Balittas : Penjajagan dalam rangka rencana kerjasama pemuliaan tembakau antara: PT. Sadhana, Universitas Kentucky, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) & Universitas Surabaya (Ubaya)dilaksanakan di kantor PT. Sadhana pada tanggal 11 Juli 2018. Rintisan Kerjasama bertujuan untuk menangani permasalahan TSNAs (Tobacco Specific NitrosAmines) pada tembakau dengan cara perakitan tembakau Low Converter TSNAs. (LC TSNA) Konsultan dari Universitas Kentucky, USA (Ms. Anne Jack) menyampaikan tentang proses terbentuknya TSNAs, dampak TSNAs terhadap kesehatan dan varietas tembakau Low Converter dengan kadar TSNAs rendah. Sedangkan peneliti Balittas menyampaikan terkait prosedur pendaftaran, pelepasan dan perlindungan varietas di Indonesia.

Rosela herbal varietas Roselindo-1, Roselindo-2,Roselindo-3 dan Roselindo-4 telah dilepas pada tahun 2015. Varietas Roselindo-2, yaitu varitas dengan karakter warna calyx ungu, sejak 2016 telah dimanfaatkan oleh industri minuman di Jepang, yaitu Sunkirashike Co. Ltd. Produk minuman sehat yang terbuat dari calyx utuh Roselindo-2 tersebut bernama Rosela Tea dan telah digemari oleh masyarakat pecinta minuman herbal.

Pengembangan pemanfaatan varietas-varietas unggul rosela herbal dilakukan oleh peneliti Balittas dengan membuat produk yang diberi nama Roselindo Tea, yaitu calyx rosela herbal yang berbentuk serbuk dalam kantong teh (tea bag).

Pada tanggal 9 Juli 2018, Mr. Kokubo Ken dan Ms. Keiko Uechi, owner dari Sunkirashike Co. Ltd. berkunjung ke Balittas untuk konsultasi tentang produk rosela herbal varietas Roselindo 2 yang akan dibeli dari petani di Nganjuk yang selanjutnya diolah menjadi produk Rosela Tea.

Selain konsultasi, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan Roselindo Tea melalui uji organoleptik. Uji tersebut melibatkan 4 jenis Roselindo Tea, yaitu 3 jenis berupa blending calyx Roselindo-1 dan Roselindo-2 dengan 3 macam komposisi, dan Roselindo-2. Hasil uji organoleptik tersebut menunjukkan bahwa kedua panelis Jepang dapat menerima rasa, falvour, maupun warna ekstrak dari Roselindo Tea baik yang berupa blending dua varietas Roselindo maupun hanya Roselindo-2.

Berdasarkan hasil tersebut, pihak Sunkirashike Co. Ltd. akan memasarkan calyx Roselindo-2 berbentuk serbuk dalam kantong teh (Roselindo Tea) di Jepang. Penerimaan Sunkirashike Co. Ltd terhadap Roselindo Tea akan diperkuat dengan penandatanganan MoU yang akan dilaksanakan pada 16 Oktober 2018 dalam satu rangkaian acara Indonesia Innovation Day 2018 di Kobe, Jepang, dimana Roselindo Tea merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang dipamerkan. Roselindo Tea merupakan produk unggul minuman herbal yang berasal dari budidaya dan pengolahan varietas unggul rosela herbal hasil karya peneliti Balittas. (Nurindah)

Balittas : Upaya pemenuhan kebutuhan gula, pemerintah membuka lebar-lebar kepada pihak swasta untuk mendirikan pabrik gula. PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) pada tahun 2016 membangun Pabrik Gula baru di Dompu, NTB dengan luas area tertanam (HGU dan mitra) seluas 5.299 ha. Saat itu areal yang terpanen hanya 1.477 ha dengan produksi tebu 62.353 ton dan menghasilkan hablur 3.325 ton. Rendemennya tergolong rendah hanya 5,3%. Produktivitas hablur tergolong rendah hanya 2,12 ton/ha, hablur nasional rata-rata 4,98 ton/ha. PT SMS mengandalkan lahan di lereng Gunung Tambora di Kabupaten Dompu dan kini mulai mengepakkan sayapnya di Kabupaten Bima. Rendahnya produktivitas antara lain disebabkan karena daerah ini adalah daerah baru untuk tanaman tebu. Petani belum paham tentang budidaya tebu yg benar, pemeliharaan belum optimal dan terkesan seadanya.

Selain itu sebagian besar lahan kering tadah hujan, kurang subur berjenis tanah regosol didominasi pasir dan liat. Kabupaten Dompu punya iklim yang tegas yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hujan dimulai pada bulan November dan berakhir pada bulan Mei. Bulan Juni sampai Oktober adalah bulan kering. Saat musim hujan tebu ditanam karena dalam pertumbuhannya tebu perlu air yang cukup. Saat musim kemarau adalah untuk pembentukan gula, karena gula terbentuk optimal di lapang dalam kondisi kering. Tebang dilakukan dalam musim kemarau, kondisi lapangan tidak becek dan memudahkan transportasi. Upaya PT SMS mengais gula di lereng Gunung Tamboro perlu diberi apresiasi karena memberikan ladang pekerjaan baru bagi penduduk sekelilingnya. Agar memberi manfaat yang optimal masih banyak upaya yang harus dilakukan agar sesuai namanya PT SMS, menjadikan sukses, mantap dan mensejahterakan masyarakat sekelilingnya. Berdasar informasi petani kekeringan yang jadi kekawatiran petani walau di beberapa daerah bisa di atasi dengan pompa. Karena tergantung dari air tadah hujan tentu waktu tanam tebu harus tepat waktu. Varietas yang ditanam harus sesuai kondisi kering selain dipilih tebu yang batangnya keras agar tidak dirusak hama kera dan babi. Keterbatasan tenaga kerja harus dibantu mekanisasi. Tenaga tebang juga masih mendatangkan dari luar daerah. Tentu harus ada perbaikan yang menyeluruh mulai dari on farm dan off farm. Pabrik Gula harus menggunakan mesin yang efisien. Jangan sampai karena pabrik yang tidak efisien dibebankan petani.

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum langkah-langkah yang lain dilakukan adalah uji adaptasi varietas komersial yang sesuai dengan kondisi daerah kering. Uji adaptasi varietas ini sangat penting dan perlu dilakukan, karena setiap varietas mempunyai karakter genetik yang berbeda. Masing-masing varietas pada kondisi lingkungan terbatas, umumnya menunjukkan respon yang berbeda. Dengan diketahuinya keunggulan dan toleransi masing-masing varietas pada kondisi lingkungan terbatas, maka penempatan varietas pada tipologi wilayah tumbuh yang sesuai dapat memberikan konstribusi hasil potensi rendemen yang terbaik. Kegiatan uji adaptasi yang diprakarsai oleh UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) bertujuan untuk mendapatkan varietas yang sesuai dengan kondisi ekologi setempat dengan indikator produktivitas tebu dan rendemen tinggi atau hablur tinggi. Hasil sementara menunjukkan bahwa dari 10 varietas tebu yang dicoba beberapa menunjukkan daya adaptasi yang baik untuk daerah tersebut. Berdasarkan indikator hablur yang dihasilkan dapat ditarik kesimpulan bahwa varietas-varietas PS 862 (masak awal tengah) disusul VMC 86-550 (masak awal) dan PS 864 (masak tengah lambat) mempunyai daya adaptasi yang baik di lokasi uji dan varietas tersebut berpotensi untuk dikembangkan di daerah tersebut. (Subiyakto Sudarmo)

SERAT KENAF

Di Indonesia, bahan baku pulp dan kertas umumnya berasal dari kayu, baik kayu daun (hardwood) maupun kayu jarum (softwood), lantaran ketersediaannya melimpah. Meskipun demikian, penggunaan kayu secara terus-menerus bisa menimbulkan dampak buruk terkait perubahan iklim dan ekosistem. Karena itu, penggunaan serat non-kayu sebagai alternatif bahan baku kertas, selain terkait dampak buruk lingkungan, juga didasari oleh karakteristik serat non-kayu yang berbeda dengan serat kayu.

Istilah serat bundel adalah serat yang diperoleh dari tanaman-tanaman serat batang dan daun. Serat bundel yang diperoleh dari proses penyeratan tanaman penghasil serat alam memiliki potensi untuk digunakan pada berbagai jenis industri. Tanaman-tanaman penghasil serat bundel dari batang dan daun, di antaranya kenaf, rami, agave (sisal), abaka, jute, dan rosela.

  

SERAT RAMI

Serat bundel dari beberapa tanaman tersebut dapat diperoleh menggunakan mesin dekortikator dan beberapa yang lain melalui proses perendaman untuk menghilangkan komponen non-serat. Komponen utama serat bundel terdiri dari selulosa sebagai komponen terbesar, lignin, dan hemiselulosa, sehingga biasa disebut sebagai serat lignoselulosa.

Karena telah berbentuk lajuran-lajuran bak benang, serat bundel dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karung, matras, dan kerajinan tangan atau sebagai bahan baku industri, seperti industri komposit, geotekstil, tekstil, dan pulp kertas.

 

        SERAT ABACA

Bahan baku non-kayu yang biasa digunakan dan diteliti sebagai pulp dan kertas, antara lain bambu, ampas tebu, tandan kosong kelapa sawit, jerami, batang tanaman kapas, dan tanaman-tanaman penghasil serat batang dan daun.

Kelebihan serat bundel hasil proses penyeratan dibanding bahan baku non-kayu lainnya adalah komponen bukan seratnya jauh lebih rendah, sehingga proses produksi lebih efisien karena proses penghilangan komponen non-selulosa jauh lebih ringan.

 

SERAT AGAVE

Karakteristik menguntungkan lainnya dari serat bundel adalah memiliki serat panjang (lebih dari 2,1 mm). Beberapa hasil penelitian menunjukkan, serat abaka memiliki panjang serat 4,79-6,12 mm, serat kenaf 2,74-4,24 mm, serat rami 120-150 mm, dan serat agave 3,29-5,27 mm.

Meskipun tidak selalu memiliki hubungan linier antara panjang serat dan kekuatan kertas, serat yang panjang pada umumnya akan menghasilkan kertas yang lebih kuat karena titik tangkap terhadap gaya yang mengenainya akan semakin besar.

Kertas dengan kekuatan tarik, retak, dan sobek yang tinggi dibutuhkan untuk kertas-kertas khusus agar tidak mudah rusak dan tidak mudah dipalsukan. Beberapa jenis kertas khusus tersebut, antara lain kertas uang, materai, kertas cukai, dan kertas berharga lainnya. (Arini Hidayati Jamil/Balittas)

Kantong plastik diintroduksikan pada tahun 1970an untuk menggantikan kantong kertas yang telah dibuat dan digunakan sejak abad 19. Harga kantong plastik memang lebih murah dibandingkan dengan kantong kertas, tetapi penggunaan kantong plastik mempunyai konsekuensi negatif terhadap lingkungan. Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia (International Plastic Bag Free Day) memberi peluang besar bagi produsen kantong kertas untuk mengembalikan kejayaan kantong kertas.

Kembali ke serat alam untuk mendukung kebutuhan hidup dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup.memberi peluang besar bagi produsen kantong kertas untuk mengembalikan kejayaan kantong kertas. Untuk produksi kantong kertas diperlukan bahan dari tanaman yg mengandung selulosa. Tanaman serat, seperti kenaf, rosela, rami dan kapas merupakan bahan untuk membuat kantong kertas atau jenis kertas lain yg berkualitas tinggi. Penggunaan tanaman serat non-kayu untuk bahan baku kertas lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan serat dari kayu.

Kembali ke serat alam untuk mendukung kebutuhan hidup dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup.

AUDIT EKSTERNAL SMM ISO 9001:2015 TAHUN 2017

Malang – Selama empat hari (10 s.d 14 Juli 2017), Balittas telah melaksanakan audit eksternal SMM ISO 9001:2015 oleh PT. Mutu Agung Lestari dengan auditor Ibu Rakhma Indah Kurniasih. Acara ini didahului dengan Opening Meeting di Aula Jatropha dan dihadiri oleh seluruh karyawan dan karyawati Balittas.

Pembukaan oleh Kepala Balittas, Ir. Emy Sulistyowati, MAg., PhD., dan Ketua Tim Audit Eksternal, Ir. Fitriningdyah Tri Kadarwati, MS. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari auditor yaitu Ibu Rakhma Indah Kurniasih. Beliau menyampaikan bahwa tujuan audit ini adalah.

  1. Memeriksa konsistensi kesesuaian dan pemenuhan SMM yang diterapkan organisasi terhadap standar ISO 9001:2015;
  2. Memeriksa tindak lanjut hasil audit sebelumnya;
  3. Meninjau peluang-peluang untuk peningkatan sistem manajemen di organisasi;
  4. Memeriksa penggunaan logo sertifikasi.

Metode audit yang digunakan adalah sampling dan wawancara dengan penanggung jawab area, meninjau dokumen, dan kunjungan lapang. Ruang lingkup audit eksternal ini meliputi penelitian dan pengembangan bidang tanaman pemanis, serat, tembakau dan minyak industri dan Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS).

Acara ini ditutup secara resmi oleh Wakil Manajemen yaitu Ir. Erna Nurdjajati, MSc., dan ketua tim Audit Eksternal. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama seluruh karyawan dan karyawati Balittas dalam pelaksanaan audit. (Isni Tri Lestari)

HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR BALITTAS

Malang – Karyawan dan karyawati Balittas serta tamu undangan dari beberapa instansi hadir di Aula Jatropha untuk mengikuti acara Halal Bi Halal keluarga besar Balittas. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin (3 Juli 2017). Turut hadir pula dalam acara tersebut para Purna Tugas Balittas, Perangkat Desa Kepuharjo, dan Muspika Kec. Karangploso.

Acara dibuka oleh Kepala Balittas, Ibu Ir. Emy Sulistyowati, M.Ag., Ph.D. Beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan yang hadir. Setelah beliau memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan Tauziah oleh Ustad Azhar Reza S.Hum. yang membahas tentang pentingnya Silaturahmi. Selanjutnya disemarakkan dengan hiburan dari Red Rossel Band dan Paduan Suara Balittas. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan saling memaafkan dengan seluruh undangan yang hadir.

KELUARGA BESAR BALAI PENELITIAN TANAMAN PEMANIS DAN SERAT (BALITTAS)

mengucapkan

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin”

 

MAGANG/PELATIHAN PETANI TEMBAKAU KAB. BANGLI

Malang  - Petani tembakau dan pendamping dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Kab. Bangli melaksanakan Magang/Pelatihan Teknis Tembakau di Balittas selama dua hari (21−22 Juli 2016). Acara tersebut dilaksanakan di ruang diskusi Nicotiana - Balittas Malang dan diikuti oleh 7 orang petani dan 3 Petugas Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perhutanan Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Acara ini dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Balittas, Ir. Moch. Machfud, MP. (Isni)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0530360
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
1151
23768
118465
98596
457894
656
530360

Your IP: 54.157.61.68
2019-05-23 01:51:57
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.