Malang - FGD atau Focus Group Discussion ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2018 yang bertempat di Hotel Harris Malang dengan menghadirkan 6 narasumber dengan Materi :

1. Dukungan Teknologi Perbenihan Tebu oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

2. Kebijakan Pembangunan Kebun Sumber Benih Tebu dan Evaluasi Pelaksanaannya oleh Direktorat Jenderal Perkebunan

3. Strategi Penyediaan Benih Tebu : Permasalahan dan Tantangan oleh Holding PTPN Gula

4. Harapan Petani Tebu terhadap Kebijakan Perbenihan Tebu oleh APTRI

5. SNI 7312 : 2008 Benih Tebu : Masihkah Relevan? oleh Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI)

6. Sertifikasi Benih Tebu : Permasalahan dan Tantangan oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan

 Telah menghasilkan Rumusan FGD sebagai berikut :

1. Focus Group Discussion (FGD) Perbenihan Tebu yang dilaksanakan di Hotel Harris pada hari ini tanggal 23 April 2018 bertujuan untuk mendapatkan solusi terkait dengan penyediaan benih tebu yang belum memenuhi persyaratan enam tepat: jumlah, mutu, waktu, sebaran, komposisi dan harga.

2. FGD ini dihadiri oleh 6 narasumber yaitu dari Direktorat Jenderal Perkebunan; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Holding PTPN Gula; Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan dan Perwakilan Petani Tebu. Peserta FGD sebanyak 100 orang, terdiri atas peneliti, praktisi perbenihan, perusahaan swasta dan BUMN, pengambil kebijakan, serta perwakilan petani tebu.

3. Benih unggul bermutu adalah garda terdepan yang menjamin keberhasilan  proses budidaya suatu tanaman, sangat dibutuhkan oleh masyarakat petani dan juga pemerintah untuk mendukung rencana swasembada tebu.  Tahun 2018, kebutuhan benih tebu bermutu yang dicanangkan oleh Ditjenbun sebanyak  313,08 juta mata; dengan rincian untuk program perluasan perkebunan tebu seluas 12.096 hektar (di 8 Provinsi, 27 kab/kota) dan program bongkar ratoon seluas 5.218 hektar (di 5 Provinsi, 27 kab/kota), belum terhitung benih tebu lokal spesifik lokasi.

4. Permasalahan perbenihan tebu saat ini sangat kompleks, baik internal maupun eksternal, teknis maupun non teknis, permasalahan on-farm maupun off-farm, maupun permasalahan di dalam lingkup Kementerian Pertanian maupun lintas kementerian dan departemen. Beberapa permasalahan yang mengemuka adalah terbatasnya ketersediaan sumber benih yang sehat dan bermutu dari varietas unggul untuk program perluasan maupun bongkar ratoon; sertifikasi mutu benih sering diabaikan sebagai akibat proses penjangan tidak berjalan (terputus), stabilitas produktivitas sejak PC hingga ratoon; preferensi petani terhadap varietas tertentu; SNI dan penjenjangan belum jelas, harga benih relatif mahal.

5. Oleh karena itu diperlukan strategi penyediaan benih melalui pemberdayaan dan dukungan teknologi perbenihan tebu dari puslit/balit untuk menghasilkan benih varietas unggul yang berkualitas; sinkronisasi varietas unggul baru harapan; introduksi benih; dan  pengembangan kebun benih. Perencanaan dan penyediaan benih bermutu dari varietas unggul yang adaptif kondisi lingkungan akan mendukung upaya peningkatan produktivitas tebu.

6. Dukungan Teknologi Perbenihan Tebu  yang tersedia saat ini antara lain adalah penyediaan benih tebu budchip dan kultur jaringan.  Keuntungan perbenihan tebu bentuk budchip: Perbanyakan benih lebih cepat, lebih seragam, lebih sehat, daya tumbuh di lapang lebih baik, ketersediaan tepat waktu, bahan benih lebih hemat, tanaman dari bud chips lebih seragam & serentak masak, dan  biaya pengadaan benih lebih murah

7. SNI 7312-2008 terkait perbenihan tebu dirasa masih relevan walupun memerlukan revisi melalui kesepakatan nasional.

8. Untuk menyelesaikan masalah benih tebu tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kordinasi dan konsolidasi antar instansi atau pihak terkait, seperti instansi dinas, litbang, BUMN gula, PG swata, KPTR dan pihak-pihak terkait lain. Perlu dibentuk tim teknis/Pokja, yang  diharapkan dapat memfasilitasi koordinasi antar stakeholder dan kementerian terkait,  pengawalan dan pengendalikan keberhasilan program pemerintah. 

9. Dukungan kebijakan yang strategis dan berkelanjutan oleh pemerintah juga sangat diperlukan untuk menjamin penyediaan tebu dengan enam tepat. 

 

Malang, 23 April 2018                               

Tim Perumus

 

- Dr. Bambang Heliyanto (Ketua)

- Dr. Emy Sulistyowati (Sekretaris)

- Dr. Titiek Yulianti (Anggota)

- Dr. Budi Hariyono (Anggota)

- Dr. M. Cholid (Anggota)

 

(Isa)

 

Malang - FGD atau Focus Group Discussion ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2018 (satu hari) yang bertempat di Hotel Harris Malang dengan menghadirkan 6 narasumber yaitu dari Direktorat Jenderal Perkebunan; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Holding PTPN Gula; Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI); Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan; dan Perwakilan Petani Tebu. Peserta sebanyak 150 orang yang terdiri atas peneliti, praktisi perbenihan, swasta, dan pengambil kebijakan, serta perwakilan petani tebu.

Magang/Bimbingan teknis akan dilaksanakan selama 4 hari yaitu tanggal 24–27 April 2018 dengan melibatkan narasumber dari Puslitbang Perkebunan, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan; Puslit Gula PTPN X Jengkol; dan Balittas. Peserta sebanyak 40 orang terdiri atas peneliti dan teknisi dari 14 BPTP daerah pengembangan tebu; teknisi dari Kebun Percobaan lingkup Balittas; serta dari instansi swasta. Acara FGD Perbenihan dan Magang Tebu ini dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang diwakili oleh Bapak Plt. Ka. Balittas Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Dalam sambutannya disampaikan bahwa acara ini sangat penting karena semua pihak baik secara individu maupun secara institusi yang terkait dengan perkebunan tebu sangat mengharapkan adanya penyediaan benih tebu yang cukup jumlah, mutu, waktu, sebaran, varietas dan harga yang terjangkau, selanjutnya disebut sebagai 6 (enam) tepat benih tebu. Tepat jumlah artinya saat dibutuhkan tersedia benih sesuai jumlah yang dibutuhkan. Tepat mutu artinya benih tebu yang bermutu dengan kemurnian dan kesehatan terjamin sesuai ketentuan sertifikasi. Tepat waktu artinya saat dibutuhkan tersedia benih yang sesuai dengan ketentuan umur benih. Tepat sebaran/lokasi artinya lokasi sumber benih harus berdekatan dengan lahan pengembangan tebu. Tepat komposisi/varietas artinya saat benih tebu dibutuhkan tersedia varietas sesuai komposisi tipe kemasakan (awal, tengah dan lambat) yang diinginkan oleh pabrik gula dan tepat harga artinya harga benih terjangkau oleh masyarakat petani tebu. FGD dan Magang Perbenihan Tebu ini bertujuan untuk mencari solusi dalam penyediaan benih tebu dengan enam tepat benih. Beliau mengharapkan agar diskusi dalam FGD dan Magang Perbenihan Tebu lebih diarahkan untuk mencapai tujuan enam tepat benih yang sampaikan sebelumnya. (Admin)

 

Malang - Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Jurusan Prodi Agribis melakukan kunjungan di BALITTAS pada tanggal 20 April 2018.. Sebanyak 28 mahasiswa dan 2 dosen pendamping mengikuti pemaparan tentang komoditas mandat Balittas. Peserta diterima oleh Plh. Ka. Balittas didampingi oleh peneliti senior bapak Ir. Joko Hartono. Harapan dari kunjungan ini para mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim jurusan prodi agribis diharapkan lebih mengenal komoditas mandat Balittas, sehingga kedepannya dapat menumbuhkan minat untuk mempelajari dan mendalami, serta berinovasi dengan komoditas tersebut untuk kemajuan bangsa.(Admin).

MAGANG PETUGAS BENIH TANAMAN DAN PETUGAS TEKNIS PERKEBUNAN DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN PROVINSI SUMATERA BARAT

Malang – Para Petugas Benih Tanaman (PBT) dan Petugan Teknis Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat mengikuti magang untuk meningkatkan kapabilitas, pengetahuan dan keterampilan para petugas dibidangnya masing-masing. Petugas yang mengikuti magang ini sebanyak 5 orang selama 3 hari mulai tanggal 18-20 April 2018. Materi yang dipelajari antara lain : 1) Pengenalan tanaman tembakau dan Tebu, 2) Teknik perbanyakan bibit tembakau dan tebu, 3) Pengendalian hama/penyakit pada tanaman tembakau dan tebu dan 4) Praktek lapang dan kunjungan lapang (Admin) 

 

 

Dompu - Bimbingan Teknis (BimTek) Pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) Tebu dilaksanakan oleh UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan (BBTB) Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB, di Desa Beringin Jaya, Kec. Pekat, Kab. Dompu, NTB, pada tanggal 5-6 April 2018. Kegiatan dilaksanakan di lokasi uji adaptasi varietas tebu yang merupakan kerjasama BBTP dan Balittas, yang berada di wilayah pengembangan tebu petani. Kegiatan diikuti oleh petugas teknis prov.NTB, petugas teknis Kab.Dompu, petugas pendamping perkebunan (TKP3/PLP), petani mitra KBD, dan pimpinan serta petugas teknis dari pabrik gula PT.Sukses Mantap Sejahtera (SMS).

Kegiatan bertujuan untuk: Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan petugas teknis provinsi/kabupaten, petugas lapangan dan petani untuk budidaya dan penyediaan benih tebu secara berjenjang maupun untuk produksi tebu giling. Program KBD th.2018 mencakup 125 ha dengan target pengembangan untuk 3000 ha KTG. Pimpinan/Direktur PT.SMS (Bpk.Yohans) sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini, dan berharap bertambahnya areal tebu di Kab.Dompu untuk memenuhi kapasitas pabrik yang membutuhkan areal tebu 15.000 ha, dimana baru mencapai 3.000 ha.

Sebagai acara inti dalam kegiatan BimTek ini Tim Balittas menyampaikan 3 materi: Pengenalan varietas tebu adaptif di wilayah pengembangan baru (Dr. Emy Sulistyowati); Teknik budidaya tebu untuk produksi benih dan tebu giling di lahan kering (Dr. Budi Hariyono); dan Hama dan penyakit tebu serta teknik perawatan benih tebu bebas penyakit (Dr. Titiek Yulianti). Dari diskusi dicapai kesepakatan pelaksanaan kebun benih sesuai persyaratan SNI, perlu upaya perbaikan kualitas lahan, dan penerapan teknik pengendalian hama penyakit tebu yang baik. Kegiatan Bimtek dilengkapi dengan praktik di lapangan calon KBD, yakni persiapan lahan, persiapan benih, dan teknik penanaman. (Budi Haryono).

Malang – Koordinasi Kontrak kerjasama antara Distan Kabupaten Temanggung dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dilaksanakan di Balittas pada tanggal 17 April 2018. Ruang lingkup kontrak kerjasama tentang Perbaikan Varietas Tembakau Lokal Temanggung dan Peningkatan Produktivitas dan Mutu Melalui Perbaikan Teknologi Budidaya. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Temanggung, Ketahanan Pangan  beserta stafnya, Pemkab Kabupaten Temanggung dan Balittas (bidang pemuliaan, Hama dan Pengelola kerjasama). Adanya usulan varietas Kemloko yang tahan kekeringan dan tahan basah dan  Hak PVT  (varietas Kemloko 4 Agribun, Kemloko 5 Agribun dan Kemloko 6 Agribun)) yang sudah dilepas ke  BPATP. Usulan Kemloko tahan basah dan kering bisa dilakukan dengan adanya mutasi gen, kegiatan ini termasuk dalam perencanaan tahun anggaran 2019. Dalam kegiatan kerjasama yang terencana ini  disepakati jangka waktu yang dibutuhkan 5 tahun dan jika masih ada kegiatan yang belum selesai maka diadakan perpanjangan kontrak kerjasama kembali (Supriyadi)

Mesin Pengambil Mata Tunas Benih Tebu pada tegakan tanaman (Bud Chips Tegakan) tampil pada Expo RNI Inovasi Awards yang merupakan event dua tahunan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Acara ini dilaksanakan pada tanggal 3-6 April 2018 di Royal Ballroom The Springs Clup Summarecon ICE BSD Tangerang Banten. RNI Award. RNI Award merupakan ajang penghargaan bagi karya-karya terbaik yang meliputi inovasi, karya seni, karyawan terbaik, serta kinerja perusahaan

 Expo RNI Innovasi Awards dibuka oleh Direktur Utama RNI Bp. Didik Prasetyo diikuti Direktur Pengembangan Usaha , Derektur Pengendalian Usaha, Direktur Keuangan dan SDM serta para pimpinan dan staf dari berbagai unit usaha RNI diberbagai daerah. Pembukaan dilanjutkan dengan peninjauan keliling oleh Direktur Utama RNI bersama jajarannya dengan meninjau stan expo dengan diberikan waktu masing-masing stan 3 menit untuk memberikan penjelasan dan tanggapan. Peserta Expo sebanyak 22 stan khusunya dari lingkup unit usaha RNI Group ditambah Balitbangtan/Balittas dan beberapa peserta dari swasta nasional.

Pada saat kunjungan di stand Balittas Direktur Utama RNI dan jajaranya sangat antusias menanggapi adanya mesin bud chips tegakan yang dipandang sebagai terobosan teknologi baru. Penggunaan teknologi Bud chips tegakan akan mendapat keuntungan ganda baik berupa mutu benih sangat baik, nilai benih, menghemat waktu dan tenaga kerja, hasil panen KTG dan terhindar dari melimpahnya limbah sisa batang tebu yang telah diambil benihnya. Penjelasan tentang mekanisme kerja, tingkat kemudahan dan mutu benih yang telah didapat serta nilai tambah hasil samping berupa hasil panen tebu giling yang dapat menjadi harapan bagi petani dan pengembang.

Pada peragaan operasional mesin Bud chips Tegakan mendapatkan apresiasi positif dari Direktur Utama RNI. Mesin Bud chips tegakan merupakan hal yang baru dan selama ini operasional pengambilan benih tebu Bud chips dengan cara ditebang dan baru diambil benih mata tunasnya 2-3 hari berikutnya. Sedangkan mesin Bud chips tegakan menganmbil benih mata tusas tebu pada posisi di tegakan tanaman sehingga benih yang didapat masih baru dan terhindar dari kerusakan mekanis akibat tebang angkut. Hal ini menjadikan mesin Bud chips tegakan mendapatkan tanggapan positif dengan prospek lebih baik dalam menunjang suksesnya perbenihan nasional. (Edi Purlani)

Malang- Balittas mendapatkan kunjungan dari staf pengajar dan mahasiswa program S2 Unversitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, pada tanggal 4 April 2018. Kunjungan dalam rangka pengembangan kompetensi dan peningkatan SDM dipimpin oleh Pembantu Dekan III, bidang kemahasiswaan, Dr. Abdul Harris, MSi. Dalam sambutannya beliau berharap staf pengajar dan mahasiswa UMI dapat menambah wawasan tentang tanaman pemanis, serat, dan minyak industri. Kedepannya mahasiswa UMI dapat diterima sebagai tenaga magang/PKL serta mengikuti penelitian di Balittas.

Sedangkan dari Balittas yang menerima adalah koordinator program, Dr. Moh Cholid. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan sangat mengapresiasi apabila ada mahasiswa yang dapat melaksanakan kegiatan PKL dan penelitian di Balittas. Dalam diskusi beberapa dosen menanyakan keberlanjutan penelitian kapas yang pada beberapa tahun yang lalu cukup berkembang di Sulawesi Selatan. Terhadap pertanyaan tersebut, Dr. Moh Cholid menyampaikan bahwa penelitian kapas masih tetap dilaksanakan, bahkan Balittas sudah diajukan untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek tanaman serat. Pada kesempatan tersebut kedua belah pihak bersepakat untuk melakukan kerjasama yang dipayungi dengan MOU. (Admin)

 

 

Malang – Pembahasan tindak lanjut hasil temuan Asesmen Akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Penengembangan (KNAPPP) dilaksanakan pada tanggal 4 April 2018. Kegiatan ini untuk menindaklanjuti Asesmen yang dilakukan oleh Tim Asesor dari Kementerian Ristek Dikti pada tanggal 28-29 Maret 2019. Ruang lingkup kegiatan penelitian yang diusulkan meliputi bidang kepakaran 1) Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan (Food Crops Horticulture and Estate Crops System); 2) System Usaha Pertanian (Farming System) dan 3) Teknologi Pasca Panen (Post Harvest Technology. Asesmen dilakukan dengan metoda wawancara dan klarifikasi data dengan para penanggung jawab kegiatan. Salah satu kesimpulan hasil asesmen dinyatakan bahwa Balittas telah memiliki, menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu Kelitbangan berdasarkan pedoman KNAPPP 02:2017, namun keefektifannya perlu terus ditingkatkan terus menerus dengan meminimalkan faktor yang mempengaruhi partisipasi personil pada sistem yang belum optimal. Hasil dari klarifikasi dan bukti yang tersedia, Tim Asesor merekomendasikan Balittas Malang ke KNAPPP untuk dipertimbangkan diberikan akreditasi untuk ruang lingkup :

  1. 08.02 : Food Crops Horticulture and Estate Crops System (Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan);
  2. 08.04: Farming System (Sitem Usaha Pertanian) dan
  3. 08.05: Post Harvest Technology (Teknologi Pasca Panen )

Rekomendasi 11 temuan minor yang menjadi temuan Tim Asesor dibahas oleh seluruh anggota Tim pengelola KNAPPP Balittas. Setiap item temuan dibahas secara detail sesuai dengan saran dan rekomendasi dari Tim Asesor dengan menunjuk penanggung jawab masing-masing item temuan. Batas waktu penyampaian bukti fisik disepakati pada tanggal 2 Mei 2018. (Admin).

Malang – Asesmen Akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Penengembangan (KNAPPP) telah dilaksanakan di Balittas sejak tanggal 28-29 Maret 2019 oleh Tim Asesor dari Kementerian Ristek Dikti. Ruang lingkup kegiatan penelitian yang diusulkan meliputi bidang kepakaran 1) Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan (Food Crops Horticulture and Estate Crops System); 2) System Usaha Pertanian (Farming System) dan 3) Teknologi Pasca Panen (Post Harvest Technology. Asesmen dilakukan dengan metoda wawancara dan klarifikasi data dengan para penanggung jawab kegiatan.

Salah satu kesimpulan hasil asesmen dinyatakan bahwa Balittas telah memiliki , menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu kelitbangan berdasarkan pedoman KNAPPP 02:2017, namun keefektifannya perlu terus ditingkatkan terus menerus dengan meminimalkan faktor yang mempengaruhi partisipasi personil pada sistem yang belum optimal. Hasil dari klarifikasi dan bukti yang tersedia, Tim Asesor merekomendasikan Balittas Malang ke KNAPPP untuk dipertimbangkan diberikan akreditasi untuk ruang lingkup :

  1. 08.02 : Food Crops Horticulture and Estate Crops System (Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan)
  2. 08.04: Farming System (Sitem Usaha Pertanian) dan
  3. 08.05: Post Harvest Technology (Teknologi Pasca Panen )

Rekomendasi 11 temuan minor yang harus segera diklarifikasi dan menunjukkan bukti otentik (fisik) yang disampaikan ke Tim Asesor. Batas waktu penyampaian bukti fisik disepakati pada acara penutupan Asesmen KNAPP tanggal 2 Mei 2018. (Admin)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0561732
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
13973
18550
149837
98596
489266
656
561732

Your IP: 34.229.151.87
2019-05-24 18:16:30
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.