Sasaran Mutu Balittas
  1. 22 hasil penelitian yang termanfaatkan (akumulasi 2014-2018)
  2. Tercapainya rasio hasil penelitian terhadap kegiatan penelitian pada tahun 2019 = 100%
  3. Diperoleh benih sumber tebu = 1.000.000 mata (budset)
  4. Tercapainya nilai indeks kepuasan pelanggan / masyarakat IKM 3,2 (skala 1-4)
  5. Pencegahan temuan berulang oleh Itjen atas implementasi SAKIP (maksimal 2 point)
  6. Terlaksananya 7 RPTP, 4 RDHP, 14 RKTM sesuai dengan target fisik 100% dan keuangan 97%
  7. Dihasilkan inovasi teknologi berdaya saing, berupa :
    1. Dua usulan pelepasan varietas unggul
  8. Tiga usulan pelepasan varietas unggul tembakau lokal hasil pendampingan
  9. Tiga komponen teknologi budidaya tebu
  10. Produksi benih sumber Tebu : 1.000.000 mata (budset)
  11. Pengelolaan plasma nutfah sebanyak 1.650 aksesi
  12. Empat usulan PVT
  13. Tercapainya kegiatan diseminasi hasil penelitian (2 teknologi) , berupa :
    1. Respon Pengguna terhadap keragaan pertumbuhan varietas unggul tebu.
    2. Tingkat preferensi produk diversifikasi tebu
  14. Dua nomor Terbitan Berkala Ilmiah Terakreditasi (Buletin tanaman tembakau, serat dan minyak industri vol 11 no. 1 dan 2 tahun 2019)
  15. Pengelolaan satu website dan media sosial Balittas :
  16. Diseminiasi non online (1 unit petak pamer 2 kali tanam, 6 kali seminar balai, 5 kali pameran)
  17. Lima usulan publikasi berskala internasional
  18. Lima puluh usulan naskah publikasi berskala nasional (dua puluh topik tanaman serat)
  19. Diperolehnya 1 (satu) penghargaan berkelas nasional
  20. Penerapan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017
  21. Re-Sertifikasi SMM-ISO 9001:2015
  22. Dipertahankan Akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP)
  23. Dipertahankannya sertifikasi Pengelolaan Terbitan Berkala Ilmiah secara online (OJS)
MOTO KAMI

TERDEPAN DALAM INOVASI DAN PELAYANAN

LEADING IN INNOVATION AND SERVICES

VISI

“Menjadi lembaga penelitian terkemuka penghasil teknologi dan inovasi bioindustri unggul berbasis komoditas pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dan kesejahteraan petani”

MISI

Untuk mendukung visi yang telah ditetapkan tersebut, maka misi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat adalah sebagai berikut:

  1. Menghasilkan dan mengembangkan teknologi pertanian modern tanaman pemanis, serat, tembakau,dan minyak industri yang memiliki scientific and impact recognition dengan produktivitas dan efisiensi tinggi
  2. Mewujudkan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat sebagai Institusi yang mengedepankan transparansi, profesionalisme dan akuntabilitas

TUJUAN

Sebagai penjabaran dari misi yang hendak dilaksanakan, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat telah menetapkan tujuan untuk memberikan arah yang jelas pada proses penyusunan program-program dan kegiatan-kegiatan selama kurun waktu 2015– 2019. Tujuan yang telah ditetapkan adalah:

  1. Menyediakan teknologi tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri yang produktif dan efisien serta ramah lingkungan yang siap diadopsi/dimanfaatkan oleh stakeholder (pengguna).
  2. Mewujudkan profesionalisme dalam pelayanan jasa dan informasi teknologi tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri kepada pengguna.
  3. Mewujudkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di lingkungan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat.

TATA NILAI

Dalam pelaksanan tugas pokok dan fungsinya, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat telah menetapkan tata nilai yang menjadi pedoman dalam pola kerja dan bersifat mengikat seluruh komponen yang ada di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Tata nilai tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fast Learning Organization adalah lembaga ilmiah yang terus menerus berkembang secara cepat sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis.
  2. Efektif dan efisien adalah lembaga ilmiah yang mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas kerja
  3. Berintegritas tinggi adalah lembaga ilmiah yang menjunjung tinggi integritas lembaga dan personal sebagai bagian dari upaya mewujudkan corporate management yang baik.
  4. Profesional adalah lembaga ilmiah dengan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang mampu bekerja produktif.

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) di tahun 2018 memiliki pegawai 170 dengan uraian:

Rekapitulasi Pegawai Menurut Golongan/Ruang dan Pendidikan Akhir (SIMPEG per 5 Januari 2018)
Gol/RuangS3S2S1D4SMD3D2D1SLTASLTPSDJUMLAH
IV/e 3 2 - - - - - - -   - 5
IV/d 2 1 1 - - - - - -   - 4
IV/c 3 3 2 - - - - - -   - 8
IV/b 1 2 4 - - - - - -   - 7
IV/a 3 4 5 - - - - - -   - 12
III/d - 3 15 - - 1 - - 2   - 21
III/c - 4 8 - 1 2 - - -   - 15
III/b - 7 11 - - - - - 20 - - 38
III/a - - 7 - - - - - 3 - - 10
II/d - - - - - 1 - - 5 - - 6
II/C - - - - - 2 - - 22 2 - 26
II/b - - - - - - - - 7 1 - 8
II/a - - - - - - - - - 3 3 6
I/d - - - - - - - - - - - -
I/c - - - - - - - - - - 4 4
I/b - - - - - - - - - - - -
Jumlah122653-16--5967170

Rekapitulasi Menurut Bidang Keahlian dan Fungsional (SIMPEG per 5 Januari 2018)

Bidang KeahlianPeneliti UtamaPeneliti MadyaPeneliti MudaPeneliti PertamaJumlah
Budidaya Tanaman 2 5 1 4 12
Ekonomi Pertanian - 2 - - 2
Fisiologi Tanaman 2 - - - 2
Hama dan Penyakit Tanaman 3 5 7 - 15
Pemuliaan dan Genetika Tanaman 3 4 3 4 14
Teknologi Pascapanen - 1 1 3 5
Teknologi dan Mekanisasi Pertanian - 1 - - 1
Jumlah1018121151

Rekapitulasi Pegawai Menurut Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa(SIMPEG per 5 Januari 2018)

Teknisi LitkayasaJumlah
Penyelia 6
Pelaksana Lanjutan 7
Pelaksana 14

Peta Jabatan BALITTAS tahun 2017 (pdf)

Balittas memiliki tugas untuk melakukan penelitian terhadap komoditas sebagai berikut : tanaman pemanis (tebu, bit, stevia), tanaman serat batang (rami, kenaf, rosela, jute, abaca, agave, linum, dan lain sebagainya) tembakau, serta tanaman minyak industri (wijen, jarak kepyar, jarak pagar, minyak kemiri, dan bunga matahari). Program penelitian tersebut dibuat berdasarkan Rencana Strategi Balittas tahun 2009 - 2014. Prioritas serta fokus penelitian berdasarkan pada minat stakeholders dan untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi dengan menggunakan program - program sebagai berikut :

  1. Pengembangan varietas tembakau untuk menurunkan kadar tar dan nicotine, tahan penyakit, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas.
  2. Pengembangan varietas kapas yang tahan A. biguttula dan hama penggerek buah, serta kekeringan, dan juga memiliki produktivitas tinggi serta kualitas serat yang tinggi.
  3. Pengembangan varietas unggul jarak pagar.
  4. Pengembangan varietas unggul kenaf untuk tanah kering serta tanah masam.
  5. Pengembangan varietas unggul wijen untuk lahan sawah setelah padi.
  6. Pengembangan varietas unggul rami.
  7. Pengembangan jarak kepyar di lahan kering.

Varietas unggul tersebut juga di lengkapi dengan paket teknologi penanaman dan kelayakan penelitian sosial ekonomi. Aktivitas Penelitian serta pelaksanaannya tersebut dievaluasi dan dimonitoring oleh tim yang dibuat oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Pembiayaan penelitian tersebut dianggarkan melalui APBN and kerjasama swasta serta pihak lain.


Kantor Balittas

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang bertanggung jawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan di Bogor. Balittas berkedudukan di Karangploso, Malang, Jawa Timur, mempunyai kegiatan penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri.


Pimpinan Kami

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang bertanggung jawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan di Bogor. Balittas berkedudukan di Karangploso, Malang, Jawa Timur, mempunyai kegiatan penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri.


Kantor

Organisasi

Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat memiliki beberapa Kebun Percobaan (KP) yang berada di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur


Sejarah

Sejarah

Cikal bakal semua Balai Penelitian Pertanian di Indonesia termasuk Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) adalah Algemeen Proefstation Voor de Landbouw (APL) yaitu Balai Penelitian yang mempunyai mandat menangani tanaman pertanian rakyat meliputi tanaman hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan rakyat, yang didirikan pada tahun 1918. Secara ringkas, evolusi organisasi dan kelembagaan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dalam sub menu ini

STRUKTUR ORGANISASI
BALAI PENELITIAN TANAMAN PEMANIS DAN SERAT

Struktur organisasi Balittas
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor:
662/KPTS/KP.230/A/9/2019 Tanggal 9 September 2019 


KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Nama

Jabatan

Dr.Ir. Budi Hariyono, MP. Koordinator Program
Prof.Dr.Drs. Subiyakto, MP Penanggung Jawab Program Tanaman Pemanis
Prof. Ir. Nurindah, Ph.D. Penanggung Jawab Program Tanaman Serat
Dr.Ir. Rully Dyah Purwati, M.Phil Penanggung Jawab Program Tanaman Minyak Industri
Ir. Djajadi, M.Sc.PhD. Penanggung Jawab Program Tanaman Tembakau
Ir. Gatot Suharto Abdul Fatah  MP. Ketua Kelompok Peneliti Ekofisiologi
Heri Prabowo, S.Si. M.Sc. Ketua Kelompok Peneliti Entomologi dan Fitopatologi
Ir. Untung Setyo Budi, MP Ketua Kelompok Peneliti Pemuliaan dan Plasma Nutfah
Sejarah Balittas

Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang adalah Balai yang melakukan beberapa kegiatan penelitian (genetika, morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi, dan pitofatologi), pembenihan dan menghasilkan teknologi yang berkaitan dengan tanaman tembakau, pemanis, serat, dan minyak industri. Selain kegiatan tersebut, Balittas juga melakukan kegiatan kerjasama, informasi, dan rekomendasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil - hasil penelitian tanaman tembakau, pemanis, serat, dan minyak industri. Memberikan saran kebijakan dalam agribisnis tanaman tembakau, pemanis, serat, dan minyak industri juga merupakan salah satu kegiatan yang telah banyak dilakukan oleh Balittas.

Cikal bakal semua Balai Penelitian Pertanian di Indonesia termasuk Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) adalah Algemeen Proefstation Voor de Landbouw (APL) yaitu Balai Penelitian yang mempunyai mandat menangani tanaman pertanian rakyat meliputi tanaman hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan rakyat, yang didirikan pada tahun 1918. Pada tahun 1950 APL berubah menjadi Balai Besar Penyelidikan Pertanian (BBPP) yang berpusat di Bogor. Keberadaan Balittas saat inipun tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan dan keberadaan Balai–Balai Penelitian yang menangani komoditas Balittas sebelumnya sepert i: Balai Besar Penyelidikan Pertanian (BBPP) di Bogor, BBPP Cabang Malang, BBPP Cabang Makasar, Balai Penyelidikan Teknik Pertanian (BPTP) Perwakilan Jawa Timur dan Jawa Tengah, Lembaga Penelitian Serat dan Jenis-Jenis Tanaman Industri Lainnya (LPTS), Lembaga Penelitian Kelapa dan Jenis-jenis Tanaman Lemak Lainnya (LPKL), Lembaga Penelitian Tanaman Industri (LPTI) Cabang Wilayah II di Malang, Balai Penelitian Tanaman Industri (Balittri), Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat (Balittas), Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas), Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat.

Bagan alur organisasi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Tahun

Uraian Nama Instansi

Organisasi Induk

1918 Didirikan Balai Penelitian yang menangani Tanaman Pertanian Rakyat meliputi tanaman hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan rakyat di Indonesia yang bernama Algemeen Proefstation Voor de Landbouw (APL). Departemen Voor Economische Zaken
1942 Algemeen Proefstation Voor de Landbouw (APL) dinamakan ”Noozi Sikenzyoo” atau disebut Pusat Penyelidikan Pertanian Umum. Pemerintah Jepang
1949 APL berubah menjadi Djawatan Penjelidikan Pertanian (Dj. PP). Departemen Voor Economische Zaken
1950 Dj PP berubah menjadi Balai Besar Penyelidikan Pertanian (BBPP) berpusat di Jl. Tjikeumeuh sekarang Jl. Merdeka 99 Bogor. Departemen Voor Economische Zaken
1951 Dibentuk Unit Pelaksana Teknis/Administrasi di lingkup BBPP:
  1. Balai Penyelidikan Teknik Pertanian(BPTP)
  2. Balai Besar Cabang Makasar
  3. Laboratorium Perikanan Darat
  4. Kantor Pusat Balai Besar sebagai koordinator
BBPP
1951 BPTP berdasarkan mandatnya dibagi menjadi 3 bagian:
  1. Bagian Teknik Pertanian
  2. Bagian Tanaman Dagang
  3. Bagian Tanaman Makanan
BBPP/BPTP Pusat
1951 Bagian Tanaman Dagang memulai kegiatan penelitian: komoditas tembakau, kapas, kapuk, serat batang, kelapa, jarak kepyar, wijen, tanaman insektisida, tebu, dan lain lain. BPTP Pusat
1954 R. Isman Sastrodarmo menjadi Pimpinan BPTP Perwakilan Jawa Tengah dan Jawa Timur berkedudukan di KP Genteng, Banyuwangi BPTP Pusat
1958 W.G.P.T. Tamboenan menjadi Kepala Cabang BBPP Malang berkantor di Serayu 2, Malang BPTP Pusat
1958 R. Isman Sastrodarmo menjadi Pimpinan BPTP Perwakilan Jawa Tengah dan Jawa Timur berkedudukan di Jl. Kenanga 36 sekarang Jl. Industri Timur 36 Malang BPTP Pusat
1961 Bagian Tanaman Dagang dipecah 2 bagian:
  1. Lembaga Tanaman Serat dan Jenis-Jenis Tanaman Industri Lainnya (LPTS)
  2. Lembaga Penelitian Kelapa dan Jenis lemak Lainnya (LPKL)
Direktorat Jenderal Perkebunan
1968 LPTS dan LPKL dilebur menjadi Perwakilan Lembaga Penelitian Tanaman Industri (LPTI) Jawa Timur di Malang Direktorat Jenderal Perkebunan
1972 LPTI Cabang Malang menjadi Lembaga Penelitian Tanaman Industri Cabang Wilayah II Malang LPTI Pusat Bogor
1981 Lembaga Penelitian Tanaman Industri Cabang Wilayah II Malang menjadi Balai Penelitian Tanaman Industri (Balittri) Puslitbang Tanaman Industri
1984 Balittri menjadi Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat (Balittas) Puslitbang Tanaman Perkebunan
2002 Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat (Balittas) menjadi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Puslitbang Tanaman Perkebunan
2011 Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat (Balittas) menjadi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Puslitbang Tanaman Perkebunan

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Pencarian

Sosial media

Agenda Kegiatan

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31


infografis

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
5650295
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
3270
7866
31918
62060
93978
2506329
5650295

Your IP: 3.234.214.113
2019-12-11 09:36:49
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.