/2016) di Balittas. Materi tersebut adalah Thesis pada Program Pasca Sarjana (S2) di Universitas Brawijaya.

Ibu Kristiana menyampaikan bahwa, kenaf sebagai tanaman penghasil serat terbesar ketiga setelah kapas dan yute. Serat kenaf dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas, door trim mobil, paper bag, dan bahan pemenuhan industri lain. Dalam pengembangannya, kenaf dapat terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) nematoda Meloidogyne sp. Serangan nematoda pada tanaman kenaf dapat menurunkan produksi 20−60%.

Salah satu upaya pegendalian serangan nematoda tersebut adalah dengan menggunakan PGPR, yaitu bakteri yang hidupnya di sekitar daerah perakaran, hidupnya berkoloni dan berperan sangat menguntungkan bagi tanaman. PGPR berperan secara langsung menyediakan dan memfasilitasi penyerapan unsur hara dalam tanah serta mensintesis berbagai fitohormon pemacu tumbuh, sedangkan peran secara tidak langsung berkaitan dengan kemampuan menekan aktivitas patogen dengan cara menghasilkan berbagai senyawa/metabolit seperti antibiotik, asam salisilat (SA), asam jasmonat (JA), fenole, dan etilen (ET).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Ibu Kristiana menyampaikan kesimpulan penelitiannya sebagai berikut:

  1. PGPR P. fluorescens menghasilkan penekanan telur nematoda yang terbaik sebesar 86,39% dan penekanan intensitas penyakit sebesar 71,95% bila dibandingkan kontrol,
  2. Cara aplikasi PGPR dengan perendaman benih berpengaruh dalam menekan intensitas penyakit 9,02% lebih baik dibandingkan aplikasi tanpa perendaman benih,
  3.  Aplikasi dengan cara perendaman benih dengan P. fluorescens memberikan penekanan jumlah juvenil nematoda di tanah yang terbaik sebesar 90,56% dibandingkan kontrol, dan
  4. P. fluorescens secara tunggal yang diaplikasikan dengan perendaman benih memiliki kemampuan menginduksi ketahanan tanaman yang paling baik pada tanaman kenaf. 

(Isni)

Karakterisasi Gen Penyandi Enzim Putresin N-Metiltransferase: Enzim Kunci dalam Biosintesis Nikotin pada Tembakau

Malang – Balittas menyelenggaran Seminar Rutin pada hari Kamis (14/04/2016) di Aula Jatropha, Balittas. Seminar kali ini mengangkat judul penelitian, Karakterisasi Gen Penyandi Enzim putresin N-metiltransferase: Enzim Kunci dalam Biosintesis Nikotin Pada Tembakau (Nicotiana tabacum) dengan pembicara Dr. Ir. Sesanti Basuki, MPhil. Judul tersebut merupakan Desertasi Ibu Sesanti pada Program Doktoral (S3) IPB.

Dalam presentasinya, dia menyampaikan bahwa tujuan penelitian yang dilakukannya adalah untuk mengisolasi fragmen gDNA dan cDNA dari gen PMT asal tembakau lokal menggunakan primer degenerate dan mengkarakterisasi fragmen gen PMT menggunakan pendekatan genomik. Dari penelitian yang telah dilakukan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

  1. Protein kandidat gen Ntpmt_Sindoro1 diduga menyandikan enzim putresin N-metiltransferase yang terkait dalam biosintesis nikotin pada tanaman tembakau, dan
  2. Kandidat gen Ntpmt_Sindoro1 adalah gen PMT3 yang berasal dari tembakau lokal varietas Sindoro1

Sekuen kandidat gen Ntpmt_Sindoro1 terdaftar pada bank gen NCBI (National Centre for Biotechnology Information), untuk sekuen DNA genom dengan nomor aksesi JQ438825 dipublikasikan sejak tahun 2012 dan sekuen cDNA dengan nomor aksesi JX978277 telah dipublikasikan sejak tahun 2013.

Hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan untuk deteksi dini kadar nikotin tembakau pada fase pembibitan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendukung pengembangan tembakau dengan kadar nikotin rendah.

Dalam seminar ini juga disampaikan materi dengan judul Peran Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne incognita) dengan pembicara Kristiana Sri Wijayanti, SP, MP. (Isni)

Kepala Pusat Litbang Perkebunan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi., memberikan arahan terkait Evaluasi Proposal Kegiatan Penelitian TA 2017 di Balittas (11/04/16). “Proposal kegiatan penelitian untuk tahun ini sudah bagus dan proporsional”, kata Bapak Kapus. Acara ini dibuka oleh Kepala Balittas, Ir. Emy Sulistyowati, MAgr, PhD., dan dihadiri oleh seluruh pegawai Balittas. Setelah memberikan pengarahan, acara dilanjutkan dengan diskusi dengan para pegawai Balittas (isni)

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng

Malang – Balittas dan Dishutbun Kab. Buleleng melaksanakan kerjasama dalam menyelenggarakan Magang Tembakau White Burley di Balittas. Magang ini diikuti oleh 12 orang peserta yang terdiri dari petani tembakau Kab. Buleleng dan petugas dari Dishutbun Kab. Buleleng. Acara berlangsung selama dua hari (21–22 April 2015) dibuka secara resmi oleh Kepala Balittas, Ir. Mastur, M.Si, Ph.D.

Pada hari pertama, diberikan beberapa materi oleh tim pengajar. Materi tersebut antara lain Budi Daya Tembakau sesuai dengan “Good Tobacco Practices”, Pengelolaan Plasma Nutfah Tembakau, dan pengelolaan Mutu Benih dan Bibit Tembakau. Materi pada hari kedua antara lain Pengendalian Hama Tembakau, Pengendalian Penyakit Tembakau, Panen dan Pasca Panen Tembakau.

Di akhir acara, magang ditutup secara resmi sekaligus penyerahan sertifikat dan CD materi oleh Kasie. Jasa Penelitian, Ir. Moch. Machfud, MP. Sebelum penutupan, ketua rombongan, Kabid. Produksi Dishutbun Kab. Buleleng, Bapak Wayan Narte, menyampaikan kesan dan pesan selama melaksanakan magang.(isni 3 lestari)

Malang – Pada hari Minggu (19/04/15) telah dilaksanakan Launching Angklung Balitbangtan oleh Bapak Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Haryono, M.Sc. di Aula Jatropha, Balittas. Acara tersebut adalah salah satu rangkaian acara Rapim lingkup Balitbangtan yang dilaksanakan di Balittas pada tanggal 19 s.d 20 April 2015.

Acara dibuka oleh Bapak Kapus Litbang Perkebunan, Dr. Ir. M. Syakir, MS. dan dilanjutkan dengan arahan Kepala Balitbangtan sekaligus Launching Angklung Balitbangtan. Launching ditandai dengan membunyikan angklung oleh Bapak Kepala Badan.

Anggota Angklung Balitbangtan terdiri dari Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dan Karyawati lingkup Balitbangtan sejumlah 45 orang. Angklung Balitbangtan mempersembahkan 5 buah lagu yang secara khusus ditampilkan pada acara tersebut, yaitu Ibu Kita Kartini, Kicir-Kicir, Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, dan Sepanjang Jalan Kenangan. (isni 3 lestari)

Malang – Rapat Pimpinan (Rapim) Lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah dilaksanakan di Balittas pada hari Senin (20/04/15). Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Haryono, M.Sc. didampingi oleh Sekretaris Badan, Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng. Rapim dihadiri oleh para pejabat Eselon II, Eselon III, dan Eselon IV lingkup Balitbangtan.

Dalam Rapim tersebut membahas beberapa materi yaitu rencana pelaksanaan kegiatan litbang kedelai dan aneka umbi APBNP 2015 dan 2016, rencana pelaksanaan kegiatan litbang tebu dan kakao APBNP 2015 dan 2016, rencana pelaksanaan kegiatan litbang sapi APBNP 2015 dan perencanaan program TA. 2016, dan rencana pelaksanaan kegiatan litbang cabai dan bawang APBNP 2015 dan 2016.

Sehari sebelumnya Bapak Kepala Badan beserta pejabat Eselon II, II, dan IV lingkup Balitbangtan melaksanakan kunjungan ke beberapa UPT Balitbangtan yang ada di Pasuruan dan Malang, antara lain ke Lolit Sapi Potong, Balittas, Balitjestro, dan Balitkabi. Malam harinya dilaksanakan Launching Angklung Balitbangtan oleh Bapak Kepala Badan, Dr. Ir. Haryono, M.Sc di Balittas. (isni 3 lestari)

Malang – Kamis (16/04/15) Tembakau madura termasuk kelompok tembakau semi-oriental, dengan kandungan nikotin rendah sampai sedang, memiliki aroma yang baik dan rasa gurih. Komposisi tembakau madura dalam racikan rokok kretek berkisar antara 14-22%, seiring dengan meningkatnya konsumsi rokok ringan komposisi racikan meningkat menjadi 25-30%. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tembakau madura dengan cara menyilangkan tembakau maduran dengan tembakau semi-oriental yang mempunyai daun banyak. Hasil pengujian selama tiga tahun menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji di lahan tegal rata-rata jumlah daunnya berkisar 21,1 - 22,6 helai, hasil tersebut lebih baik dari varietas pembandingnya yaitu Prancak N-2.Hasil persilangan tersebut menghasilkan varietas unggul baru tembakau Madura yang disetujui untuk dilepas oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V), Kementerian Pertanian. Sidang pelepasan varietas tanaman perkebunan dilaksanakan pada tanggal 15-16 April 2015 di wisma tamu Puspiptek-Serpong.

(isni 3 lestari)

Malang – Jumat (10/04/15) telah dilaksanakan Serah Terima Jabatan Ketua KORPRI Unit Balittas di Aula Jatropha. Acara ini diawali dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala Balai.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Ketua KORPRI disaksikan oleh Kepala Balittas. Berdasarkan SK Kepala Balai Nomor 97 Tahun 2015, menunjuk Dr. Ir. Moch. Cholid, M.Sc. sebagai Ketua KORPRI Unit Balittas masa bakti 2015–2019.

Ketua KORPRI sebelumnya, Prof. Subiyakto dengan masa bakti 2010-2014 menyampaikan sambutan sekaligus laporan pertanggungjawaban beliau selama menjabat sebagai Ketua KORPRI. Dalam sambutannya beliau juga menyampaikan pesan-pesan kepada Ketua KORPRI yang baru agar meningkatkan kegiatan KORPRI dan membawa KORPRI Unit Balittas ini menjadi lebih baik di masa mendatang. (Isni Tri Lestari)(isni 3 lestari)

Malang – Pelatihan/Magang Tebu Dinas Pekebunan Prov. Sumatera Barat bekerjasama dengan Balittas dilaksanakan di Balittas selama dua hari (7-8 April 2014). Pelatihan/magang dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Balai, Ir. Erna Nurdjajati, M.Sc.

Rombongan dari Disbun Prov. Sumatra Barat dipimpin oleh Kabid. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dra. Reno Budi. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan/magang yang diikuti oleh anggota kelompok tani dari Prov. Sumatera Barat, berbeda dari sebelumnya yang pernah mengikuti pelatihan/magang tembakau, karena yang didalami adalah tentang budidaya tanaman tebu.

Pelatihan/magang diawali dengan materi Praktek Pembuatan Benih Tebu Budchip dengan narasumber Bapak Edi Purlani, SP., kemudian dilanjutkan dengan Proses Pembuatan Gula Merah dengan narasumber Ir. Abi Dwi Hastono. Selain materi tadi, ada juga materi lainnya yaitu Pengelolaan Tebu untuk Gula Merah dan Konservasi Lahan Tebu di Sumatera Barat. Keduanya disampaikan oleh Prof. Subiyakto.(isni 3 lestari)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0530369
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
1160
23768
118474
98596
457903
656
530369

Your IP: 54.157.61.68
2019-05-23 01:52:21
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.