Tags:

17 Oktober 2019, Balittas mengadakan Seminar Bulan Oktober 2019 dengan mengundang Dr. Sumarno dari Puslitbangtan. Acara seminar dihadiri oleh peneliti dan teknisi Balittas, BPTP, Balitkabi, Balijestro, serta mahasiswa magang. Seminar dibuka oleh Kepala Balai Dr. Titik Sundari, MP. dengan moderator Ir. Gatot S.A.F., MP. Materi yang disampaikan oleh Dr. Sumarno dengan judul "GAP SEBAGAI PERANGKAT LUNAK DALAM PERTANIAN MODERN TANAMAN PERKEBUNAN". Seminar ini membahas mengenai beberapa isu penting pertanian modern, cakupan pertanian modern, perdaganan nasional dan internasional, technical barrier to trade/non tariff barriers, pengenalan Good Agricultural Practice (GAP) bersertifikasi dan komponen dari GAP, penerapan GAP, serta pertanian modern, ekologis, konservasif. Beliau juga menyampaikan beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah secara normatif dengan menggunakan konsep Integrated Crop Management (ICM) yang asli, serta fakta di lapangan dan respons dari sebagian masyarakat mengenai upaya tersebut.

 

Balittas menjadi rujukan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Parahiyangan Bandung dalam upaya peningkatan pengetahuan mahasiswa yang dikemas dalam bentuk kunjungan Industri dengan tema "Improving Knowledge of Food Technology Implementations in Industry by Factory Visit".
Kunjungan bertempat di Aula Jatropa pada tanggal 16 Januari 2019. Kasie Jaslit Dra. Esti Sunaryuni menerima kunjungan rombongan mahasiswa yang didampingi oleh peneliti Balittas Elda Nurnasari, S.Si, MP dan Ahmad Dihiaul Khuluq, S.TP, MP. Rombongan terdiri dari 88 mahasiswa, dan 12 dosen pendamping.

Kunjungan Teknis Delegasi Mozambique

Kunjungan Teknis Mozambique
Kunjungan Teknis Mozambique

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) menerima kunjungan Delegasi Kementerian Pertanian dan Ketahanan pangan beserta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Mozambik (Balittas) pada tanggal 8 Maret 2019. Delegasi Kementerian Mozambik berjumlah 6 orang yang terdiri dari E. Dercia E. B. Guedes dan E. Paulo S. Utui dari Institut Kapas Mozambik, Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan; D. Gracinda J. V. Musalle dan Vicente P. C. Chihale dari Direktorat Pembangunan, Perencanaan dan Kebijakan Industri, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan; serta Artur M. Gobe dan Fernando Goenha selaku konsultan kerjasama di bidang pakaian, tekstil dan kapas. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi banding terkait kebijakan industri dan pengelolaan kapas dari hulu ke hilir di Indonesia. Diterima oleh Ka. Balittas Dr. Mohammad Cholid, M.Sc. dan dilanjutkan dengan pemaparan sekilas mengenai ruang lingkup dan sejarah Balittas.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Nurindah, Ph.D selaku penanggung jawab Program Serat di Balittas menyampaikan materi tentang komoditas serat Balittas yang dikembangkan di Indonesia. Komoditas tersebut antara lain tanaman kenaf, abaka, sisal/agave dan kapas. Saat ini Balittas telah melepas 23 Varietas Unggul Kapas serat putih dengan nama Kanesia. Selain itu, Balittas juga telah melepas 3 Varietas Unggul Kapas berserat Cokelat dengan nama Bronesia. Penggunaan serat kapas selain untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil, juga untuk memenuhi industri tenun rakyat tradisional. Acara dilanjutkan dengan diskusi terkait pengembangan komoditas serat di Indonesia terutama kapas. Diskusi banyak membahas mengenai sistem budidaya dan produktivitas kapas, pemanfaatan serat kapas, pengelolaan pasca panen hingga regulasi dan publikasi ilmiah yang terkait dengan tanaman kapas. Selain itu, Delegasi Kementerian Mozambik juga tertarik dengan pengembangan tanaman sisal/agave yang dilakukan oleh Balittas.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Terpadu Balittas yang dipandu oleh Ahmad D. Khuluq, MP selaku Koordinator laboratorium. Rombongan delegasi mengunjungi Laboratorium Kultur jaringan untuk melihat proses perbanyakan benih secara invitro seperti tebu, abaka dan sisal/agave yang didampingi oleh Dr. Rully Dyah Purwati, MP selaku peneliti dibidang kultur jaringan. Rombongan delegasi juga mengunjungi ruang gining kapas bersama Prof. Nurindah Ph.D untuk melihat proses pemisahan serat dengan biji kapas menggunakan mesin mini ginnery Balittas yang memiliki kapasitas sekitar 50-70 kg jam. Terakhir, rombongan delegasi mengunjungi Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) dan Laboratorium Benih untuk melihat ketersediaan benih dan teknik penyimpanannya serta metode pengujian mutu benih yang dilakukan oleh Balittas untuk mengevaluasi daya berkecambah dan kadar air benih. Kunjungan tersebut dipandu oleh Taufiq Hidayat RS, M.Si selaku pengelola UPBS dan Laboratorium Benih. Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan dapat membuka peluang kerjasama antara Indonesia dan Mozambik untuk pengembangan tanaman kapas maupun komoditas serat lainnya.

Halaman 1 dari 23

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
3768816
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
35318
108755
701686
422504
1262487
1782032
3768816

Your IP: 18.205.176.85
2019-11-17 09:08:02
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.