Hello. Write your message here. Link text here

Arrow up
Arrow down

Pengembangan varietas kapas indonesia (Kanesia)

KAPAS

  1. Pengembangan Varietas Kapas Indonesia (KANESIA)
Karakteristik Inovasi Teknologi :

 

Salah satu aspek intensifikasi adalah varietas unggul, karena varietas unggul merupakan komponen teknologi yang paling mudah diadopsi oleh petani. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat telah melepas 15 seri varietas Kapas Indonesia (Kanesia); enam diantaranya dilepas pada tahun 2006/2007 yaitu Kanesia 10, Kanesia 11, Kanesia 12, Kanesia 13, Kanesia 14, dan Kanesia 15. Varietas-varietas baru tersebut memiliki potensi produksinya 17-22% lebih tinggi dibanding Kanesia 8 dengan mutu serat yang tidak berbeda dengan kanesia 8, serta menunjukkan indeks stabilitas ±1 yang artinya bahwa keempat varietas tersebut mampu beradaptasi secara luas di berbagai areal pengembangan. Kanesia 14 dan Kanesia 15 memiliki daya adaptasi yang lebih besar terhadap keterbatasan air dibandingkan varietas-varietas lainnya, sehingga kedua varietas tersebut lebih sesuai untuk dikembangkan pada daerah-daerah tadah hujan.

Keunggulan / Nilai Tambah Inovasi :
Varietas-varietas unggul tersebut di atas memiliki potensi produksi dan/atau kandungan serat lebih tinggi, serta tingkat ketahanan yang moderat terhadap salah satu hama utama kapas, Amrasca biguttulla, dibandingkan varietas-varietas yang dikembangkan dalam program pengembangan kapas sebelumnya. Dengan demikian, apabila varietas-varietas ini digunakan dalam pengembangan dengan luas areal yang diperkirakan mencapai 10.000 hektar dan pada tingkat petani produktivitasnya mencapai 1.5 ton/ha (50 – 70% dari potensi produksi), maka produksi kapas nasional akan meningkat 9.000 ton kapas berbiji atau 3.000 ton serat kapas yang setara dengan 4.2 juta US$ (dengan harga serat rata-rata US$1.4/kg serat). Manfaat tersebut akan meningkat lebih tinggi apabila luas areal kapas mampu mencapai target pengembangan kapas nasional yaitu sekitar 70.000 ha pada 2010.

Cara Penggunaan Inovasi:
Benih sumber varietas-varietas unggul tersebut di atas tersedia di Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas). Benih sebar yang telah beredar hanya untuk Kanesia 8 dan Kanesia 9 saja. Dengan mempertimbangkan adanya korelasi antara kekeringan dan tingkat serangan hama A. biguttula pada daerah-daerah pengembangan kapas yang masih didominasi oleh lahan kering, maka disarankan untuk melakukan perlakuan benih menggunakan imidachloprit dengan dosis 10 mg/kg benih sebelum tanam.


KAPAS NASIONAL INDONESIA (KANESIA)

Pencarian

Sosial media

Video

  <

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso Km 4 , Kotak Pos 199, Kabupaten Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

18005505
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
35825
10813
46638
0
46638
17958867
18005505

Your IP: 3.239.112.140
2022-12-02 20:08:45
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.