Hello. Write your message here. Link text here

Arrow up
Arrow down

Informasi serta merta merupakan informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum dan wajib diumumkan secara serta merta tanpa penundaan, dengan tujuan agar masyarakat dapat mengantisipasi keadaan darurat atau bahaya sehingga dapat meminimalisir akibat / dampak buruk yang ditimbulkan.

Ketahui Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak

   
 
Long COVID-19 merupakan gejala sakit berkepanjangan yang diketahui diderita pasien penyintas meski sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

 

Fenomena Long COVID-19

Menurut Data Satgas COVID-19, sebesar 5-20% pasien COVID-19 mengalami Long COVID-19 lebih dari 4 minggu, dan diperkirakan 1 tiap 10 pasien COVID-19 dapat mengalaminya hingga lebih dari 12 minggu. Penderita Long COVID-19 diyakini tidak akan menularkan virus kepada sekitarnya

“Harap dijadikan catatan bahwa mereka yang menderita long COVID-19, tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus kepada mereka yang berada di sekitarnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, di Graha BNPB, Selasa (9/3/2021) lalu.

Gejala Long COVID-19

Gejala jangka panjang COVID-19 disebutkan lebih banyak terjadi pada penderita COVID-19 dengan gejala berat, tetapi kondisi ini juga bisa terjadi pada penderita yang mengalami gejala ringan.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, telah mengamati beberapa gejala berkepanjangan yang dirasakan para penderita long COVID-19, beberapa di antaranya;

  • Kelupaan
  • Sakit Kepala
  • Tinnitus (telinga berdenging)
  • Kelelahan / fatigue
  • Kehilangan penciuman
  • Batuk terus menerus
  • Sesak napas
  • Peradangan jantung
  • Nyeri dada
  • Nyeri otot
  • Palpitasi (jantung berdebar cepat / kencang)
  • Demam berulang
  • Diare
  • Sakit Perut
  • Kesemutan
  • Ruam

Tingkatkan Kewaspadaan

Adanya temuan gejala Long COVID-19, seharusnya disikapi masyarakat dengan lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena ini merupakan dampak negatif bagi kesehatan yang tidak hanya dirasakan pada penderita komorbid, tetapi juga orang yang berusia cukup muda bahkan tidak menderita komorbid apapun. Dengan adanya temuan-temuan itu, Satgas COVID-19 mengimbau bagi masyarakat yang bersikap acuh, bahkan tidak percaya agar dapat menimbang lagi caranya beraktivitas.

 

 
Vaksinasi lengkap dan booster COVID-19 memberikan banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun kemudahan layanan fasilitas umum.

 

Manfaat Vaksinasi Apa Saja?

Menurut Satgas COVID-19, ada empat manfaat dari vaksinasi COVID-19, di antaranya:

  • Merangsang Sistem Kekebalan Tubuh Vaksin yang disuntikkan ke dalam manusia, akan merangsang timbulnya imun atau daya tahan tubuh seseorang.
  • Mengurangi Risiko Penularan Tubuh yang telah divaksin akan merangsang antibodi untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan. Dengan demikian, tubuh akan mengenai virus dan mengurang risiko terpapar.
  • Mengurangi Dampak Berat dari Virus Apabila tubuh sudah mengenali virus maka jika sistem imun seseorang terpapar, dampak atau gejala dari virus tersebut akan mengalami pelemahan.
  • Mencapai Herd Immunity Semakin banyak individu yang melakukan vaksin di sebuah daerah atau negara, maka Herd Immunity akan tercapai

Tak hanya itu, manfaat lain yang didapat jika mendapatkan vaksinasi lengkap dan ditambah booster adalah kemudahan mengakses layanan fasilitas umum/publik.

Misalnya saja dalam hal syarat pelayanan atau akses masuk suatu tempat dengan menunjukkan bukti kartu vaksin. Kemudahan itu bisa berupa syarat penerbangan, perjalanan kereta api, akses masuk mall, supermarket hingga restoran.

Rambu atau papan informasi bencana penting diketahui untuk keselamatan diri saat berada di suatu tempat tertentu.

 

Tujuan Penggunaan Rambu

Menurut BNPB, salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana adalah dengan menggunakan atau menempatkan rambu dan papan informasi bencana pada daerah-daerah rawan bencana.

Adapun tujuan penyelenggaraan rambu dan papan informasi bencana antara lain:

  • Standarisasi pedoman terhadap rambu dan papan informasi bencana
  • Informasi petunjuk, peringatan, dan larangan kepada masyarakat tentang risiko bencana di dalam kawasan rawan bencana
  • Peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko bencana di dalam kawasan rawan bencana
  • Nama-Nama Rambu, Rambu dan papan informasi itu bukan sekadar gambar, namun merupakan petunjuk resmi untuk mengisyaratkan kawasan

Dalam info rambu, terdapat gambar yang memiliki makna sendiri dalam suatu kawasan. Misalnya sebagai berikut:

  • Kawasan rawan gunung api
  • Kawasan rawan bencana tsunami
  • Kawasan rawan kebakaran hutan
  • Kawasan rawan bencana banjir
  • Kawasan rawan bencana gempa bumi
  • Kawasan rawan bencana gerakan tanah
  • Kawasan rawan kebakaran puting beliung
  • Kawasan rawan kekeringan
 
  • Saat banjir datang hingga menyebabkan masyarakat untuk melakukan evakuasi, maka menyelamatkan hal-hal yang penting di dalam rumah perlu segera dilakukan
  • Yang perlu terus dipantau adalah mengikuti terus informasi banjir secara berkala melalui semua kanal, baik sosial media, televisi, radio hingga pengumuman dari warga
  • Kemudian, cabut atau matikan semua jaringan listrik yang ada di rumah, seperti misalnya TV, kulkas, dan lainnya. Segera amankan barang penting ke tempat yang lebih tinggi agar tidak sampai terendam banjir
  • Saat melakukan pengamanan barang di rumah, pastikan tidak sampai menyentuh alat yang bermuatan listrik ketika sedang berdiri di atas / dalam air
  • Jika kondisi banjir mengharuskan untuk meninggalkan rumah, maka segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air
  • Usahakan jangan sampai berjalan di arus air karena amat membahayakan. Sebaiknya, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Kemudian, ketika melakukan evakuasi, hindari mengemudikan mobil/motor/sepeda di wilayah banjir
 
Jika terjadi gempa bumi, penting untuk menjaga diri kita agar tetap tenang agar bisa bertindak menyelamatkan diri.

 

Apa yang harus dilakukan?

Gempa bumi merupakan jenis bencana yang bersifat merusak, dapat terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Bencana ini berpotensi menghancurkan bangunan, jalan, jembatan dan sebagainya dalam sekejap.

Untuk itu, perlu kamu ketahui hal-hal yang dilakukan saat gempa terjadi, baik di dalam maupun luar bangunan.

Berada di dalam bangunan

  • Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan
  • Jangan gunakan lift
  • Lindungi kepala dengan benda apapun
  • Berlindung di bawah meja yang kokoh

Berada di luar bangunan

  • Cari area terbuka
  • Hindari apabila terjadi rekahan tanah
  • Berhenti mengemudi
  • Hindari daerah rawan longsor
  • Jauhi pantai untuk cegah tsunami
  • Jauhi benda yang berpotensi rubuh (tiang listrik, pohon, papan reklame)
 
Berdasarkan buku saku BNPB, berikut yang harus dilakukan saat terjadi erupsi:

 

  • Perhatikan arahan dari PVMBG dan perkembangan aktivitas gunungapi
  • Siapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengatasi debu vulkanik
  • Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang
  • Menyiapkan skenario evakuasi lain jika dampak letusan meluas di luar prediksi ahli
  • Siapkan dukungan logistik, antara lain makanan siap saji, lampu senter dan baterai cadangan, uang tunai yang cukup serta obat-obatan khusus sesuai pemakai
  • Tidak berada di lokasi yang direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Tidak berada di lembah atau daerah aliran sungai
  • Hindari tempat terbuka
  • Lindungi diri dari abu letusan gunung api
  • Gunakan kacamata pelindung
  • Jangan memakai lensa kontak
  • Gunakan masker atau kain basah untuk menutup mulut dan hidung
  • Kenakan pakaian tertutup yang melindungi tubuh seperti, baju lengan panjang, celana panjang, dan topi
  • Kurangi terpapar dari abu vulkanik
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu vulkanik sebab bisa merusak mesin kendaraan
  • Bersihkan atap dari timbunan debu vulkanik karena beratnya bisa merobohkan dan merusak atap rumah atau bangunan
  • Waspadai wilayah aliran sungai yang berpotensi terlanda bahaya lahar pada musim hujan
 
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri jika Anda terjebak dalam gedung yang terbakar:

 

  • Jangan Panik Kepanikan bisa membuyarkan ingatan Anda tentang rute penyelamatan atau denah tempat kerja ketika menyelamatkan diri
  • Jangan Gunakan Lift Lift bisa berhenti mendadak saat kondisi darurat sehingga bergeraklah menggunakan tangga darurat. Ikuti rute evakuasi yang terpasang di dinding
  • Merangkak Asap akan bergerak ke atas, sehingga posisi badan harus serendah mungkin. Merangkaklah sambil melindungi hidung menggunakan tisu, sapu tangan atau baju
  • Matikan Peralatan Listrik Lepaskan peralatan listrik kemudian amankan dokumen yang dirasa penting sebelum bergerak ke tempat aman
  • Jangan Terjebak di Keramaian Penghuni gedung kadang fokus pada satu akses keluar sehingga berdesakan, terlanjur menghirup asap, dan kemudian pingsan. Cari rute lain yaitu bisa ke ujung ruangan, lorong atau tangga
Add a comment

TRANSPARANSI KINERJA


Salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelengaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hak atas informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggungjawabkan.

Hak setiap orang untuk memperoleh informasi juga relevan untuk meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan keterbukaan informasi publik.


Unit Pelayanan Publik

Unit Pelayanan Publik Balitbangtan merupakan unit kerja non struktural yang melakukan kegiatan penyelengaraan pelayanan publik dilingkungan Balitbangtan. Tugasnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, stakeholder, badan hukum atas permintaan informasi, konsultasi dan pelaksanaan pelayanan publik yang berada pada tugas dan fungsinya.


Indeks Kepuasan Masyarakat

Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan salah satu instrumen untuk mengukur tingkat kinerja masing-masing unit pelayanan, dan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai secara objektif dan periodik terhadap perkembangan kinerja unit pelayanan publik. Data indeks yang diperoleh akan menjadi bahan penilaian terhadap unsur-unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong setiap Unit Pelayanan untuk meningkatkan pelayanan.


Renstra

Untuk menjaga kontinuitas dan konsistensi program litbang, sekaligus menjaga fokus sasaran yang akan dicapai diperlukan Renstra yang terdiri dari Visi, Misi, Kebijakan dan Program untuk dilaksanakan dalam periode tertentu.


Laporan Tahunan

Inovasi aneka pemanis dan serat diperlukan dalam pengembangan produk guna meningkatkan nilai tambah, diversifikasi produk, dan transformasi produk sesuai dengan preferensi konsumen.


Laporan Kinerja

Berdasarkan INPRES 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Instansi Pemerintah dan dan Surat Keputusan Kepala Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) No. 239/IX/6/8/2003 tentang Panduan Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Permen PAN-RB No. 29/2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.


Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA)

Daftar Isian Pelaksana Anggaran disingkat dengan DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran dan di sahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan selaku Bendaharawan Umum Negara (BUN). Terdiri atas Informasi Kinerja, Sumber Dana, Rincian Pengeluaran (Rencana Anggaran), Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Penerimaan.


Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang disampaikan setiap 31 Desember setiap tahunnya telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerinah. Terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Neraca Keuangan, dan Catatan atas Laporan Keuangan.



 
Laporan Neraca

Laporan Neraca ini kami sajikan secara lengkap sebagai salah satu wujud transparansi dan akuntabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam tata kelola yang baik (good governance).


RKA-KL

Rencana kegiatan dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga, yang selanjutnya disingkat RKA-K/L adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian/Lembaga yang disusun menurut bagian anggaran Kementerian/Lembaga.


Rencana Kerja / Rencana Anggaran (RKT)

RKT merupakan target dan komitmen kinerja yang akan diwujudkan pada suatu tahun tertentu. RKT merupakan penjabaran dari Renstra, memuat seluruh rencana atau target kinerja yang hendak dicapai dalam satu tahun yang dituangkan dalam sejumlah indikator kinerja strategis yang relevan. Selanjutnya RKT yang telah disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran dituangkan dalam dokumen PK.


 
LHKPN

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara menggunakan aplikasi yang berbasis web (web based) dengan alamat www.elhkpn.kpk.go.id, sehingga data yang di input oleh PN secara otomatis tersimpan dalam server yang ada di KPK.


 Standard Operating Procedures (SOP)

Standard Operating Procedures (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Guna memberikan layanan terbaik kepada masyarakat / stakeholder dan memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi.


 

Data Aset Negara

Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.

Add a comment

LAPORAN KINERJA 

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2021

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2020

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2019

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2018

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2017

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2016

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2015

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2014

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

LAPORAN KINERJA BALITTAS 2013

 

FILE DAPAT DIUNDUH DISINI

Add a comment

Webinar "PRODUKSI BENIH TEBU DAN PENGELOLAAN HAMA PENGGEREK TEBU"

 

 

Webinar "INOVASI TEKNOLOGI BUDI DAYA TEMBAKAU UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DAN MUTU"

 

Webinar "POTENSI TANAMAN MINYAK INDUSTRI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI FARMASI DAN PANGAN NASIONAL"

 

Webinar "BACK TO NATURAL FIBER: KENAF FOR A BETTER LIFE AND SUSTAINABILITY"

 

 

Webinar "DUKUNGAN TEKNOLOGI BUDI DAYA TEBU RAWAT RATUN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS HABLUR"

 

Add a comment

Pencarian

Sosial media

Video

  <

infografis

banner

Terbitan

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso Km 4 , Kotak Pos 199, Kabupaten Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas.litbang.pertanian.go.id
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
PPID BALITTAS +6281 2522 33447
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

18520676
Pengunjung Hari Ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
Total Kunjungan
11943
0
29977
24602
11943
18402549
18520676

Your IP: 3.93.74.25
2023-02-01 19:18:14
© 2015 Balittas. All Rights Reserved.