Balittas

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Isu strategis untuk komoditas tembakau adalah ditetapkannya rokok sebagai salah satu industri prioritas. Industri rokok di Indonesia 80% menggunakan bahan baku tembakau lokal. Oleh karena itu, kegiatan penelitian diprioritaskan pada tembakau lokal yang meliputi tembakau madura, tembakau te-manggung, tembakau paiton, tembakau boyolali, tembakau yogyakarta, tembakau muntilan, tembakau weleri, dan tembakau kasturi yang merupakan bahan baku utama untuk rokok keretek. Balittas juga melakukan penelitian tembakau virginia yang semula diusahakan sebagai bahan baku rokok putih, tetapi dalam perkembangannya ternyata juga sesuai untuk bahan baku rokok keretek.

Selain itu, Balittas juga melaksanakan penelitian untuk tembakau cerutu yang dikembangkan di Indonesia, yaitu sebagai tembakau cerutu besuki, tembakau cerutu vorstenland, dan tembakau cerutu deli. Tembakau cerutu merupakan komoditas ekspor yang sudah terkenal sejak lama. Areal pertanaman tembakau tiap tahun mencapai rata-rata 220.000 ha, sekitar 60% terdapat di Jawa Timur, selebihnya tersebar di Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Pada umumnya tembakau diusahakan oleh petani berskala kecil, hanya sebagian yang diusahakan oleh BUMN dan perusahaan swasta.

Sumbangan tembakau terhadap pendapatan petani dan negara cukup besar. Usaha tani dan industri tembakau dapat menghidupi 10 juta jiwa yang meliputi 4 juta petani, 600.000 orang tenaga kerja di pabrik-pabrik rokok, 4,5 juta orang yang terlibat dalam perdagangan, dan 900.000 orang terlibat dalam transportasi dan periklanan. Tembakau memberikan sumbangan pendapatan negara dalam bentuk cukai yang mencapai 42 triliun rupiah (2007), dan devisa dari ekspor tembakau sebesar 1,9 triliun rupiah. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan tembakau adalah rendahnya produktivitas dan beragamnya mutu yang dihasilkan, serta tekanan masyarakat interna-sional terkait isu kesehatan. Oleh karena itu penelitian tembakau diarahkan pada peningkatan produktivitas dan mutu tembakau, serta mengurangi senyawa-senyawa yang mempengaruhi kesehatan perokok misalnya kandungan nikotin yang lebih rendah. Beberapa hasil penelitian yang telah dicapai Balittas sampai dengan saat ini adalah:

  1. Tembakau Temanggung
    • Varietas-varietas anjuran untuk lahan tegal dan sawah yaitu Kemloko 1 dengan indeks mutu: 37,34-47,18; nikotin: 3,75-8,65%; gula: 3,89%; dan Kemloko 2 dengan indeks mutu: 34,86-45,70; nikotin: 2,06-8,98%; gula: 2,96%.
    • Rekomendasi pemupukan untuk lahan tegal dan sawah
    • Teknik pengendalian penyakit lincat yang disebabkan oleh nematoda, jamur, dan bakteri
    • Teknologi konservasi lahan, khususnyalahan tegal
  2. Tembakau Madura
    • Varietas-varietas Cangkring-95, Prancak-95, Prancak N-1 dan Prancak N-2
    • Rekomendasi pemupukan untuk lahan tegal dan sawah
    • Peta kesesuaian lahan
    • Cara panen serentak untuk petani skala kecil
    • Teknik pemeraman
  3. Tembakau Virginia
    • Varietas-varietas yang sesuai untuk ma-sing-masing daerah pengembangan Coker 176 (NTB, Jatim, Jateng), Coker 319 (Bojonegoro dan sekitarnya), DB 101 (Bojonegoro dan sekitarnya), Bjn 1 (Bo-jonegoro), PVH 20, PVH 21, NC 100, dan PVH 09 (NTB, Jatim, Jateng),
    • Teknik pembenihan
    • Teknik pembibitan dengan sistem nampan
    • Rekomendasi pemupukan untuk tanah berat dan ringan
  4. Tembakau burley
    • Varietas NC 3, HB 14 P, TN 90
    • Pengendalian vektor viru
  5. Tembakau boyolali
    • Varietas Grompol Jatim 1
    • Rekomendasi pemupukan untuk lahan sawah
  6. Tembakau yogyakarta
    • Varietas: Bligon 1
    • Rekomendasi pemupukan untuk lahan sawah
  7. Tembakau kasturi
    • Varietas yang sesuai untuk daerah pengembangan: Kasturi 1 dan Kasturi 2 (Jember dan sekitarnya)
    • Rekomendasi pemupukan untuk lahan tegal dan sawah
  8. Tembakau cerutu
    • PHT untuk tembakau cerutu deli dan cerutu besuki
    • Irigasi curah dan waktu panen yang tepat untuk tembakau besuki tanam awal
Bagaimana informasi yang tertera dalam website?

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Jalan Raya Karangploso, Kotak Pos 199, Malang
Jawa Timur, Indonesia
balittas@litbang.pertanian.go.id
balittas.malang@gmail.com
T:(0341) 491447
F:(0341) 485121
Pengunjung Hari Ini120
Pengunjung Bulan Ini5699
Total Kunjungan355480
Statistik created: 2018-01-17T12:23:25+07:00
UNITED STATES
US