Launching dan Distribusi 10 Juta Benih Perkebunan Untuk Petani Indonesia diselenggarkan pada 24 September 2018. Kegiatan yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan komoditas perkebunan.

Malang – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) dalam rangka Field Trip Disbun Jatim pada tanggal 26 September 2018. Rombongan diikuti oleh para petugas dan petani dari 11 kabupaten penghasil tembakau di Jawa Timur sebanyak 120 orang.

Rombongan diterima oleh Dr. Ir. Sesanti Basuki M.Sc mewakili Kepala Balittas sekaligus sebagai pemulia tembakau dan Ir. M. Sholeh di Aula Jatropha Balittas. Acara field trip diawali dengan sambutan dari Kepala Seksi Tanaman Tembakau Disbun Tingkat I Jatim, Ir. Hariyanto, dilanjutkan oleh Bu Sesanti Basuki mewakili Kepala Balai, dan menyampaikan materi pembekalan mengenai pemurnian varietas.

Materi yang disampaikan menekankan mengenai kemurnian varietas tembakau yang merupakan salah satu mandat komoditas Balittas. Seringkali banyak oknum yang tidak bertanggung jawab atau karena kurangnya pemahaman sehingga terjadi penggantian nama, mencampur, bahkan menggandakan varietas.

Acara dilanjutkan oleh pembekalan materi oleh Pak Sholeh mengenai Good Tobacco Practices (GTP), dimana Budi Daya Tembakau Berdasar GTP, yang berisi pembahasan mengenai pemilihan lokasi, kemurnian benih, serta budi daya antara lain, waktu tanam, jarak tanam, pemupukan, pemeliharaan, panen dan prosesing. Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. (Admin)

 


Litbang memiliki banyak informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat. UPT memiliki peran untuk bisa mengidentifikasi teknologi yang ada, mengemasnya dan mendiseminasikan dengan baik agar dapat diterima umum dengan optimal.

 

Hasil – hasil TIK sudah menjadi pekerjaan kita, tanpa itu kita tidak bisa menunjukkan apa yang kita lakukan, apa yang belum kita lakukan dan apa isi kandungan dari kegiatan yang akan kita lakukan, dan kita harus bisa memilah mana yang harus diekspos dan mana yang tidak.

 

Pokok bahasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Badan litbang penelitian dalam satu sesi acara koordinasi pengelola TIK lingkup Balitbang di Hotel UNY Yogyakarta.

 

Kegiatan Koordinasi Pengelola TIK lingkup balitbangtan 16-18 sept 2018 dibuka oleh sambutan ketua panitia, kepala BPTP DIY dan Sekretaris badan litbang yang diwakili oleh Kabag perencanaan setjen pertanian. Kegiatan koordinasi ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari pengelola IT, pranata komputer, dan pranata humas. 

 

 Acara diisi dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Biro Humas Litbang, Pusdatin, praktisi digital marketing dan PT Telkom Indonesia.

 

Rangkaian kegiatan koordinasi pengelola TIK adalah ditujukan untuk meningkatkan wawasan, kapabilitas, pengetahuan dan sinergi tidak hanya di lingkup kementerian pertanian tapi juga dalam seluruh instansi pengelola teknologi informasi dan komunikasi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah khusunya dalam bidang pertanian.

 

 

Malang – Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang mengadakan pelatihan penggunaan Journal Springer Nature yang telah dilanggan oleh Pustaka di Aula Jatropha pada hari Kamis, 6 September 2018. Acara pelatihan dihadiri oleh para peneliti Balittas, Balitkabi, serta Balitjestro tersebut dibuka oleh Bapak Mohammad Cholid selaku Kepala Balittas.

Pemateri pada pelatihan Springer Nature adalah Ibu Nely Arifyani yang merupakan Manager Springer Nature. Beliau menyampaikan bahwa Springer Nature merupakan penerbit akademik terbesar di dunia dan juga sebagai pioneer bagi wilayah penelitian yang terbuka. Springer Nature menjadi penerbit akademik lebih dari 170 tahun yang tersebar di 50 negara yang mencapai 220 miliar download setiap tahunnya. Adapun subjek area Jurnal Springer Nature diantaranya : Behaviour Science, Computer Science, Earth and Environent Science, Engineering, Humanities Social Science and Law, Mathematic and Statistic, Medicine, Physics and Astronomy. Beliau juga menyampaikan bahwa Jurnal Springer Nature telah diedit oleh para ilmuan internasional, peneliti, serta para akademisi terkemuka di seluruh dunia.

Jurnal Springer Nature dapat diakses dengan mudah dan tersedia melalui link yang tersedia. Selain itu dapat juga megakses full text buku dari Springer Nature serta tidak membatasi jumlah pendownload. Springer Nature memberikan pelayanan bagi user yang ingin menerbitkan jurnal atau bukunya di Springer Nature melalui www.springer.com, dimana penulis atau user akan mendapatkan royalty dari penulisan buku di Springer Nature.

Dengan pertimbangan banyaknya informasi serta hal positif yang bisa didapatkan dari Springer Nature, Pustaka (pusat perpustakaan) Kementan memutuskan untuk menggunakan jasa Springer Nature dengan berlangganan 2 subjek Springer Nature, yaitu Behaviour Science dan Biomedical and Life Science. Dimana para peneliti Balai, yang bernaung pada Kementan dapat mengakses informasi dari 2 subjek tersebut diatas secara bebas dan gratis dengan menggunakan ip address pustaka. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan praktek secara langsung yang dipandu oleh pemateri dari Springer Nature.

Kunjungan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan

Malang - Pada hari Kamis, tanggal 28 Sepptember 2017, Balittas mendapatkan kunjungan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan dalam rangka Field Trip kegiatan Sekolah Lapang Usaha Tani Tembakau. Kegiatan ini melibatkan 12 Gapoktan terdiri dari 72 kelompok tani dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang.

Materi yang disampaikan tentang hama/penyakit tanaman tembakau sesuai dengan permintaan dari para peserta. Pemateri adalah Dr. Titiek Yulianti dan Heri Prabowo, SP,MSc dari kelompok peneliti Entomologi dan Fitopatologi Balittas. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah kaca, untuk melihat secara langsung tanaman yang terserang penyakit. Selamat jalan bapak ibu, semoga tambahan ilmu yang didapat bermanfaat bagi bapak ibu semua (Indriati).

Malang - Pada hari Rabu, tanggal 27 September 2017, bertempat di Aula Jatropha Balittas, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Provinsi Jawa Tengah, mengadakan kunjungan ke Balittas dalam rangka kegiatan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk tanaman tembakau. Peserta terdiri dari petani tembakau dan petugas pendamping dari Disbun berjumlah 30 orang.

Materi perbenihan tembakau disampaikan oleh Dr. Sesanti Basuki, M.Phill sebagai salah satu breeder tembakau di Balittas. Setelah penyampaian materi dilakukan diskusi dengan para peserta, banyak pertanyaan yang disampaikan oleh para petani maupun petugas, terkait dengan benih maupun kemurnian varietas. Diskusi berlangsung hingga jam 12.00 siang, dilanjutkan dengan kunjungan lapang melihat pembenihan tembakau yang sedang dilakukan Balittas. Kunjungan diakhiri pada pukul 15.00 wib. Semoga ilmu yang diberikan dapat menambah wawasan petani maupun petugas (Indriati)

Kontribusi Tanaman Serat dalam Simposium Internasional

Balittas - Dalam rangka meningkatkan kerjasama internasional, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat sebagai salah satu binaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Tanaman Serat turut berperan aktif dalam kegiatan The 4th Symposium on Innovative Bioproduction Indonesia 2017 (ISIBio2017). ISIBio2017 merupakan seminar rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI sekaligus PUI Biorefineri Terpadu. Selain sebagai ajang menyampaikan hasil penelitian, ISIBio2017 juga diarahkan untuk membangun jejaring kerjasama antar PUI terkait melalui tema ”Promoting collaboration among Indonesian Center for Excellences for Developing Integrated Biorefineri.” Ir. Emy Sulistyowati, MAg., Ph.D. selaku Kepala Balittas mendapat kesempatan menyampaikan presentasi yang berjudul ”Potential of Fiber Crops as Main Materials of Bio-Process and Bio-Product” sebagai plenary speaker. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan berbagai kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh Balittas dan potensi produk yang bisa dikembangkan dari tanaman serat. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa PUI Tanaman Serat membuka seluas-luasnya kesempatan kepada instansi dalam maupun luar negeri untuk menjalin kerja sama penelitian maupun pengembangan produk turunan tanaman serat. Salah satu peneliti Balittas (Arini Hidayati Jamil, SP.) juga turut serta menyampaikan hasil penelitiannya melalui presentasi poster dengan judul ”Effectivity of Dew-Bag-Retting of Kenaf Using Bacterial and Fungal Isolates.” (Arini).

Malang – Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (itjen Kementan) melaksanakan pendampingan dalam rangka pelaksanaan perbenihan tebu dari sumber anggaran APBN-P TA. 2017. Balittas memperoleh mandat untuk memproduksi benih tebu dengan target 2.210.000 mata tunas (Budset) dengan sarana pendukung perbenihan. Sumber benih (G1) diperoleh dari pertanaman G0 yang diproduksi oleh Unit Penggelolaan Benih Sebar (UPBS) Balittas.

Varietas yang dikembangkan mengikuti permintaan dari masyarakat (petani) dalam hal ini varietas Bulu Lawangg (BL). Selama ini petani masih fanatik menggunakan varietas terebut karena dirasakan masih menguntungkan. Sumber benih G1 diperbanyak di KP. Asembagus dengan pengawasan dari peneliti yang berkompeten dibidangnya.

Pelaksanaan perbenihan dialokasikan di KP. Asembagus seluas 10 ha dan di KP. Karangploso seluas 3 ha. Hampir seluruh luasan sudah tertanami (10 ha) dengan tanggal tanam yang bervariasi. Kondisi tanaman di lapang cukup baik dengan pemeliharaan yang intensif terutama pemenuhan kebutuhan air melalui penyiraman, karena bertepatan dengan musim kemarau. Sumber air berasal dari 5 pompa sumur dalam yang sudah tersedia tersebar di KP. Asembagus. Sarana dan prasarana penunjang perbenihan terdiri dari kendaraan operasional, peralatan lapang, peralatan laboratorium, gudang benih, sarana irigasi, nursery, rumah kasa dan peralatan penunjang lainnya. (Cece Suhara)

 

Pengarahan Tim Itjen Kementan

lahan perbenihan tebu di KP. Asembagus

Lahan Perbenihan Tebu di KP. Asembagus

Kunjungan tim itjen ke lokasi perbenihan tebu di KP. Asembagus

Kunjungan Tim Itjen ke Lokasi Perbenihan Tebu di KP. Asembagus

Kondisi tanaman tebu saat ini di lapang

Kondisi tanaman tebu saat ini di lapang

Denah perbenihan tebu seluas 10 Ha di KP. Asembagus

Denah perbenihan tebu seluas 10 Ha di KP. Asembagus

KERJASAMA PENDAMPINGAN PENGADAAN BENIH ABAKA MELALUI KULTUR JARINGAN

Magelang – Kunjungan Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dan Peneliti Kultur Jaringan (Dr. Ir. Rully Dyah Purwati, M.Phill) Tanggal 6-8 September 2017, ke rumah produksi PT. Retota Sakti di Magelang. Perusahaan ini bergerak di bidang industri kerajinan serat yang menghasilkan antara lain: pelapis dinding (wallcovering), korden (sunshades), dan karpet (rugs), yang telah dipasarkan/diekspor ke USA dan Jepang sejak 1994.

Bahan baku tanaman Abaka (Musa textilis Nee) merupakan tanaman sejenis pisang penghasil serat. Serat abaka dihasilkan dari pelepah daun yang membentuk batang semu, serat tersebut memiliki nilai ekonomis, karena dapat digunakan sebagai bahan pembuatan tali-temali dan bahan baku kertas berkualitas tinggi. Selain itu serat abaka juga digunakan sebagai bahan tekstil, kain jok, pembungkus kabel, popok bayi (pampers) dan bahan peredam suara pada pesawat terbang, serta bahan untuk industri kerajinan (crafts). Kebutuhan serat abaka di pasar dunia untuk berbagai industri cukup tinggi, terutama untuk memenuhi permintaan negara-negara maju seperti: Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Italia. Potensi pasar internasional tercatat sebesar 600 000 ton serat abaka per tahun. Philippina sebagai negara terbesar penghasil serat, pada tahun 2016 mengekspor ± 50.000 MT serat abaka.

Balitbangtan memiliki teknologi perbanyakan benih melalui teknik kultur jaringan dan teknologi budidaya tanaman abaka. Dengan teknik kultur jaringan, dari satu anakan abaka dapat menghasilkan ± 80 planlet dalam waktu enam bulan. Teknologi budidaya abaka meliputi persiapan lahan, penyediaan bahan tanam, waktu tanam, jarak tanam, cara penanaman, pemeliharaan, pemupukan, panen batang abaka, dan penyeratan.

Dalam upaya memenuhi bahan baku serat abaka, PT. Retota Sakti akan mengembangkan abaka dalam skala luas. Untuk itu diperlukan bahan tanam dalam jumlah banyak. Pengadaan benih abaka dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat dapat ditempuh melalui teknik kultur jaringan. Oleh karena itu, PT. Retota Sakti akan menjalin kerja sama dengan Balitbangtan (Balittas) untuk pendampingan pengadaan benih abaka melalui kultur jaringan. (Rully D.P.)

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

No event in the calendar
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
0568404
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
1980
18665
156509
98596
495938
656
568404

Your IP: 54.226.4.91
2019-05-25 02:26:04
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.