Kapas

Prospek pengembangan kapas sangat strategis terutama untuk memenuhi kebutuhan industri TPT nasional dan menekan ketergantungan akan impor yang perlu ditempuh melalui:

  1. Penajaman wilayah potensial yang berkelayakan teknis dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan lahan;
  2. Optimalisasi penerapan paket teknologi;
  3. Optimalisasi fungsi kelembagaan dan kemitraan dalam mendorong petani melaksanakan usahataninya;
  4. Optimalisasi dukungan pendanaan, dan
  5. Mengisi dan meningkatkan peluang pasar.

Pengembangan Kapas Nasional sampai dengan 2025 ditujukan untuk mencapai beberapa sasaran, yaitu:

  1. Areal tanam seluas 300 ribu ha;
  2. Produksi kapas berbiji 450 ribu ton setara sekitar 150 ribu ton serat kapas; dan
  3. Target capaian produksi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pada ITPT sekitar 30 % dari kebutuhan bahan baku kapas saat ini sekitar 500 ton per tahun.

Salah satu aspek intensifikasi adalah varietas unggul, karena varietas unggul merupakan komponen teknologi yang paling mudah diadopsi oleh petani. Balittas telah melepas 15 seri varietas Kapas Indonesia (Kanesia); enam diantaranya dilepas pada tahun 2006/2007 yaitu Kanesia 10, Kanesia 11, Kanesia 12, Kanesia 13, Kanesia 14, dan Kanesia 15. Kanesia 8 merupakan varietas unggul kapas yang telah digunakan dalam pengembangan kapas nasional dengan potensi produksi 1,85–2,73 ton kapas berbiji/ha dan persen serat 33,3–38,7%. Varietas-varietas baru tersebut memiliki potensi produksi 17–22% lebih tinggi dibanding Kanesia 8, dan tingkat ketahanan yang moderat terhadap salah satu hama utama kapas, Amrasca biguttulla, serta mu-tu serat yang tidak berbeda dengan Kanesia 8. Kanesia 14 dan Kanesia 15 memiliki daya adaptasi yang lebih besar terhadap keterbatasan air dibandingkan varietas-varietas lainnya, sehingga kedua varietas tersebut lebih sesuai untuk dikembangkan pada daerah-daerah tadah hujan.

Penggunaan varietas-varietas unggul kapas dalam pengembangan dengan luas areal yang diperkirakan mencapai 10.000 hektar dan dengan produktivitas pada tingkat petani mencapai 1,5 ton/ha (50–70% dari potensi produksi), maka produksi kapas nasional akan meningkat 9.000 ton kapas berbiji atau 3.000 ton serat kapas yang setara dengan US$4,2 juta (dengan harga serat rata-rata US$1,4/kg serat). Manfaat tersebut akan meningkat lebih tinggi apabila luas areal kapas mampu mencapai target pengembangan kapas nasional yaitu sekitar 70.000 ha pada 2010.


BIOLOGI TANAMAN KAPAS

Tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.) merupakan salah satu komoditas perke-bunan unggulan di Indonesia. Tanaman ini merupakan penghasil serat alam yang banyak digunakan untuk bahan baku tekstil.......


Kapuk

Sejak tahun 1928 sampai sekarang Indonesia masih merupakan negara pengekspor ka-puk, tetapi jumlahnya terus menurun. Pada 1936/1937 Indonesia merupakan negara pengeks-por terbesar di dunia, jumlahnya mencapai 28.400 ton serat atau sekitar 85% kebutuhan serat kapuk dunia. Pada tahun 2003 ekspor serat kapuk menurun menjadi 1.496 ton serat. Penurun-an ekspor kapuk antara lain disebabkan banyaknya kapuk tua yang tidak produktif, penebangan kapuk tanpa diimbangi peremajaan, meningkatnya penggunaan serat kapuk dalam negeri, dan persaingan dengan bahan sintetis seperti karet busa. Selain itu penurunan ekspor kapuk Indo-nesia disebabkan kalah bersaing dalam harga dengan Thailand yang lebih murah. Untuk me-ningkatkan ekspor serat kapuk antara lain dengan meningkatkan produktivitas dan tetap mem-pertahankan kualitas serat kapuk yang baik

Varietas unggul yang telah dilepas Balittas untuk mendukung pengembangan kapuk ada-lah Muktiharjo 1 (MH 1) , Muktiharjo 2 (MH 2), dan Togo B dari tipe Karibea yang dilepas pada tahun 2006 dan sesuai untuk usaha tani monokultur, serta Muktiharjo 3 (MH 3) dan Muktiharjo 4 (MH 4) dari tipe yang sama yang sesuai untuk program penghijauan dan konservasi lahan yang dilepas pada tahun 2007.

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Sosial media

Pencarian

Buletin

Prosiding

Leaflet

infografis

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121

Sosial Media

Pengunjung Hari Ini1365
Pengunjung Bulan Ini26449
Total Kunjungan626257
Statistik created: 2018-11-17T16:44:44+07:00
UNITED STATES
US