Bunga matahari (Helianthus annuus L.) tanaman semusim dari familia Asteraceae termasuk komoditas penghasil minyak. Kandungan minyak biji bunga matahari berkisar antara 23-45%, mengandung asam linoleat 44-77% dan asam oleat 11,70%. Manfaat minyak bunga matahari antara lain: minyak goreng, bahan baku margarine, kosmetik, dan obat-obatan. Bungkil atau ampas hasil pemerasan minyak mengandung 13-20% protein yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Akhir-akhir ini tanaman tersebut banyak diminati oleh petani maupun pengusaha karena banyak manfaatnya.

Pemuliaan tanaman bunga matahari umumnya ditujukan untuk memperoleh varietas dengan 1). produksi biji dan kandungan minyak yang tinggi, 2). kandungan protein dan asam lemak, 3). ketahanan terhadap cekaman abiotik dan biotik. Tahap perkembangan tanaman bunga matahari meliputi periode perkecambahan, fase vegetatif dan generatif. Balittas telah melakukan seleksi plasma nutfah bunga matahari dan memperoleh beberapa aksesi potensial yang produktivitasnya tinggi. Dari hasil uji multilokasi yang dilakukan di empat lokasi yaitu Pasirian (Lumajang), Kalipare (Malang), Sumberrejo (Bojonegoro), dan Asembagus (Situbondo) Jawa Timur, diperoleh satu aksesi (Ha. 1) dengan produksi biji bernas 1,44 ton/ha dengan kadar minyak >28%. Selanjutnya aksesi ini akan diproses untuk pelepasannya sebagai varietas unggul bunga matahari. (Rully D.P.)

Malang – Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat menyelenggarakan acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Balittas dengan tema Menjalin Ukhuwah Untuk Meningkatkan Kebersamaan dan Produktivitas Kinerja.

Acara yang berlangsung sejak 08.00 WIB ini, dilaksanakan di Aula Jatropha, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat pada hari Kamis (21/06/18). Acara tersebut dihadiri oleh karyawan karyawati Balittas beserta keluarga, para purnabakti Balittas, para pejabat di lingkup Kec. Karangploso, dan perwakilan dari UPT Kementan lingkup Malang Raya.

Acara Halal Bi Halal dibuka oleh pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh saudara Ahmad Salsabil dan sari tilawah oleh saudari Farida Rahayu. Lalu dilanjutkan oleh sambutan dari Kepala Balittas, Dr. Ir. Mohammad Cholid, M.Sc. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh keluarga besar Balittas dan para tamu undangan yang hadir serta memberikan dorongan positif untuk seluruh keluarga besar Balittas supaya dapat lebih produktif dan inovatif dalam bekerja sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat. Pada acara ini juga diisi oleh ceramah agama oleh Dr. Sudirman L. Nahrowi.

Acara ini dimeriahkan oleh penampilan dari Paduan Suara yang terdiri dari anak-anak lab dan mahasiswa magang serta Red Rosell Band. Dipenghujung acara, seluruh tamu undangan melakukan salam-salaman dan saling bermaafan, kemudian acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan ramah tamah. (I.S)

KEMENTAN DUKUNG PENGEMBANGAN IKM TENUN BERSAMA KEMENPERIN DAN PEMDA KAB. TIMOR TENGAH SELATAN

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepakat untuk mendukung program pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) tenun dengan menyediakan bahan baku kapas di Kab. Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut diwujudkan dalam penandatangan nota kesepahan bersama (MoU) antara Kementan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Ir. Bambang, MM., Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., dengan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, S.Teks, MA., dan Bupati Timor Tengah Selatan, Paulus Victor Rolland Mella. Acara penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Kantor Ditjen IKM pada hari Selasa, 13 Juni 2017.

Program pengembangan IKM tenun dilaksanakan melalui penyediaan bahan baku serat kapas di Kab. TTS. Direktorat Jenderal Perkebunan telah menanam kapas seluas 13 hektar di Kecamatan Mollo Barat. Pada bulan Mei tahun 2017, untuk mendukung program tersebut Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) telah membuat demplot tanaman kapas di lokasi yang sama seluas 2 hektar.

Ditjen IKM Kemenperin akan memberikan bantuan pendampingan desain dan peralatan mesin gining dan mesin tenun kepada pengrajin di sentra tenun Kab. TTS sebagai tindak lanjut dari program pendampingan pada 2016. Gati Wibawaningsih menyampaikan, “Kementan menyiapkan bahan bakunya dan Kemenperin membantu beberapa mesin untuk memproduksi kapas dan mengolahnya dengan mesin ginning, sampai dengan serat kapas yang siap untuk dipintal. (Isni)

emysulisty.
Unit Kerja:
Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat
Pendidikan :
S3
Bidang Penelitian :
Pemuliaan dan Genetika Tanaman
Email :
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Profil

Dr. Ir. Emy Sulistyowati, M.Ag. Mendapatkan gelar sarjana pertanian bidang Budidaya Pertanian dari Universitas Brawijaya di Malang pada tahun 1985. Gelar Masters of Agricultural Biotechnology diraih dari pendidikan S2 yang ditempuh dari tahun 1993 sampai 1995 di Waite Institute, The University of Adelaide, Australia dengan tesis berjudul "DEVELOPMENT OF MOLECULAR MARKERS TO DISTINGUISH VESICULAR-ARBUSCULAR MYCORHIZAL FUNGI". Adapun kualifikasi doktor (Ph.D., tahun 2004) jurusan Bioteknologi diraih dari The University of Queensland, Australia (1998-2003) dengan disertasi berjudul "CUCUMBER MOSAIC VIRUS : VIRUS MOVEMENT, RESISTANCE, DISEASE SYMPTOMS, AND SUPPRESSION OF GENE SILENCING". Selama bekerja sebagai peneliti Balittas telah mengikuti pelatihan-pelatihan antara lain Teknologi Benih, Pengujian Mutu Serat, Statistika Pertanian, Teknologi Kultur Jaringan, dan Agricultural Biotechnology.

Yang bersangkutan diangkat sebagai pegawai negeri sipil di Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat di Malang pada tahun 1989. Tugas utamanya adalah mengkoordinir dan melaksanakan penelitian pemuliaan tanaman kapas. Jabatan yang sekarang ini disandang di instansi tersebut di atas adalah sebagai Pemimpin Program Penelitian Serat Buah (Kapas dan Kapok) terhitung dari 1 April 2004.

Jabatan fungsional Peneliti Utama bidang Pemuliaan Tanaman telah diterima sejak tahun 2016 dan aktif berperan serta dalam pelepasan varietas unggul kapas Kanesia 1 Kanesia 9. Publikasi karya ilmiah baik sebagai penulis tunggal, penulis utama atau co-author telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah ataupun prosiding pertemuan ilmiah tingkat regional, nasional, maupun internasional dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

 PUBLIKASI NASIONAL

  1. Toleransi 60 aksesi kapas terhadap cekaman salinitas pada fase vegetatif. 2010. Jurnal Penelitian Tanaman Industri 16(1): 20-26.
  2. Perkembangan Penggunaan Varietas untuk Program Pengembangan Kapas (Gossypium). 2010. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 16(1): 9-12.
  3. Kanesia 10 - Kanesia 13: Empat Varietas Kapas Baru Berproduksi Tinggi. 2009. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Vol. 15 No. 1, Hal. 24-32. Maret 2009. Bogor. ISSN 0853-8212. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
  4. Perbaikan varietas untuk peningkatan produktivitas dan mutu serat kapas. 2009. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Vol. 15 No. 2, Hal. 66-76. Juni 2009. Bogor. ISSN 0853-8212. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
  5. Variasi Genetik Beberapa Spesies Kapas (Gossypium sp.) berdasarkan Keragaman Pita Isozym. 2009. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Vol. 15 No. 4, Hal. 174-183. Desember 2009. Bogor. ISSN 0853-8212. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
  6. Pemanfaatan Teknologi Transgenik untuk Perakitan Varietas Unggul Kapas Tahan Kekeringan. 2009. Jurnal Perpektif. Review Penelitian Tanaman Industri. Vol. 8. No.2. Tahun 2009. Hal: 93-107.
  7. HSC 138, HSC 188, dan HSD 51: Varietas Kapas Hibrida Eks Cina sebagai Varietas Alternatif Menunjang Pengembangan Kapas Nasional. 2008. AGRITEK. Vol. 16. No. 4. April 2008. Hal: 649-655. Jurnal ilmu-ilmu : Pertanian. Teknologi. Kehutanan. Terakreditasi No. 026/Dikti/Kep/2005, ISSN 0852-5426. Institut Pertanian Malang.
  8. Evaluasi Ketahanan Terhadap Cekaman Kekeringan Menggunakan Simulasi PEG-6000 Pada Tanaman Kapas Muda. AGRITEK, Vol. 16 No. 5. Hal 678-948. Mei 2008. Malang. Jurnal ilmu-ilmu :Pertanian. Teknologi. Kehutanan. Terakreditasi No. 026/Dikti/Kep/2005, ISSN 0852-5426. Institut Pertanian Malang.
  9. Potensi Hasil Galur-galur F1 Mandul Jantan Kapas Pada Persilangan Alami. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. Vol. 14 No. 2, Hal. 43-86. Juni 2008. Bogor. ISSN 0853-8212. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
  10. Sequence Diversity of 2b Gene of Australian CMV Isolates. Prosiding Seminar Nasional Bioetika Pertanian hal 107-114. ISBN: 978-602-8218-40-5. Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Kedeputian Bidang Dinamika Masyarakat (kementrian Negara Ristek dan Komisi Bioetika Nasional. Bogor 29 Mei 2008.

PUBLIKASI INTERNASIONAL

  1. Progress on the development of high yielding cotton varieties in Indonesia. Publish on line pada www.icac.org. A paper presented in the 4th Meeting of the Asia Cotton Researtch and Development Network (ACDRN) di Anyang, Cina tanggal 23-26 September 2008.
  2. Host range, symptom expression, and RNA 3 sequaence analysis of six Australian strains of Cucumber mosaic virus. Australasian Plant Pathology 33: 505-512; 2004.
  3. Cucumber mosaic virus Infection Transiently Breaks dsRNA-Induced Transgenic Immunity to Potato virus Y in Tobacco. Molecular Plant-Microbe Interactions 16(10): 936-944; 2003.
  4. Suppression of Gene Silencing: A Threat to Virus-Resistant Transgenic Plants?. Trends in Plant Scence 6(6): 246-247; 2001.
  5. Intersporal Genetic Varieation of Gigaspora margarita, a Vesicular Arbuscular Mycorrhizal Fungus, Revealed by M13 Minisatellite-Primed PCR. Applied and Environmental Microbiology 63(2): 676-678. 1997.

Peneliti Utama

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

PENGAWASAN RENDEMEN TEBU DI JAWA TIMUR
TAHUN GILING 2014 DAN 2015

Malang  - Prof. Dr. Subiyakto menjadi pembicara pada Seminar Lingkup Balittas dengan topik Hasil Pengawasan Rendemen Tebu di Jawa Timur dan Sistem Perbaikan Perbenihan Tebu. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (06/06/16) di Aula Jatropha dan dihadiri oleh para peneliti dan teknisi Balittas. Seminar dibuka oleh Kepala Balittas, Ibu Ir. Emy Sulistyowati., MAg., PhD.

Dalam presentasinya, Prof. Subiyakto menyampaikan bahwa pengawasan rendemen tebu di Jawa Timur ini dimaksudkan untuk membangun transparansi dan saling percaya antara petani tebu dan pabrik gila (PG) dalam penentuan rendemen. Sasarannya adalah kegiatan pendampingan/pengawalan analisis rendemen tebu petani di 31 pabrik gula di Jawa Timur. Pengawasan rendemen tebu dilakukan pada tahun giling 2014 dan 2015.

Beliau menyampaikan ada tiga tujuan pengawasan rendemen tebu di Jawa Timur ini, yaitu: 

  • Untuk memahami dan mengetahui alur proses pengolahan tebu mulai dari tebang sampai menjadi gula dan simpul-simpul kritis penyebab rendemen tidak optimal,
  • mengkaji kelancaran proses dan simpul kritis pengolahan tebu di PG, dan
  • mengkaji korelasi potensi rendemen, rendemen sementara dan rendemen efektif.

Kesimpulan dari hasil pelaksanaan pengawasan tersebut adalah sebagai berikut, 

  1. alur proses pengolahan tebu sampai menjadi gula dimulai dari tebang, muat, angkut, dan giling. Masing-masing tahap proses mempunyai permasalahan sendiri-sendiri,
  2. varietas BL (Bululawang) merupakan varietas yang disukai oleh petani dan mendominasi PG di Jawa Timur,
  3. realisasi produksi pada tahun 2015 terjadi peningkatan dari 71,73 ton/ha menjadi sebesar 85,30 ton/ha atau meningkat 13,57 ton/ha (18,91%), tetapi terjadi penurunan nilai trash 1,23%, terjadi peningkatan brix depan PG/brix meja 0,22%, terjadi peningkatan pol 0,83%, peningkatan kadar nira tebu (KNT) 1,23%, peningkatan nilai nira perahan pertama (NNPP) 0,94, peningkatan rendemen potensial (RP) 0,78, peningkatan rendemen sementara (RS) 0,72, peningkatan rendemen efektif (RE) dari 7,45 menjadi 8,26 atau 0,81% dan peningkatan hablur dari 5,38 ton/ha menjadi 7,05 ton/ha atau peningkatan 1,67 ton/ha (31,04%).
  4. tebu di Jawa Timur tidak terlalu kotor dengan rata-rata nilai trash 4,26%, di bawah ketentuan ≤5%,
  5. pengangkutan tebu dari kebun sampai halaman PG memerlukan waktu yang tidak terlalu lama, rata-rata 1,54 jam. Hal ini menunjukkkan bahwa jalan produksi di Jawa Timur sudah baik,
  6. lama tunda giling PG di Jawa Timur rata-rata 13,80 jam, di atas ketentuan lama tunda giling (≤12 jam),
  7. hampir semua PG di Jawa Timur mematok faktor rendemen (FR) 0,68, kecuali PG Krebet Baru (0,69−0,71). PG Jatiroto mematok FR 0,59–0,65. Hal ini berarti sebagian besar PG di Jawa Timur belum mematok FR sesuai Perda.
  8. kajian korelasi RP, RS, dan RE menunjukkan bahwa variasi RE 67−93% ditentukan faktor RS dan 7−23% ditentukan oleh faktor lain. Berbeda dengan hasil perhitungan korelasi 2014, variasi RE 55% ditentukan oleh faktor RS dan 45% ditentukan oleh faktor lain.
  9. PG Tjoekir dan PG Ngadirejo dalam tiga tahap pengamatan mencapai produksi hablur di atas target perda (>8 ton/ha).

(Isni)

 

 

KEUNGGULAN PERBENIHAN BUD CHIPS/SBP

Malang  - Seminar Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dilaksanakan pada hari Selasa (06/06/16) di Aula Jatropha dengan pembicara Prof. Dr. Subiyakto. Pada sesi presentasi ke dua, beliau menyampaikan judul seminar Sistem Perbaikan Perbenihan Tebu.

Prof. Subiyakto menyampaikan tentang konsep sistem perbaikan perbenihan tebu untuk meningkatkan produktivitas. Menurut beliau, sistem benih tebu yang selama ini menggunakan budset memiliki banyak kekurangan, yaitu penjenjangan benih tebu terlalu panjang butuh waktu lama, periode benih tebu sangat singkat hanya 3 bulan, pengali penangkaran kebun benih tebu 1:6 (boros, butuh lahan luas), biaya perbanyakan dan pengiriman benih bagal/bud sets mahal, kebutuhan benih/ha dalam bentuk bud sets terlalu tinggi (33 ribu mata), daya tumbuh benih bud sets sering mengalami penurunan, fisik benih kurang seragam, bahan benih harus berasal dari plant cane. .

Untuk mengatasi hal tersebut, pengembangan perbenihan dengan system bud chips dapat menjadi pilihan. Bud chips merupakan bibit tebu berupa potongan satu mata tunas. Kelebihan teknik perbanyakan benih dengan menggunakan system bud chips sebagai berikut:

  1. Perbanyakan benih lebih cepat (bagal 1:7−8; bud chips 1:20−25);
  2. Benih lebih seragam (seleksi berkali-kali);
  3. Benih lebih sehat (HWT lebih efektif ≥ mata tunas);
  4. Daya tumbuh di lapang lebih baik (media tanam ikut); − Ketersediaan tepat waktu (tahan 1 tahun);
  5. Bahan benih lebih hemat (±18 ribu bud chips/ha);
  6. Tanaman dari bud chips lebih seragam & serentak masak, produksi lebih tinggi;
  7. Biaya pengadaan benih lebih murah (1: 20−25).

Prof. Subiyakto juga menyampaikan ada kelemahan dari perbenihan bud chips. Kelemahannya antara lain perlu investasi/biaya untuk menyediakan alat bud chipper, Hot Water Treatment (HWT), tray atau polibag, besi atau kawat penyangga papan benih bud chips, bak plastik, bak pengiriman benih/bak pengiriman buah, tempat bangunan, lahan, dan lain-lain, perlu pelatihan pembuatan benih bud chips kepada para penangkar benih, perlu SOP penanaman benih bud chips untuk perbenihan dan sertifikasinya. (Isni)

Malang – Selama dua hari (16-17/06/15) di Balittas telah dilakukan audit eksternal SMM ISO 9001:2008 oleh PT. Mutu Agung Lestari (Bapak Arka A. Hidayat selaku auditor). Acara ini didahului dengan Opening Meeting di Aula Jatropha dan dihadiri oleh seluruh karyawan dan karyawati Balittas.

Dalam acara tersebut Bapak Kepala Balai, Ir. Mastur, MSi., PhD., menyampaikan pengarahan tentang kebijakan mutu, sasaran mutu, komitmen pelaksanaan SMM ISO 9001:2008, dan himbauan kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan kinerjanya.

Ruang lingkup audit eksternal ini meliputi, tanggung jawab manajemen (top management dan wakil manajemen); pengendalian dokumen dan rekaman, audit internal, kepuasan pelanggan; SDM; proses pengadaan; sarana dan prasarana; realisasi produksi.

Menurut laporan yang disampaikan oleh auditor pada acara Closing Meeting, hasil audit SMM ISO 9001:2008 yang dilaksanakan oleh Balittas menunjukkan tidak ada indikasi potensi ketidaksesuaian, hanya ada beberapa saran untuk ditindaklanjuti. Secara umum sistem manajemen mutu yang dilaksanakan Balittas sudah sesuai standar yang ditetapkan

Acara tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Manajemen (Ir. Erna Nurdjajati, MSc.) Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama seluruh karyawan dan karyawati Balittas dalam pelaksanaan audit. (isni 3 lestari)

Malang – Jumat (12/06/15) Balittas menerima kunjungan dari Dinas Pertanian Kab. Demak. Kunjungan yang dilaksanakan dalam rangka Anjangkarya tersebut diikuti oleh 30 orang, dengan ketua rombongan Drs. Suwarno (Kabid. Perkebunan dan Kehutanan). Peserta terdiri dari petani tembakau dan penyuluh.

Rombongan diterima oleh Kasubbag Tata Usaha, Ir. Erna Nurdjajati, MSc. Setelah acara sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan. Balittas memberikan publikasi hasil penelitian, dan Distan Kab. Demak menyerahkan kenang-kenangan bibit jambu merah.

Pemaparan materi singkat dan diskusi dengan para peneliti Balittas, antara lain Ir. Joko Hartono, Ir. Andi M. Amir, dan Ruly Hamida, MSc. Setelah acara diskusi, dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium benih, kultur jaringan dan ke lahan percobaan tanaman tembakau. (isni 3 lestari)

Malang – Pada hari Rabu (10/06/15) Balittas menerima kunjungan dari Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kab. Blora. Kunjungan yang dipimpin oleh Ibu Nugraheni W. U. selaku Kabid Perkebunan tersebut diterima oleh Kepala Balai, Ir. Mastur, MSi., PhD. Peserta kunjungan terdiri dari para petani tembakau dan penyuluh pertanian sejumlah 80 orang.

Dalam acara tersebut Bapak Kepala Balai juga didampingi dengan para peneliti Balittas antara lain, Ir. Moch Sholeh, Ir. Fatkhurrohman, dan Ruly Hamida, MSc. Dalam sambutannya, Bapak Kepala Balai menyampaikan bahwa Balittas membuka kerjasama dalam pengembangan penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri.

Setelah acara sambutan, dilanjutkan dengan acara diskusi umum dengan para peneliti Balittas. Diskusi membahas tentang pemupukan yang tepat untuk tanaman tembakau, budidaya tanaman tembakau yang baik di wilayah Kab. Blora.

Salah satu peserta magang juga mengharapkan ada kerjasama untuk menggali potensi tembakau lokal untuk dikembangkan menjadi varietas lokal Kab. Blora. Setelah acara diskusi dilanjutkan dengan berkeliling di lingkungan Kantor Balittas dan KP. Karangploso. (isni 3 lestari)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0561587
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
13828
18550
149692
98596
489121
656
561587

Your IP: 34.229.151.87
2019-05-24 18:12:39
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.