Hello. Write your message here. Link text here

Arrow up
Arrow down

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2015 WILAYAH PENGEMBANGAN TEBU DI INDONESIA

Oleh: Prima Diarini Riajaya
Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Wilayah pengembangan tebu di masing-masing provinsi mengikuti zona musim (ZOM) yang ditentukan oleh BMKG, dari 342 ZOM yang ditentukan oleh BMKG,65 ZOM merupakan wilayah pengembangan tebu di Indonesia. Awal Prakiraan Musim Kemarau 2015 (PMK 2015) di sebagian besar pengembangan tebu di Jawa dan Madura (92%) berlangsung mulai April 2015 sama dengan rata-ratanya (46%) dengan sifat hujan normal (73%).Di wilayah Takalar, Gowa, dan Jeneponto, Sulawesi Selatan awal PMK 2015 mulai April 2015 sama dengan rata-ratanya dengan sifat hujan normal sampai bawah normal sedangkan di Bone berlangsung mulai Juli 2015 maju dari rata-ratanya dengan sifat hujan Normal sampai Atas Normal.Awal PMK 2015 di Sumatera berlangsung mulai Mei 2015 (67%) mundur dari rata-ratanya (61%) dengan sifat hujan Normal (78%). Berikut disajikan prakiraan musim kemarau 2015 di berbagai wilayah pengembangan tebu di Indonesia (Tabel 1-4).

Readmore (pdf.48,3 kb)

Add a comment
Tags:

Pada tanggal 26 September 2012 di Auditorium II BBPP Bogor telah dilaksanakan Orasi Pengukuhan 3 Profesor Riset yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian). Satu diantaranya adalah Peneliti Utama dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang, yaitu Prof. Dr. Ir. Sudjindro, MS.

Prof. Dr. Ir. Sudjindro adalah profesor riset yang ke 103 lingkup Badan Litbang Pertanian. Beliau menyampaikan Orasi dengan judul ”INOVASI VARIETAS UNGGUL KENAF UNTUK PEMBERDAYAAN LAHAN SUB OPTIMAL DI INDONESIA”. Upaya perakitan varietas kenaf telah menghasilkan lima varietas unggul yaitu KR 9, KR 11, KR 12, KR 14 dan KR 15 yang memiliki daya adaptasi kuat pada berbagai lingkungan. Lima varietas tersebut sangat cocok untuk dikembangkan pada lahan sub optimal di Indonesia sebagai usaha pemberdayaan lahan yang tidak produktif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri berbasis kenaf. Kenaf memiliki potensi dan peluang kuat sebagai alternatif bahan baku berbagai industri, utamanya industri pulp dan kertas karena kenaf menghasilkan biomas banyak, umur pendek, mudah dibudidayakan dan kualitas pulpnya setara dengan pulp kayu pinus atau akasia.

Pengembangan kenaf secara konvensional merupakan proyek padat karya yang menyerap tenaga kerja banyak, sehingga sangat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran. Disamping itu, pengembangan kenaf merupakan penyelamatan lingkungan karena tanaman serat alam ini mudah terdegradasi dan banyak menyerap CO2. Dengan demikian, slogan back to nature akan terealisasi sesuai dengan IYNF 200.

Pengembangan kenaf melalui kemitraan antara investor dan petani. Petani umumnya kekurangan modal, diharapkan pihak investor memberikan bantuan/kredit dengan bunga rendah atau tanpa bunga kepada petani. Pemerintah diharapkan lebih serius menciptakan pasar kenaf dengan mencari investor yang mau dan mampu membangun industri hilir.(admin)

Add a comment

DISKUSI berlangsung satu hari pada tanggal 19 Maret 2013 di Aula Jatropha Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang.

Diskusi dibuka oleh Dr. Ir. M. Yusron, MS. mewakili Ka. Puslitbang Perkebunan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 153 orang yang berasal dari kalangan pemangku kebijakan pusat dan daerah, pejabat dinas perkebunan propinsi dan kabupaten, praktisi, peneliti, perguruan tinggi, asosiasi petani serta pemerhati tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri.

Pada saat ini Indonesia akan memasuki musim kemarau 2013 yang bersamaan dengan masa tebang bagi tanaman tebu, penanaman tebu pada lahan berpengairan (pola A), tanam tembakau dan masa panen bagi tanaman kapas di lahan tadah hujan. Diskusi ini mengambil tema “TEKNOLOGI ADAPTIF MENGHADAPI MUSIM KEMARAU 2013 untuk tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri”. Langkah-langkah untuk menghadapi musim kemarau ini perlu disusun untuk mengantisipasi kejadian ekstrim apa yang akan terjadi pada musim kemarau yang akan datang meliputi upaya antisipasi dan adaptasi teknologi. Upaya antisipasi dan adaptasi akan lebih efektif apabila kondisi cuaca dapat diprediksi lebih awal secara akurat dan sedini mungkin disampaikan atau disosialisasikan kepada para petani dan pengguna di lapangan. Dengan teknologi yang ada sekarang telah memungkinkan melakukan prediksi cuaca secara akurat. Acara ini diselenggarakan untuk mendiskusikan inovasi teknologi dalam rangka menyusun strategi adaptasi teknologi menghadapi MK 2013 mendukung peningkatan produktivitas dan mutu tanaman pemanis, serat, tembakau dan minyak industri.

Awal musim hujan dan kemarau di tiap wilayah perlu diketahui untuk memudahkan perencanaan yang berkaitan dengan tanam, pemeliharaan, panen dan penanganan pasca panen serta pencapaian target produksi dan mutu. Menjalin kerjasama yang erat dengan BMKG Pusat berkaitan dengan prakiraan musim hujan dan kemarau di Indonesia sangatlah penting, hal ini akan menjadi agenda rutin Balittas untuk menghadapi musim hujan dan kemarau, dan menyampaikan prakiraannya kepada para pengguna.

Materi yang disampaikan pada acara diskusi adalah:

  1. Prakiraan musim kemarau 2013 di Indonesia (Nelly Florida Riama, Ssi., M.Si. -BMKG Pusat)
  2. Pemanfaatan Informasi dan Prakiraan Ikli untuk Penyusunan Kalender Tanam dan Pola Tanam.(Dr. Aris Pramudia - Balitklimat)
  3. Pengalaman PT Perkebunan Nusantara X menghadapi anomali iklim pada tanaman tebu dan tembakau (Ir. Yass Arlina-PTPN X)
  4. Pengalaman petani tebu menghadapi anomali iklim (Sumitro Samadikun - APTRI), .
  5. Tekonologi adaptif menghadapi anomali iklim pada tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri (Ir. Mastur, M.Si., Ph.D. - Balittas)

Pembacaan Rumusan sementara diampaikan oleh Ibu Prof. Ir. Nurindah, Ph.D. Acara Diskusi selesai pada jam 16.30 yang ditutup oleh Ir. Mastur, M.Si., Ph.D. Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat.

 

 

Add a comment

Balittas ikut perpartisipasi dalam mensukseskan penyelenggaraan Pameran di Kota Batu, dalam rangkaian Hari Krida Pertanian pada tanggal 13-16 Juni 2013. Dalam pameran tersebut, balittas ikut mengisi stand Badan Litbang Pertanian. Pameran diikuti oleh instansi lingkup Kementerian Pertanian, Pemda Batu, Dinas Perkebunan Kabupaten lingkup Jawa Timur, Pemda Propisi Kalsel, swasta, dan lain-lain.

Dalam pemeran tersebut, Balittas menampilkan varietas unggul tanaman kapas, kenaf, rosella, dan tanaman bunga matahari, contoh benih-benih varietas unggul komoditas Balittas, pestisida botani, contoh-contoh produk serat kenaf, rami, dan abaca, serta dilengkapi dengan publikasi berupa leaflet, booklet, dan buku. Acara dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian, yang dilanjutkan dengan meninjau ke stand pameran, didamping oleh Bupati kota Batu, Wakil Bupati Batu, dan Kepala BPTP Jawa Timur.

 

Add a comment

Halaman 5 dari 5

Kunjungan di Balittas

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Video

  <

infografis

banner

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso Km 4 , Kotak Pos 199, Kabupaten Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas.litbang.pertanian.go.id
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
PPID BALITTAS +6281 2522 33447
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

18530548
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
8697
0
39849
24602
21815
18402549
18530548

Your IP: 18.232.179.5
2023-02-03 16:42:32
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.