Kegiatan Evaluasi Calon Lokasi Uji Adaptasi Varietas ini merupakan kolaborasi antara Balittas sebagai Balai komoditas dengan BPTP Jawa Timur sebagai Balai Pengkajian dan Pengembangan serta PT. RMI sebagai stakeholder. Kolaborasi ini bertujuan selain untuk mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badanlitbang Pertanian, juga mengkaji kelayakan inovasi teknologi dan transfer teknologi.

Kegiatan diawali dengan pertemuan antar pihak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, ditindaklanjuti dengan penyusunan proposal dan persiapan lokasi. Pada hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 telah dilakukan kunjungan evaluasi calon lahan lokasi kegiatan uji adaptasi varietas dan pengkajian teknologi budidaya tebu di lahan kering Blitar. Tim terdiri dari Sugiono dan Gamal (BPTP Jatim) dan Budi Hariyono (Balittas), berkoordinasi dengan Tim PT. Rejoso Manis Indo (PT.RMI) Blitar, yakni Bapak Bekti, Syahrul, dan Pujo, membahas rencana kegiatan Uji varietas dan pengkajian teknologi budidaya tebu di Blitar, sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Kepala Balitbangtan dengan Direktur Utama PT.RMI, tentang pendampingan pengembangan tebu di Blitar. Sambil melakukan evaluasi lokasi, dilakukan juga kordinasi/komunikasi tentang kesiapan benih tebu dari KP Balittas di Muktiharjo, Karangploso dan Asembagus.

Tim Balittas, BPTP, dan PT. RMI, bersama Pemilik Lahan

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah di desa Ngadri, Kec.Binangun, Kab. Blitar. Lokasi ini statusnya sudah disewa 4 tahun oleh PT.RMI. Lokasi berupa lahan kebun/pekarangan (sekitar perkampungan), luas 1 ha, lahan kosong semak/rumput dengan beberapa pohon kelapa tua, batas bagian depan jalan aspal, belakang kebun pekarangan, kanan-kiri rumah penduduk. Tanah berwarna coklat, tekstur sedang, struktur gembur, solum cukup dalam, jenis tanah dapat termasuk Inceptisol atau Alfisol, topografi datar, drainase lancar. Sumber air yang ada PDAM dan sumur/pompa di perkampungan. Kondisi tanah saat kunjungan cukup lembap, siap diolah. Dari hasil diskusi, untuk lokasi ini memungkinkan disiapkan untuk dapat tanam akhir Januari. Tahap pertama land clearing dan penyemprotan herbisida, kemudian dilakukan olah tanah dengan traktor. Ditargetkan tanggal 20 Januari siap untuk membuat kairan/juringan.

Lokasi 1. Desa Ngadri, Kec. Binangun, Kab. Blitar

Lokasi kedua sebagai alternatif adalah di Desa Birowo, Kec. Binangun. Lokasi di pinggir jalan aspal dekat kantor desa Birowo. Topografi datar-berombak, drainase lancar, dekat aliran anak sungai yang tidak kering sepanjang tahun. Namun demikian, saat ini sudah ditanami jagung+cabe umur sekitar 1-2 bulan. Tanah milik petani, belum dilakukan sewa. Jenis tanah masih relatif sama dengan di desa Ngadri.  Untuk lokasi ini diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyiapkannya, karena masih harus mengurus sewa, kemungkinan perlu mengganti rugi tanaman jagung petani, dan pekerjaan pembuatan juringan.

Lokasi 2. Desa Birowo, Kec. Binangun, Kab. Blitar

Dari hasil diskusi, Tim lebih memilih lokasi pertama, karena status telah disewa. Lokasi ini lebih memungkinkan untuk menyiapkan lahan agar siap tanam pada akhir Januari. Tahapan kegiatan yang direncanakan adalah:

  1. 1. Benih telah siap 4 varietas di KP.Muktiharjo (BL, PS 862, Cening dan PA 0218). Disamping itu ada alternative tambahan varietas AAS Agribun, AMS Agribun, ASA Agribun dan CMG Agribun, PS864 dan VMC 86550 di KP.Karangploso dan KP.Asembagu BPTP akan membeli benih tersebut dengan dana yang tersedia dalam anggaran kegiatan DIPA BPTP. Benih diambil saat juringan siap.
  2. 2. Land clearing dan pengolahan tanah dengan traktor dilakukan oleh Tim PRMI; ditargetkan

dalam waktu seminggu telah siap membuat kairan/juringan.

  1. 3. Setelah tanah selesai diolah, dilakukan pembuatan kairan/juringan. Direncanakan menggunakan juring ganda (170/50), agar dapat dilakukan penanaman tanaman sela di PKP leb Tim peneliti akan mendampingi saat pembuatan kairan/juringan.
  2. 4. Untuk Pengkajian teknologi, diupayakan penggunaan beberapa pembenah tanah (biochar, gel, atau cocopeat). Diupayakan segera dilakukan penyediaan pupuk dan bahan pembenah tanah agar dapat diaplikasikan sebelum tanam. Pupuk akan disiapkan PRMI (yang dekat dengan lokasi), bahan pembenah tanah diupayakan pengadaannya oleh BPTP.

 

Balittas menghadiri kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Jawa Timur dalam rangka panen padi dan percepatan tanam mendukung pertanian maju, mandiri, modern, berlokasi di Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Acara dihadiri oleh pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Bupati, Komisi IV DPR RI, Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, BPTP Jawa Timur, Balitjestro, Lolit Sapo, Petani dan Kelompok Tani. Pada acara ini dibagikan secara simbolis bantuan berupa: benih padi, alat mesin pertanian, benih jagung, KUR Rp. 500 juta. Selain itu dilakukan penandatanganan MoU antara persatuan penggilingan padi dengan Dirjen Tanaman Pangan. Acara dilanjutkan dengan arahan dari Bapak Menteri Pertanian. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa: tugas kita adalah bela kepentingan rakyat, hari ini merupakan konsolidasi untuk bekerja menjadi lebih baik. Bekerja di pertanian harus sungguh-sungguh, pertanian butuh intensifikasi, benih, budidaya, pemanfaatan air, dan panen yang lebih baik. Mentan menghimbau kepada petani untuk segera memanfaatkan KUR dan Asuransi pertanian.

 

Grobogan Pertama Kali Panen Padi di Bulan Januari

GROBOGAN – Wilayah Jawa Tengah seolah tak berhenti berproduksi. Kali ini giliran Desa Ngelok, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Kamis (11/1/2018) juga terjadi panen padi. Panen yang dihadiri langsung oleh Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir ini dilakukan diatas hamparan seluas 492 Ha yang sebagian besarnya menggunakan varietas Ciherang.

UPSUS: Panen Padi di Tiga Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan

Upaya Khusus (UPSUS) – Panen Padi bersama di Provinsi Sulawesi Selatan (3/1) dilaksanakan di 3 (tiga) kabupaten yaitu Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Toraja Utara, dan Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia.

  1. Kabupaten Bantaeng bertempat di Kelurahan Lamalaka, kec. Bantaeng, produktifitas 6,0 7,0, dengan luas lahan 10 ha dengan hamparn 20 ha. Varietas yg di panen adalah Membramo dengan harga gabah 4.000/kg GKP.
  2. Kabupaten Toraja Utara lokasi panen di Kec. Rindingallo dengan luas panen 1,5 ha dari hamparan 10 ha. Varietas yang dipanen adalah Lokan Satri Merah dengan provitas 3,0 – 4,5 ton GKP/ha.
  3. Kabupaten Pinrang, Lokasi panen bertempat di Poktan Tunas Harapan, Kec. Suppa. Luas panen 1,8 ha dari 15 ha, varietas Inpari, dengan provitas 6,5 – 7,5 ton G/ha sedangkan harga Gabah 4.900/kg GKP.

Hadir pada kegiatan panen Staf Distas, Babinsa, penyuluh, dan poktan. Sukses BPTP Sulsel dan tim Upsus.

Artikel telah terbit sebelumnya di perkebunan.litbang.pertanian.go.id

Tags: ,
Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Lahan kering yang dimanfaatkan untuk produksi padi di Indonesia tersebar di seluruh provinsi dan umumnya merupakan lahan-lahan marginal. Padi lahan kering atau padi gogo bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Diperkirakan luas lahan kering dataran tinggi yang potensial untuk pengembangan tanaman pangan termasuk padi mencapai 2,07 juta Ha.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Video

  <

infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
9215944
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
9100
20004
29104
88435
288184
8548980
9215944

Your IP: 3.221.159.255
2021-01-26 14:11:17
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.